Padang Panjang, Javanusa—UMKM Batik Canting Azazi menjadi salah satu penggerak ekonomi kreatif di Padang Panjang.
Lokasinya berada di Kacang Kayu, Kelurahan Sigando, Kecamatan Padang Panjang Timur. Batik ini mengusung motif canting khas Minangkabau yang sarat makna budaya.
Perajin lokal Rita menjadi penggerak utama di Batik Canting Azazi. Berbekal pelatihan yang digelar di kelurahan, ia mendalami teknik canting tradisional.
Baca Juga: Wako Hendri Arnis Naik Angkot, Hidupkan Ekonomi Lokal di Padang Panjang
Dengan dedikasi tinggi, Rita menghasilkan kain batik yang tetap mempertahankan kualitas dan keaslian motif.
Pewarna Alami dan Pemanfaatan Limbah
Menariknya, Rita memanfaatkan kulit jengkol sebagai bahan pewarna alami. Ia mengumpulkan kulit jengkol di Pasar Pusat Padang Panjang setiap Senin dan Jumat. Ini menjadi upaya kreatif untuk mengurangi sampah sekaligus menghasilkan batik yang ramah lingkungan.
Kepala Bidang Perdagangan dan Perindustrian, Azani Maizuar, menyatakan dukungannya kepada Batik Canting Azazi. Saat berkunjung pada Jumat (23/5/2025), ia mengatakan batik ini lahir dari semangat dan pelatihan. Usaha ini kini membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.
Baca Juga: Pemko Padang Panjang Luncurkan Operasi Taat Pajak dan e-Retribusi Pelayanan Kebersihan
“Ini bisa menjadi motivasi bagi warga Padang Panjang untuk terus berkarya melalui batik,” ujar Azani.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Padang Panjang akan terus mendukung UMKM yang mau berkembang dan mengharumkan nama daerah.
Dengan inovasi dan komitmen tinggi, Batik Canting Azazi berharap dapat menjadi ikon batik Minangkabau yang dikenal lebih luas. Upaya ini juga sejalan dengan pelestarian budaya lokal dan pengurangan sampah di Padang Panjang. (*/red)






