Festival Lembah Baliem 2026 Jadi Penggerak Ekonomi dan Pariwisata Papua Pegunungan

Penulis -

Minggu, 9 Agustus 2026 - 07:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) ke-34 di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. (Foto: Kemenpar)

Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) ke-34 di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. (Foto: Kemenpar)

Wamena, Javanusa—Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) 2026 tidak hanya menjadi panggung pelestarian tradisi.

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menilai festival tersebut dapat memperluas peluang ekonomi masyarakat Papua Pegunungan.

Ni Luh mengatakan geliat festival mampu memberi dampak langsung kepada pelaku seni, UMKM, pengusaha kuliner, penyedia akomodasi, hingga sektor transportasi.

“Seni dan pariwisata memiliki kekuatan untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. Dampaknya bisa dirasakan tidak hanya oleh pemerintah dan masyarakat, tetapi juga pelaku seni budaya, UMKM, penyedia akomodasi dan transportasi, hingga usaha makanan dan minuman,” kata Wamenpar Ni Luh saat membuka Festival Budaya Lembah Baliem ke-34 di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Jumat (7/8).

FBLB 2026 berlangsung pada 7–8 Agustus 2026. Tahun ini, festival tersebut kembali masuk Top 10 Karisma Event Nusantara (KEN) 2026.

Posisi itu memperkuat reputasi Festival Budaya Lembah Baliem sebagai salah satu agenda budaya unggulan Indonesia. Pemerintah berharap penyelenggaraannya ikut meningkatkan daya saing pariwisata Papua Pegunungan.

Kekayaan Budaya Jadi Daya Tarik Wisata

Ni Luh melihat Lembah Baliem memiliki perpaduan potensi alam dan budaya yang kuat. Masyarakat setempat juga masih mempertahankan berbagai tradisi dalam kehidupan sehari-hari.

Kondisi tersebut, menurut dia, menjadi modal penting untuk menghadirkan pengalaman wisata yang autentik. Pada saat yang sama, tradisi lokal dapat memperkuat identitas budaya Papua Pegunungan.

Festival Budaya Lembah Baliem kemudian menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan kekayaan tersebut kepada wisatawan dari berbagai daerah dan negara.

Salah satu atraksi yang menjadi ciri khas FBLB ialah simulasi perang tradisional. Penyelenggara kini menghadirkan atraksi itu sebagai representasi budaya sekaligus pesan tentang perdamaian, persaudaraan, dan persatuan.

“Keberanian sejati bukan diukur dari kemampuan mengalahkan sesama, tetapi dari kebijaksanaan menjaga kedamaian dan ketenangan tanpa kehilangan jati diri,” kata Ni Luh.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Musnahkan 214,84 Ton Narkoba Senilai Rp 29,37 Triliun
Pemerintah Dorong Penguatan Sanggar Seni

Selain pengembangan destinasi, Kementerian Pariwisata juga menaruh perhatian pada keberlanjutan ekosistem seni budaya di Jayawijaya.

Ni Luh menyebut masyarakat menyampaikan aspirasi agar pemerintah memberi perhatian lebih besar kepada sanggar-sanggar seni budaya. Menanggapi hal tersebut, Kementerian Pariwisata akan berkolaborasi dengan Kementerian Koperasi.

Kolaborasi itu bertujuan memperkuat sanggar sekaligus menciptakan peluang ekonomi bagi para pelaku seni.

“Kami menerima amanat dari masyarakat mengenai perhatian terhadap sanggar-sanggar seni budaya di Jayawijaya. Bersama Kementerian Koperasi, kami berkomitmen berkolaborasi agar sanggar-sanggar tersebut terus berkembang, mampu mempertahankan tradisi, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” kata Wamenpar.

Ni Luh juga mengajak berbagai pemangku kepentingan menjaga kesinambungan FBLB. Ia berharap festival tersebut dapat mendorong generasi muda untuk ikut merawat adat dan budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Menurutnya, pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata perlu berjalan beriringan. Strategi tersebut dapat memperkuat posisi Papua Pegunungan sebagai destinasi wisata unggulan.

