Javanusa.com—Teko listrik memudahkan pengguna merebus air dalam waktu singkat. Namun, penggunaan yang kurang tepat dapat memicu luka bakar, korsleting listrik, hingga kerusakan perangkat.
Untuk menghindari risiko tersebut, pengguna perlu memperhatikan kondisi kabel, jumlah air, serta posisi teko saat beroperasi.
Langkah sederhana ini juga penting untuk menjaga keamanan keluarga, terutama di rumah yang memiliki anak-anak.
Penggunaan teko listrik yang benar tidak hanya membantu menjaga kinerja alat, tetapi juga mengurangi risiko kecelakaan rumah tangga. Dikutip dari Halodoc, berikut beberapa langkah yang perlu diperhatikan.
1. Periksa Kabel dan Kondisi Teko
Sebelum menyalakan alat, periksa badan teko, alas pemanas, steker, dan kabel listrik. Pastikan tidak ada bagian yang retak, terkelupas, atau terkena air.
Selanjutnya, letakkan teko di atas permukaan yang datar dan kering. Hindari posisi di dekat tepi meja agar alat tidak mudah jatuh.
2. Isi Air Sesuai Batas Wadah
Tuangkan air hingga mencapai batas minimum dan maksimum yang tertera pada wadah teko. Jangan menyalakan teko dalam keadaan kosong karena tindakan tersebut dapat merusak elemen pemanas.
Perhatikan juga jumlah air sebelum menyalakan alat. Pengisian yang sesuai membantu teko bekerja sebagaimana mestinya.
3. Tutup Penutup Sebelum Menyalakan Alat
Pastikan penutup teko terpasang rapat sebelum menghubungkan steker ke stopkontak. Setelah itu, nyalakan teko dan tunggu hingga air mendidih.
Sebagian besar teko listrik memiliki fitur pemutus otomatis yang menghentikan pemanasan setelah air mendidih. Pastikan fitur tersebut berfungsi dengan baik sesuai petunjuk produsen.
4. Hindari Menyentuh Air saat Masih Panas
Air mendidih dapat menyebabkan luka bakar. Karena itu, jangan membuka penutup atau menyentuh bagian dalam teko ketika air masih sangat panas.
Jauhkan teko dari jangkauan anak-anak selama proses pemanasan maupun setelah alat berhenti bekerja. Berhati-hatilah saat menuangkan air agar tidak tumpah ke tangan atau tubuh.
5. Cabut Steker dan Bersihkan Teko dengan Benar
Setelah selesai menggunakan teko listrik, cabut steker dari stopkontak. Biarkan alat mendingin sebelum membersihkan bagian dalamnya.
Jangan pernah merendam badan teko, alas pemanas, kabel, atau steker ke dalam air. Kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko kerusakan komponen listrik dan korsleting.
Untuk mengurangi penumpukan kerak, bersihkan bagian dalam teko sesuai petunjuk produsen. Hindari benda tajam yang dapat merusak permukaan wadah.
Perawatan Tepat Membantu Menjaga Keamanan
Selain mengikuti langkah penggunaan, pemeriksaan rutin juga penting untuk menjaga kondisi teko listrik. Hentikan pemakaian jika kabel rusak, steker bermasalah, atau fitur pemutus otomatis tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Dengan penggunaan dan perawatan yang tepat, teko listrik dapat membantu memenuhi kebutuhan air panas sehari-hari secara praktis sekaligus mengurangi risiko kecelakaan di rumah. (*)






