Cegah GAKI dari Rumah, Indra Catri Ajak Warga Baso Gunakan Garam Beriodium

Penulis -

Senin, 10 Agustus 2026 - 19:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Sumbar, Indra Catri saat sosialisasi Perda Sumbar Nomor 19 Tahun 2018 tentang Penanggulangan GAKI. (Foto: Ist)

Anggota DPRD Sumbar, Indra Catri saat sosialisasi Perda Sumbar Nomor 19 Tahun 2018 tentang Penanggulangan GAKI. (Foto: Ist)

Agam, Javanusa—Kebiasaan memilih garam beriodium di dapur menjadi salah satu langkah sederhana untuk mencegah Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (GAKI). Edukasi mengenai hal tersebut dinilai perlu terus diperkuat di tingkat keluarga.

Anggota DPRD Sumbar, Indra Catri, menyampaikan pesan itu saat mensosialisasikan Peraturan Daerah (Perda) Sumbar Nomor 19 Tahun 2018 tentang Penanggulangan Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (GAKI). Kegiatan berlangsung di Ladang Hutan, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, Minggu (9/8/2026).

Dalam sosialisasi tersebut, Indra Catri mengingatkan warga agar tidak mengabaikan kebutuhan iodium. Meski tubuh hanya memerlukannya dalam jumlah kecil, zat tersebut memiliki fungsi penting bagi kesehatan.

“Iodium memang dibutuhkan dalam jumlah kecil, tetapi perannya sangat besar bagi tubuh. Karena itu, jangan sampai kebutuhan iodium diabaikan hanya karena dianggap sebagai hal sederhana,” ujar Indra Catri.

Menurutnya, kekurangan iodium dapat menimbulkan berbagai persoalan kesehatan. Dampaknya tidak hanya berkaitan dengan fungsi tiroid, tetapi juga pertumbuhan dan kualitas sumber daya manusia.

Risiko tersebut menjadi semakin penting ketika kekurangan iodium berlangsung dalam jangka panjang. Karena itu, pencegahan perlu dilakukan melalui kebiasaan yang dapat diterapkan keluarga setiap hari.

Warga Diminta Cermat Memilih Garam

Indra Catri mengatakan Perda Sumbar Nomor 19 Tahun 2018 menjadi salah satu landasan pemerintah daerah dalam menangani persoalan GAKI.

Salah satu upaya yang perlu mendapat perhatian ialah ketersediaan garam konsumsi dengan kandungan iodium sesuai ketentuan.

Ia meminta masyarakat tidak menjadikan harga dan kemasan sebagai satu-satunya pertimbangan saat membeli garam.

“Jadi, masyarakat jangan hanya melihat garam dari harga atau kemasannya. Perhatikan juga apakah garam tersebut merupakan garam beriodium dan memenuhi standar,” katanya.

Pilihan bahan pangan di tingkat rumah tangga, lanjutnya, ikut menentukan kualitas kesehatan keluarga. Karena itu, pengetahuan mengenai garam beriodium perlu terus diberikan secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Perkuat Sinergi Antarnegara, Pemko Padang Sambut Program Pengabdian Masyarakat KPJ Healthcare University Malaysia

Keluarga menjadi lingkungan pertama yang membentuk kebiasaan makan dan pola hidup sehat. Pemahaman yang baik di tingkat keluarga diharapkan dapat membantu mencegah GAKI sejak dini.

Sosialisasi GAKI Diikuti Dialog dengan Warga

Selain menerima penjelasan mengenai GAKI, warga Baso juga berdiskusi tentang kebutuhan gizi keluarga. Pembahasan mencakup pola konsumsi sehari-hari serta langkah sederhana untuk mencegah kekurangan iodium.

Sejumlah pertanyaan muncul dalam sesi dialog. Kondisi itu membuat kegiatan berlangsung interaktif dan tidak sekadar menjadi penyampaian informasi dari pemerintah kepada masyarakat.

Indra Catri menilai keberhasilan kebijakan kesehatan membutuhkan keterlibatan masyarakat. Regulasi, menurutnya, harus berjalan bersama kesadaran warga dalam menerapkan kebiasaan sehat.

“Perda ini jangan hanya berhenti sebagai aturan. Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat memahami dan menerapkannya. Mari mulai dari rumah, biasakan menggunakan garam beriodium sesuai standar untuk mendukung kesehatan keluarga dan menyiapkan generasi yang lebih berkualitas,” tuturnya.

Dorong Kesadaran Gizi Keluarga

Indra Catri berharap sosialisasi Perda tentang GAKI tersebut meningkatkan kepedulian masyarakat Baso terhadap pemenuhan kebutuhan gizi.

Ia juga mendorong warga menerapkan pola hidup sehat secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, masyarakat yang sehat merupakan modal penting untuk membangun Sumbar dengan sumber daya manusia yang kuat, produktif, dan berdaya saing. (*)

Berita Terkait

Gustami Hidayat Salurkan Bantuan Pangan untuk Ibu Hamil dan Balita di Padang
Muhidi Dorong Satu Kelurahan Satu Masjid Ramah Anak di Sumbar
Ketua DPRD Sumbar Muhidi Dorong Mahasiswa Perkuat Literasi, Kuasai Teknologi dan Berpikir Kritis
Kejurprov Tenis Meja Sumbar 2026 Diikuti 156 Peserta, Gustami Hidayat Tekankan Sportivitas
Monev KI Sumbar 2026, DPRD Sumbar Paparkan 19 Inovasi Layanan Informasi Publik
Ketua DPRD Sumbar Muhidi Dorong Guru Fisika Cetak Generasi Unggul dan Berkarakter
Ketua DPRD Sumbar Muhidi Dorong Gerakan Satu Kelurahan Satu Masjid Ramah Anak
Evi Yandri Ajak Warga Sumbar Aktif Cegah Penyalahgunaan Narkoba

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Stadion Haji Agus Salim Padang Punya Kapasitas 12.067 Penonton, Ini Fasilitasnya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Genoa Bungkam Juventus 2-0, Bianconeri Tertahan di Peringkat 8

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Hasil Carabao Cup: Manchester City Singkirkan Brighton Lewat Adu Penalti 4-3

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Tanpa Harry Kane, Bayern Munich Bantai Magdeburg 6-1 di DFB Pokal

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Liverpool Singkirkan Chelsea Lewat Adu Penalti, Lolos ke Perempat Final Carabao Cup

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Fortuna Sittard Singkirkan Sparta Rotterdam, Justin Hubner Cs Lolos ke Babak Kedua Piala KNVB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:55 WIB

AC Milan Dibantai Bologna 2-4 di San Siro, Samuel Mbangula Cetak Hattrick

Berita Terbaru

Sumsel United siap menghadapi Semen Padang di Pegadaian Championship 2026/2027. (Foto: ileague.id)

Liga 2

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Okt 2026 - 18:26 WIB