Padang Panjang, Javanusa—Pemerintah Kota Padang Panjang meluncurkan dua program unggulan, Senin (26/5/2025), di Hall Lantai III Balai Kota. Program tersebut yaitu Operasi Taat Pajak (OTP) Daerah dan e-Retribusi Pelayanan Kebersihan.
Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, memimpin peluncuran. Hadir dalam acara ini Ketua DPRD Imbral, Kepala KPP Pratama Bukittinggi Rahmad Siswoyo, serta pimpinan Bank Nagari dan para pelaku usaha.
Wako Hendri menyebut, kedua program ini merupakan langkah nyata untuk mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Baca Juga: Dispangtan Padang Panjang Gelar Vaksinasi Massal HPR Cegah Rabies
Tahun lalu, Pemkot tidak mencapai target pendapatan Rp 25 miliar. Penyebab utamanya adalah belum optimalnya pemungutan pajak dan retribusi.
“Melalui OTP dan e-Retribusi, kita harap ada peningkatan PAD yang signifikan. Petugas akan bekerja langsung di lapangan dan memberi edukasi kepada wajib pajak,” ujar Hendri.
Ia juga menekankan pentingnya adaptasi petugas di lapangan dalam menyampaikan aturan kepada para pelaku usaha.
Baca Juga: Percepat Penyusunan RTRW, Wako Hendri dan Wawako Allex Kunjungi Kementerian ATR/BPN
“Masih banyak tempat usaha yang belum taat pajak. Kehadiran petugas OTP akan membantu menertibkan ini. Laporkan kendala kepada atasan untuk evaluasi rutin,” tambahnya.
Menurutnya, semua pajak dan retribusi yang dibayar masyarakat akan dikembalikan melalui layanan publik. Fokusnya antara lain pada pendidikan, kesehatan, dan pembangunan infrastruktur.
Kepala KPP Pratama Bukittinggi, Rahmad Siswoyo, mengapresiasi langkah Pemkot. Ia menyebut Padang Panjang sebagai daerah pertama di wilayahnya yang melaporkan SPT Tahunan tepat waktu.
Baca Juga: Bus ALS Terguling di Padang Panjang, Data Sementara: 11 Penumpang Tewas dan 23 Luka-Luka
“Kami siap bersinergi. Harapannya, program ini meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan mengoptimalkan penerimaan PAD,” katanya.
Sementara itu, Kepala BPKD Winarno menjelaskan Program OTP melibatkan 50 petugas. Mereka akan mengawasi langsung proses pemungutan di lapangan. “E-Retribusi akan mempercepat proses, mengurangi kebocoran, dan menyajikan data real-time yang akurat,” jelasnya.
Ia berharap, masyarakat dan pelaku usaha mendukung implementasi program tersebut. “Kolaborasi semua pihak sangat penting agar program ini sukses dan bermanfaat bagi pembangunan kota,” tutupnya. (*/red)






