Perkuat Promosi dan Genjot Kunjungan Wisman, Kemenpar Ajak Travel Agent Malaysia Jelajahi Kepri

Penulis -

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemenpar mengajak 12 pelaku industri perjalanan wisata asal Malaysia mengikuti kegiatan Famtrip ke Destinasi Pariwisata Regeneratif (DPR) Kepri pada 18–21 Mei 2026. (Foto: Kemenpar)

Kemenpar mengajak 12 pelaku industri perjalanan wisata asal Malaysia mengikuti kegiatan Famtrip ke Destinasi Pariwisata Regeneratif (DPR) Kepri pada 18–21 Mei 2026. (Foto: Kemenpar)

Batam, Javanusa—Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus memperkuat promosi pariwisata Indonesia di pasar Malaysia melalui kegiatan Familiarization Trip (Famtrip) di Kepulauan Riau (Kepri).

Sebanyak 12 pelaku industri perjalanan wisata asal Malaysia mengikuti kegiatan Famtrip yang berlangsung pada 18–21 Mei 2026. Peserta terdiri atas delapan travel agent dan tour operator dari Kuala Lumpur serta empat pelaku usaha wisata dari Johor Bahru.

Selama empat hari, peserta menjelajahi berbagai potensi wisata di Batam, Tanjung Pinang, dan Bintan yang menjadi bagian dari Destinasi Pariwisata Regeneratif (DPR) Kepulauan Riau.

Malaysia Masih Menjadi Pasar Utama Wisatawan Kepri

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, mengatakan Malaysia masih menjadi salah satu pasar utama wisatawan mancanegara bagi Indonesia. Selain itu, kedekatan geografis dan konektivitas transportasi yang baik menjadikan Kepri sebagai pintu gerbang penting bagi wisatawan asal negeri jiran tersebut.

“Malaysia merupakan salah satu pasar utama wisatawan mancanegara ke Indonesia. Kedekatan geografis dan konektivitas yang baik menjadikan Kepulauan Riau memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan sebagai destinasi unggulan wisata lintas batas,” ujar Made dalam keterangannya, Jumat (29/5/2026).

Dalam kegiatan tersebut, peserta mengunjungi sejumlah destinasi unggulan, seperti Jembatan Barelang di Batam, Pulau Penyengat di Tanjung Pinang, serta kawasan wisata Lagoi di Bintan.

Mereka juga mengenal lebih dekat wisata budaya Melayu, pusat perbelanjaan, fasilitas akomodasi, serta mengikuti sesi business networking bersama pelaku industri pariwisata daerah.

Kemenpar menyelenggarakan kegiatan ini bersama sejumlah mitra. Di antaranya Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjung Pinang. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bintan, ASITA Tanjung Pinang, Batam View Resort, Nongsa Resorts, Aston Tanjung Pinang, Bintan Resorts Cakrawala, dan Pasir Gudang Passenger Terminal.

Baca Juga :  Wamenpar Tinjau Tugu Pahlawan hingga Bandara Juanda, Cek Kesiapan Surabaya Hadapi Lonjakan Wisatawan
Perkenalkan Wisata Ramah Muslim dan Perkuat Jejaring Bisnis

Selain mempromosikan destinasi unggulan, Famtrip juga menjadi sarana memperkenalkan konsep wisata ramah Muslim yang menjadi salah satu kekuatan Kepri. Daerah ini memiliki sejumlah keunggulan yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan Malaysia.

Keunggulan tersebut meliputi kesamaan budaya Melayu, ketersediaan kuliner halal, kemudahan akses transportasi, serta suasana destinasi yang akrab bagi wisatawan asal Malaysia.

Made menjelaskan, pengalaman langsung di lapangan membantu travel agent dan tour operator memahami lebih dalam produk wisata yang dimiliki Batam, Tanjung Pinang, dan Bintan. Dengan pemahaman tersebut, mereka dapat menyusun dan memasarkan paket wisata yang lebih menarik bagi wisatawan Malaysia.

Menurutnya, Famtrip menjadi salah satu strategi promosi yang efektif. Program ini tidak hanya memperkuat jejaring bisnis antar pelaku industri, tetapi juga membuka peluang lahirnya paket wisata baru yang lebih kompetitif dan sesuai dengan kebutuhan pasar.

Kunjungan Wisatawan Malaysia Tumbuh Signifikan

Data kunjungan wisata menunjukkan prospek yang menjanjikan bagi sektor pariwisata Kepulauan Riau. Berdasarkan Mobile Positioning Data (MPD) tahun 2025, jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Kepri mencapai lebih dari 2,1 juta kunjungan. Sementara itu, perjalanan wisatawan nusantara melampaui 5,2 juta perjalanan.

Di sisi lain, tren kunjungan wisatawan Malaysia melalui Batam juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Pada 2025, jumlah kunjungan melalui jalur laut mencapai 412.127 wisatawan. Angka tersebut meningkat sekitar 48,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 278.082 kunjungan.

Peningkatan itu menjadi indikator kuat besarnya potensi pengembangan wisata lintas batas antara Malaysia dan Kepulauan Riau.

“Kami optimistis sinergi promosi dan konektivitas pariwisata Indonesia-Malaysia akan semakin kuat. Harapannya dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kepulauan Riau sebagai salah satu destinasi unggulan Indonesia di kawasan Asia Tenggara,” kata Made. (*/red)

Baca Juga :  Kemenpar Perkuat Pasar Malaysia lewat Wonderful Indonesia Sales Mission 2026, Promosikan Destinasi Prioritas

Berita Terkait

Mahyeldi Bidik Pasar Wisata Baru Sumbar Lewat AITTA Travel Mart 2026
Penerbangan Langsung Shenzhen–Jakarta Kembali Beroperasi, Kemenpar Bidik 1 Juta Wisatawan Tiongkok
Jaga Daya Tarik Wisata Batu Malin Kundang, Pemko Padang Bersihkan Pantai Air Manis
Kemenpar Promosikan Wisata Wellness dan Kuliner Yogyakarta ke Agen Perjalanan Singapura
MotoGP Mandalika 2026 Perkuat Indonesia Sebagai Destinasi Sport Tourism Kelas Dunia
Pariwisata Indonesia Tumbuh hingga Agustus 2026, Kunjungan Wisman Tembus 10,58 Juta
Indonesia Jadi Kantor Pusat Sekretariat Regional ASEAN MRA-TP, Apa Manfaatnya bagi SDM Pariwisata?
WIG 2026 Digelar di Solo dan Yogyakarta, Gastronomi Indonesia Dibawa ke Panggung Global

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:43 WIB

Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, Korlantas Polri Utamakan Edukasi dan Keselamatan

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Kapolri Ungkap Laboratorium Sabu di Aceh, Hampir 1,2 Ton Narkotika Disita

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:41 WIB

BGN Kembalikan Rp160,37 Miliar ke Kas Negara, Tindak Lanjuti Temuan BPK

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:17 WIB

MUI Desak Pemerintah Segera Putuskan Nasib Konser Andrea Bocelli di Indonesia

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:06 WIB

Kapan Awal Ramadan 2027? KHGT Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh pada 8 Februari

Berita Terbaru