Pessel, Javanusa—Semangat gotong royong masyarakat Kampung Bukit Lintang, Nagari Kambang, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan, membuktikan kepedulian terhadap kampung halaman mampu melahirkan manfaat besar bagi masyarakat.
Melalui gerakan donasi masyarakat ranah dan rantau, Masjid Jabal Nur Bukit Lintang kini memiliki satu unit ambulans yang siap dimanfaatkan untuk membantu warga yang membutuhkan pelayanan sosial dan kemanusiaan. Ambulans tersebut diserahterimakan kepada Pengurus Masjid Jabal Nur Bukit Lintang Senin (24/8).
Pengadaan kendaraan tersebut terlaksana melalui sumbangan masyarakat secara swadaya yang dihimpun dengan sistem open donasi melalui grup WhatsApp, komunikasi melalui telepon, serta jaringan pertemanan dan kekerabatan masyarakat Bukit Lintang, baik yang berada di kampung maupun di perantauan.
Ketua Pengurus Masjid Jabal Nur Bukit Lintang, Jubir Pamurah didampingi Bendahara Nasrul, ketika dihubungi Kamis (27/8), menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih yang mendalam kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan sehingga cita-cita memiliki ambulans untuk kepentingan bersama tersebut dapat diwujudkan.
“Alhamdulillah, berkat dukungan dan kepedulian masyarakat, baik yang berada di kampung maupun di rantau, ambulans Masjid Jabal Nur Bukit Lintang akhirnya bisa terwujud. Atas nama pengurus masjid, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh donatur yang telah menyisihkan rezekinya,” ujar Jubir.
Ia menjelaskan, penggalangan dana untuk pembelian ambulans tersebut mulai dibuka pada 29 Mei 2026. Hingga Kamis (27/8), dana yang berhasil dihimpun telah mencapai sekitar Rp92 juta.
Sementara itu, harga ambulans beserta kerangkeng mencapai Rp155 juta. Selain dana hasil donasi, pengurus juga menggunakan kas dasar yang berasal dari sisa dana kurban sebesar Rp7,56 juta.
“Dengan demikian, masih terdapat kekurangan yang harus kami lunasi. Karena itu, kami kembali mengetuk hati masyarakat, baik yang berada di ranah maupun di rantau, untuk bersama-sama membantu menyelesaikan kewajiban pembelian ambulans ini,” katanya.
Menurut Jubir, ambulans tersebut bukan hanya menjadi aset Masjid Jabal Nur, tetapi diharapkan menjadi fasilitas sosial yang dapat digunakan untuk membantu masyarakat ketika menghadapi kebutuhan mendesak, khususnya dalam mengantarkan warga yang sakit atau membutuhkan transportasi menuju fasilitas pelayanan kesehatan.
Ia menilai, keberadaan ambulans tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian masyarakat terhadap kampung halaman. Semangat yang sama, menurutnya, perlu terus dijaga karena pembangunan dan kegiatan sosial di kampung tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi seluruh unsur masyarakat.
“Ini adalah bukti bahwa kalau masyarakat ranah dan rantau bersatu, sesuatu yang sebelumnya terasa berat bisa diwujudkan. Kami berharap kepedulian seperti ini tidak berhenti pada pembelian ambulans saja, tetapi terus berkembang untuk berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan lainnya,” ungkapnya.
Jubir juga mengajak para perantau asal Bukit Lintang dan masyarakat Nagari Kambang yang berada di berbagai daerah untuk tidak melupakan kampung halaman.
Menurutnya, setiap bentuk perhatian, sekecil apa pun, akan memiliki arti besar apabila dikumpulkan dan diarahkan untuk kepentingan masyarakat.
“Sedekah yang diberikan oleh bapak dan ibu mungkin terlihat kecil secara pribadi, tetapi ketika dilakukan bersama-sama, manfaatnya menjadi sangat besar. Mudah-mudahan setiap sedekah yang diberikan dibalas Allah SWT dengan pahala yang berlipat ganda,” kata Jubir lagi.
Ia menambahkan, pengurus masih membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin ikut menyelesaikan pembayaran ambulans tersebut. Donasi dapat disalurkan melalui rekening Masjid Jabal Nur Bukit Lintang atau dengan menghubungi pengurus masjid.
Donasi pembelian ambulans tersebut dapat dikirim melalui rekening BRI 5481 01 048513 53 9 atau Bank Nagari 7100 0220 82622 0, atas nama Masjid JABAL NUR.
