Batik Canting Azazi Padang Panjang: Melestarikan Budaya dan Mengurangi Limbah

Penulis -

Jumat, 30 Mei 2025 - 14:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKM Batik Canting Azazi menjadi salah satu penggerak ekonomi kreatif di Padang Panjang. (Foto: Kominfo Padang Panjang)

UMKM Batik Canting Azazi menjadi salah satu penggerak ekonomi kreatif di Padang Panjang. (Foto: Kominfo Padang Panjang)

Padang Panjang, Javanusa—UMKM Batik Canting Azazi menjadi salah satu penggerak ekonomi kreatif di Padang Panjang.

Lokasinya berada di Kacang Kayu, Kelurahan Sigando, Kecamatan Padang Panjang Timur. Batik ini mengusung motif canting khas Minangkabau yang sarat makna budaya.

Perajin lokal Rita menjadi penggerak utama di Batik Canting Azazi. Berbekal pelatihan yang digelar di kelurahan, ia mendalami teknik canting tradisional.

Baca Juga: Wako Hendri Arnis Naik Angkot, Hidupkan Ekonomi Lokal di Padang Panjang

Dengan dedikasi tinggi, Rita menghasilkan kain batik yang tetap mempertahankan kualitas dan keaslian motif.

Pewarna Alami dan Pemanfaatan Limbah

Menariknya, Rita memanfaatkan kulit jengkol sebagai bahan pewarna alami. Ia mengumpulkan kulit jengkol di Pasar Pusat Padang Panjang setiap Senin dan Jumat. Ini menjadi upaya kreatif untuk mengurangi sampah sekaligus menghasilkan batik yang ramah lingkungan.

Kepala Bidang Perdagangan dan Perindustrian, Azani Maizuar, menyatakan dukungannya kepada Batik Canting Azazi. Saat berkunjung pada Jumat (23/5/2025), ia mengatakan batik ini lahir dari semangat dan pelatihan. Usaha ini kini membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.

Baca Juga: Pemko Padang Panjang Luncurkan Operasi Taat Pajak dan e-Retribusi Pelayanan Kebersihan

“Ini bisa menjadi motivasi bagi warga Padang Panjang untuk terus berkarya melalui batik,” ujar Azani.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Padang Panjang akan terus mendukung UMKM yang mau berkembang dan mengharumkan nama daerah.

Dengan inovasi dan komitmen tinggi, Batik Canting Azazi berharap dapat menjadi ikon batik Minangkabau yang dikenal lebih luas. Upaya ini juga sejalan dengan pelestarian budaya lokal dan pengurangan sampah di Padang Panjang. (*/red)

Baca Juga :  Peluncuran B50 Disambut Positif, Pengguna Kendaraan Berharap BBM Lebih Murah dan Pasokan Stabil

Berita Terkait

Empat Pasar di Pariaman Dapat Tambahan Anggaran Rehabilitasi Rp4,1 Miliar
Gebyar Pajak 2026, Mahyeldi Dorong Warga Sumbar Makin Taat Bayar Pajak
Rp115 Miliar Disiapkan untuk Pulihkan 38.000 UMKM Terdampak Bencana di Sumbar
SPKLU Center Pertama di Sumbar Diresmikan, Langkah Baru Menuju Green Province  
FIFA ASEAN CUP 2026 Jadi Berkah UMKM, Sehari Bisa Raup Omzet hingga Rp 1 Juta Sehari
Pertamina Cek Kualitas Pertalite di Padang, Sampel Diuji hingga Laboratorium Lemigas
Resmikan Al Harris Umrah, Fadly Amran Dorong Penguatan Ekonomi Haji dan Umrah
Pertalite Diduga Tercampur Material Asing, Pertamina Periksa 6 SPBU di Padang dan Agam

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:43 WIB

BMKG Maritim Teluk Bayur Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Sumbar 9–12 Oktober

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, Pemko Padang Dorong Budidaya Ikan RAS dan Mina Padi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Padang Mulai Uji Teknologi AI untuk Petakan Kerusakan Infrastruktur Pascabencana

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Padang Utara Siapkan 72 Kafilah, Targetkan Juara Umum MTQN ke-42 Kota Padang

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:11 WIB

KAI Divre II Sumbar Tutup 30 Perlintasan Liar, Keselamatan di Jalur Kereta Diperketat

Berita Terbaru