Jakarta, Javanusa—Sajama Cut membuka babak baru perjalanan album Cowabunga lewat Cowabunga Deluxe. Proyek ini menghadirkan interpretasi baru dari tujuh musisi dan grup musik Indonesia.
Untuk pertama kalinya, Cowabunga Deluxe tersedia dalam format compact disc (CD). Album tersebut resmi dirilis pada 11 September 2026 melalui kolaborasi Sajama Cut bersama label rekaman demajors.
Sebelumnya, Cowabunga hanya beredar dalam edisi kaset terbatas melalui Bojakrama Press. Kehadiran versi deluxe kini memperluas pengalaman mendengarkan album tersebut dengan format dan materi tambahan.
Tujuh Musisi Hadirkan Tafsir Baru
Cowabunga Deluxe dikemas dalam format double CD. Sajama Cut mengajak tujuh musisi dan grup dari lintas generasi untuk mengolah kembali lagu-lagu dalam album Cowabunga.
Mereka terdiri dari Alkateri, Eleanor Whisper, The Jansen, Water Heater, Patrivia, Sunwich, dan ASHN. Setiap kolaborator membawa karakter musikal masing-masing ke dalam materi yang sudah dikenal dari album tersebut.
Hasilnya menghadirkan sejumlah versi baru dengan pendekatan artistik yang beragam. Proyek ini sekaligus menunjukkan bagaimana lagu-lagu Sajama Cut dapat memperoleh warna berbeda melalui perspektif musisi lain.
Marcel Thee menyebut keterlibatan para kolaborator memperlihatkan energi khas yang muncul dari Cowabunga.
“Ini benar-benar menunjukkan energi Cowabunga yang propulsif dan selebratif. Semakin ramai diteriakkan, akan semakin seru dan semakin terasa emosi dan kata-katanya,” ujar Marcel Thee.
Ia juga mengapresiasi para musisi yang bersedia menjadi bagian dari proyek tersebut.
“Kami merasa sangat terhormat dengan kesediaan teman-teman yang luar biasa ini untuk terlibat di album deluxe ini. Selalu ada kejutan dari apa yang mereka tambahkan, juga interpretasi yang sama sekali tidak kami duga,” katanya.
Sajama Cut Simpan Materi dari Sesi Cowabunga
Selain menghadirkan interpretasi dari tujuh kolaborator, Cowabunga Deluxe menyimpan materi yang sebelumnya belum dirilis.
Salah satunya adalah “Absolute Sadness”. Sajama Cut menulis dan merekam lagu tersebut pada periode pengerjaan Cowabunga, tetapi memilih menyimpannya hingga proyek deluxe ini hadir.
Materi tambahan itu memberikan dimensi baru bagi pendengar yang sudah mengikuti perjalanan album Cowabunga. Kehadirannya juga menjadi salah satu alasan proyek deluxe ini tidak sekadar menawarkan versi berbeda dari lagu-lagu sebelumnya.
“Debu-Debu Intan” Perkenalkan Kolaborasi dengan Sunwich
Salah satu materi yang menjadi pintu masuk menuju Cowabunga Deluxe adalah “Debu-Debu Intan (feat. Sunwich)”.
Lagu tersebut mempertemukan Sajama Cut dengan Aliefia Augustine dari Sunwich. Kolaborasi ini memperlihatkan pertemuan karakter musikal dua pihak dalam proyek yang memperluas cakupan album Cowabunga.
Keterlibatan tujuh musisi sekaligus menegaskan luasnya hubungan Sajama Cut dengan berbagai generasi dalam skena musik independen Indonesia.
Selama lebih dari dua dekade, Sajama Cut telah menjadi bagian dari perjalanan musik independen Tanah Air. Melalui Cowabunga Deluxe, hubungan tersebut kembali terlihat lewat karya bersama musisi dari latar dan generasi berbeda.
Bagi para kolaborator, proyek ini juga menjadi ruang untuk berinteraksi langsung dengan karya sebuah band yang memiliki posisi penting dalam perkembangan musik independen Indonesia.
Dengan format double CD dan materi tambahan, Cowabunga Deluxe menjadi perluasan dari perjalanan Cowabunga, sekaligus mempertemukan kembali Sajama Cut dengan generasi musisi yang memiliki perspektif artistik berbeda.
Sumber: IG Podcast Some Story/Demajors