Peningkatan kualitas festival juga diharapkan mampu mendatangkan lebih banyak wisatawan nusantara dan mancanegara.

“Mudah-mudahan festival ini terus berkembang, semakin berkualitas, dan mampu menarik lebih banyak wisatawan untuk datang ke Papua Pegunungan,” ujarnya.

Kementerian Koperasi Siapkan Penguatan Ekonomi

Menteri Koperasi Ferry Juliantono turut menghadiri pembukaan FBLB 2026. Ia menyatakan Kementerian Koperasi siap mendukung pemberdayaan pelaku seni melalui pengembangan ekonomi berbasis koperasi.

Ferry menilai pendampingan terhadap sanggar seni dapat memperluas keterlibatan masyarakat dalam FBLB pada penyelenggaraan berikutnya. Langkah tersebut juga diharapkan mendorong jumlah wisatawan nusantara dan mancanegara meningkat hingga dua kali lipat.

“Selain itu, produk-produk unggulan seperti Kopi Wamena dan berbagai komoditas potensial lainnya juga akan kami kembangkan melalui penguatan skala ekonomi koperasi sehingga manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,” ujar Ferry.

Baca Juga :  Kemenpar Bidik Wisatawan Jepang lewat Tourism Expo Japan 2026
Festival Bergilir di Wilayah Jayawijaya

Bupati Jayawijaya Athenius Murip menilai FBLB memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya masyarakat Papua Pegunungan.

Menurut Athenius, festival juga menjadi sarana untuk memperkenalkan potensi Jayawijaya kepada masyarakat luas hingga wisatawan internasional.

Pemerintah Kabupaten Jayawijaya menerapkan lokasi penyelenggaraan festival secara bergilir. Kebijakan tersebut bertujuan memperluas manfaat ekonomi sekaligus promosi pariwisata ke berbagai wilayah.

“Tahun ini festival diselenggarakan di Distrik Walesi setelah sebelumnya di Distrik Usilimo. Kami ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Jayawijaya bukan hanya kaya akan budaya, tetapi juga memiliki potensi pariwisata yang luar biasa,” kata Athenius.

Dalam pembukaan FBLB 2026, Ni Luh didampingi Asisten Deputi Strategi Event Kementerian Pariwisata Raden Wisnu Sindhutrisno. Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere juga hadir dalam kegiatan tersebut. (*)

Berita Terkait

WIG 2026 Digelar di Solo dan Yogyakarta, Gastronomi Indonesia Dibawa ke Panggung Global
Greater Bay Airlines Buka Rute Hong Kong-Surabaya, Kemenpar Bidik Lonjakan Wisatawan
WITF 2026 Kembali Digelar, Perluas Akses Pariwisata Indonesia ke Pasar Global
Dari Raja Ampat hingga Labuan Bajo, Menpar Tawarkan Peluang Investasi Wisata Bahari di Monako
Kemenpar Bidik Wisatawan Jepang lewat Tourism Expo Japan 2026
47 Hotel dan Resor Indonesia Masuk Michelin Keys 2026, Kemenpar Sebut Rekor Baru
Percepat Revitalisasi Kota Tua, Fadly Amran Minta Pendataan Bangunan Segera Dituntaskan
PKL Batang Arau Akan Ditata, Pemko Padang Siapkan Sentra Kuliner

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Padang Utara Siapkan 72 Kafilah, Targetkan Juara Umum MTQN ke-42 Kota Padang

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:11 WIB

KAI Divre II Sumbar Tutup 30 Perlintasan Liar, Keselamatan di Jalur Kereta Diperketat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:04 WIB

Pemko Padang Perkuat Pengelolaan Sampah Terpadu Lewat Gerakan Pilah Sampah dari Rumah

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:53 WIB

Persiapan MTQ ke-42 Kota Padang Dimatangkan, 663 Kafilah Siap Bertanding

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:27 WIB

PWI Health Fun Run 5K Hadir di Mandeh, Gabungkan Olahraga dan Promosi Wisata

Berita Terbaru