Gestrojoni: KORMI Pessel Dukung Program Nagari Sehat, Olahraga Masyarakat Jadi Pilar Utama
Pessel, Javanusa—Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) mendukung penuh program Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, bugar, dan berkualitas.
Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua KORMI Pessel, Gestrojoni dalam wawancara khusus bersama media ini, Jumat (28/8/2025).
Menurut Gestrojoni, olahraga masyarakat memiliki peran strategis dalam membangun sumber daya manusia yang sehat dan produktif.
Karena melalui Induk Olahraga (Inorga) yang dinaungi oleh KORMI, masyarakat bisa berolahraga dengan gembira, teratur, dan terarah tanpa tekanan kompetisi.
“Olahraga masyarakat itu tidak harus berlomba-lomba menjadi juara. Yang utama adalah bagaimana kita membentuk masyarakat yang sehat jasmani dan rohani. Di situlah KORMI hadir sebagai fasilitator,” kata Gestro.
Apa itu KORMI?
Gestrojoni menjelaskan KORMI merupakan satu dari tiga induk organisasi olahraga di Indonesia yang memiliki fungsi dan fokus berbeda.
Jika KONI membina olahraga prestasi, dan OSN mengembangkan olahraga disabilitas, maka KORMI hadir untuk membina olahraga masyarakat yang bersifat inklusif, partisipatif, dan rekreatif.
KORMI menaungi puluhan Inorga berbasis komunitas seperti, Inorga senam, pencak silat tradisional, yoga, sepeda santai, panahan tradisional, hingga permainan rakyat dan olahraga wisata.
Termasuk juga kungfu, bejang (gulat tradisional), yoga, dan balap sepeda tradisional. Berbagai Inorga ini dikembangkan untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat, dari anak-anak hingga lansia.
“KORMI itu menyentuh langsung ke masyarakat. Kegiatan-kegiatannya bisa dilakukan di halaman rumah, lapangan nagari, atau tempat-tempat publik. Tidak perlu fasilitas mahal, yang penting semangatnya,” ujar Gestrojoni.
Ia menambahkan olahraga masyarakat bukan hanya soal fisik, tetapi juga menyentuh aspek sosial, budaya, dan mental masyarakat. Banyak Inorga KORMI yang berbasis budaya lokal sehingga juga berperan melestarikan tradisi.
Dukungan terhadap program Nagari Sehat yang menjadi bagian dari visi-misi Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni dan Wakil Bupati Risnaldi Ibrahim, menurut Gestrojoni, menjadi panggilan moral sekaligus tanggung jawab KORMI dalam mendampingi pemerintah.
“Kami siap berkolaborasi dengan pemerintah nagari, dinas kesehatan, dan stakeholder lainnya untuk menjadikan olahraga masyarakat sebagai gerakan bersama menuju nagari sehat,” ungkapnya.
Hingga saat ini, lanjut Gestrojoni, sudah banyak kegiatan olahraga masyarakat yang digelar di berbagai nagari di Pessel. Mulai dari senam bersama, lomba permainan rakyat, olahraga rekreasi keluarga, hingga pelatihan kader olahraga sehat di tingkat nagari.
Dukungan dari masyarakat juga semakin besar. Banyak komunitas lokal yang kini ingin mendaftar menjadi bagian dari KORMI karena merasa kegiatan olahraga yang mereka lakukan punya tempat yang jelas di bawah naungan organisasi resmi.
“Misalnya kelompok ibu-ibu senam, komunitas bersepeda, atau bahkan pegiat permainan tradisional. Sekarang mereka tahu, kegiatan mereka bisa berkembang lebih baik bersama KORMI,” tambah Gestrojoni.
Ia juga menekankan KORMI bukan organisasi eksklusif. Justru KORMI hadir untuk semua kalangan, termasuk masyarakat di pelosok nagari yang ingin hidup sehat dengan cara yang menyenangkan dan murah.
Dalam waktu dekat, KORMI Pessel juga berencana melakukan pendampingan langsung ke beberapa nagari untuk menyusun program olahraga masyarakat yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi lokal.
“Setiap nagari itu unik. Kita tidak bisa pukul rata. Ada nagari yang cocok dengan senam lansia, ada yang lebih semangat dengan sepeda wisata atau silat tradisional. Semua bisa kita fasilitasi,” terang Gestrojoni.
KORMI juga terus memperkuat sinergi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan Dinas PMDPPKB agar program olahraga masyarakat bisa terintegrasi dengan program pemerintah lainnya.
Dengan pendekatan partisipatif, KORMI berharap bisa mengubah pola pikir masyarakat bahwa olahraga bukan hanya untuk anak muda atau atlet, tetapi juga untuk siapa saja, kapan saja, dan di mana saja.
“Olahraga masyarakat itu fleksibel, bisa dilakukan siapapun. Yang penting ada kemauan dan kebersamaan,” kata Gestro.
Dari itu, ia berharap ke depan, setiap nagari di Pesisir Selatan bisa memiliki minimal satu program unggulan olahraga masyarakat yang terjadwal secara rutin dan difasilitasi dengan baik oleh pemerintahan nagari.
Gestrojoni juga mendorong keterlibatan generasi muda dalam olahraga masyarakat, agar mereka tidak hanya sibuk dengan gawai atau aktivitas pasif lainnya. Kegiatan seperti skateboarding, parkour, panahan tradisional, atau e-sport sehat bisa jadi alternatif yang positif.
Menutup wawancara, Gestrojoni menyampaikan KORMI bukan sekadar organisasi, tetapi gerakan sosial yang berlandaskan semangat kebersamaan, kebugaran, dan kearifan lokal.
“Kalau masyarakat kita sehat, maka kualitas hidup akan meningkat. Dari sana pembangunan bisa berjalan lebih baik. KORMI hadir untuk ikut membangun masyarakat sehat, mulai dari nagari,” pungkasnya. (sus)