“Kami sangat berharap dukungan ini terus mengalir sampai ambulans ini benar-benar lunas. Ini bukan milik pengurus, tetapi fasilitas untuk masyarakat. Karena itu, kami mengajak siapa saja yang memiliki kemampuan untuk ikut mengambil bagian dalam amal sosial ini,” tutur Jubir.
Ambulans tersebut diantar langsung dari Cikarang oleh Khalif Mobilindo selaku pemilik usaha jual beli mobil bekas sekaligus putra asli Kampung Bukit Lintang.
Kehadiran ambulans itu sekaligus menjadi simbol kuatnya hubungan masyarakat dengan kampung halaman, meskipun sebagian di antaranya telah lama menjalani kehidupan di perantauan.
Setelah proses serah terima, masyarakat Kampung Bukit Lintang menggelar halal bihalal di Masjid Jabal Nur pada Rabu (26/8) malam. Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Lengayang Novri, para wali nagari se Kecamatan Lengayang, pengurus masjid, tokoh masyarakat, serta masyarakat setempat.
Halal bihalal tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus mensyukuri terwujudnya ambulans yang diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Saat ini, Masjid Jabal Nur Bukit Lintang tercatat sebagai salah satu masjid di wilayah Nagari Kambang yang telah memiliki fasilitas ambulans untuk kepentingan sosial masyarakat.
Camat Lengayang, Novri mengapresiasi langkah Pengurus Masjid Jabal Nur Bukit Lintang bersama masyarakat yang telah berhasil mewujudkan ambulans melalui semangat kebersamaan dan gotong royong.
Menurutnya, keberadaan ambulans tersebut merupakan terobosan positif yang patut menjadi contoh bagi pengurus masjid lainnya di Kecamatan Lengayang.
Ia berharap masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga mampu berkembang menjadi pusat kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kami mengapresiasi apa yang telah dilakukan Pengurus Masjid Jabal Nur Bukit Lintang bersama masyarakat. Ini merupakan contoh nyata bahwa masjid bisa hadir memberikan solusi terhadap kebutuhan sosial masyarakat. Kami berharap langkah ini dapat menginspirasi pengurus masjid lainnya di Kecamatan Lengayang,” ujar Novri.
Ia mengimbau pengurus masjid di wilayah Lengayang untuk melihat kebutuhan masyarakat di lingkungan masing-masing dan membangun program sosial secara bertahap sesuai kemampuan.
Salah satunya adalah menghadirkan ambulans yang dapat digunakan masyarakat ketika membutuhkan pertolongan.
“Ambulans sangat dibutuhkan ketika ada masyarakat yang sakit, mengalami kondisi darurat, hendak dirujuk, ataupun membutuhkan transportasi untuk keperluan kemanusiaan lainnya. Jika setiap masjid mampu memiliki fasilitas seperti ini, tentu pelayanan sosial kepada masyarakat akan semakin mudah dan cepat,” katanya.
Novri juga menilai, keberhasilan Masjid Jabal Nur Bukit Lintang menunjukkan bahwa program besar tidak selalu harus dimulai dengan sumber daya yang besar. Dengan komunikasi yang baik, kepercayaan masyarakat, serta dukungan warga ranah dan rantau, kebutuhan bersama dapat diwujudkan secara bertahap.
Ia berharap semangat tersebut dapat ditularkan ke masjid-masjid lain sehingga ke depan semakin banyak rumah ibadah yang memiliki program sosial yang konkret dan menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Harapan kita bukan sekadar bertambahnya jumlah ambulans, tetapi terbentuknya budaya saling membantu di tengah masyarakat. Ketika ada warga yang membutuhkan pertolongan, masyarakat tidak lagi bingung mencari bantuan karena sudah ada fasilitas sosial yang bisa dimanfaatkan bersama,” ujarnya.
Novri juga mengajak masyarakat Lengayang yang berada di kampung maupun perantauan untuk terus menjaga kepedulian terhadap daerah asal.
Menurutnya, kontribusi masyarakat rantau tidak harus selalu dalam bentuk pembangunan fisik, tetapi juga dapat diarahkan untuk pelayanan sosial, kesehatan, pendidikan, keagamaan, dan kegiatan kemasyarakatan lainnya.
“Semoga apa yang dilakukan masyarakat Bukit Lintang ini menjadi inspirasi bagi kita semua. Kepedulian terhadap kampung halaman harus terus dirawat. Pemerintah tentu akan mendukung sesuai kewenangan yang ada, tetapi kekuatan utama dalam membangun kebersamaan tetap berada di tengah masyarakat,” tutupnya. (yon)






