Google Prediksi AI Sumbang Rp66 Triliun untuk Ekonomi Kreatif, Wamen Ekraf Tekankan Perlindungan Kreator

Penulis -

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamen Ekonomi Kreatif, Irene Umar saat peluncuran AI Economic Impact Report: Building the Future: Shaping Indonesia’s AI Era dalam forum Google & Youtube untuk AI dan Ekonomi Kreatif di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta, Kamis (23/7/2026). (Foto: Kementerian Ekraf)

Wamen Ekonomi Kreatif, Irene Umar saat peluncuran AI Economic Impact Report: Building the Future: Shaping Indonesia’s AI Era dalam forum Google & Youtube untuk AI dan Ekonomi Kreatif di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta, Kamis (23/7/2026). (Foto: Kementerian Ekraf)

Jakarta, Javanusa—Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) diperkirakan mampu menyumbang hingga Rp66 triliun per tahun bagi sektor ekonomi kreatif Indonesia.

Namun, di balik peluang tersebut, pemerintah menegaskan pengembangan AI harus berjalan seiring dengan perlindungan hak para kreator dan penguatan talenta digital.

Hal itu terungkap saat peluncuran AI Economic Impact Report: Building the Future: Shaping Indonesia’s AI Era dalam forum Google & YouTube untuk AI dan Ekonomi Kreatif di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta, Kamis (23/7).

Forum tersebut mempertemukan pemerintah, industri, akademisi, dan komunitas untuk memperkuat kolaborasi dalam pengembangan kecerdasan buatan yang bertanggung jawab.

Dalam laporan yang disusun Google bersama Public First, teknologi AI diproyeksikan mampu memberikan kontribusi ekonomi hingga Rp66 triliun setiap tahun bagi sektor ekonomi kreatif nasional.

Selain itu, adopsi AI diperkirakan melahirkan sekitar 1,8 juta kreator profesional baru pada 2035. Teknologi ini juga berpotensi meningkatkan ekspor konten kreatif berbasis AI hingga Rp6,7 triliun per tahun melalui proses kreasi dan lokalisasi konten.

Wamen Ekraf: AI Memperkuat Kreativitas, Bukan Menggantikannya

Wamen Ekraf Irene Umar menegaskan kecerdasan buatan tidak menggantikan peran manusia dalam menghasilkan karya kreatif.

Menurutnya, AI justru menjadi alat yang mampu memperkuat kreativitas apabila didukung sumber daya manusia yang kompeten.

“Artificial Intelligence bukanlah pengganti kreativitas manusia. AI adalah teknologi yang memperkuat kreativitas manusia. Yang perlu kita siapkan adalah talenta yang mampu memanfaatkan teknologi, memahami data, serta menghasilkan karya yang memiliki daya saing global. Indonesia tidak boleh hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga harus menjadi pencipta dan pemain di pasar dunia,” ujar Irene.

Ia menilai pengembangan AI harus dibarengi peningkatan kualitas talenta digital. Karena itu, Kementerian Ekonomi Kreatif bersama Google menyiapkan program beasiswa Creative Technology Future Talents.

Baca Juga :  Telkomsel Raih Dua Penghargaan HR Asia 2025, Pertahankan Gelar “Best Companies to Work in Asia” Lima Tahun Berturut-turut

Program pelatihan daring tersebut mencakup bidang Artificial Intelligence, Data Analytics, Project Management, dan Cybersecurity. Melalui program ini, pemerintah ingin memperkuat kapasitas kreator, inovator, serta technopreneur Indonesia menghadapi transformasi digital.

Perlindungan Hak Cipta Jadi Bagian Penting Pengembangan AI

Irene juga menekankan bahwa pemanfaatan AI harus tetap menghormati hak kekayaan intelektual. Menurutnya, perlindungan terhadap karya kreatif menjadi syarat penting agar inovasi dapat berkembang secara berkelanjutan.

Pemanfaatan tata kelola data juga dinilai mampu membantu pelaku ekonomi kreatif menyusun strategi bisnis, meningkatkan efisiensi produksi, sekaligus memperluas akses ke pasar ekspor.

Ia menambahkan, keberhasilan transformasi AI membutuhkan investasi yang konsisten pada pengembangan talenta, pengelolaan data, dan pengambilan keputusan berbasis data. Dampak ekonomi AI, lanjut Irene, perlu diukur secara berkelanjutan agar peluang usaha, penciptaan lapangan kerja, dan nilai tambah yang dihasilkan dapat dipetakan secara optimal.

Google Siap Perkuat Kolaborasi dengan Pemerintah

Vice President of Government Affairs & Public Policy Google, Markham Erickson, menyebut Indonesia memiliki peluang besar menjadi salah satu kekuatan ekonomi digital berbasis AI.

Potensi tersebut didukung jumlah penduduk usia muda yang besar, tingginya adopsi teknologi digital, serta ekosistem kreatif yang terus berkembang.

“Kami berkomitmen menjadi mitra pemerintah Indonesia dalam membangun ekosistem AI yang terbuka, inklusif, dan bertanggung jawab. Ketika teknologi terbuka bertemu dengan kreativitas Indonesia, kami percaya akan semakin banyak peluang yang dapat diciptakan bersama bagi masyarakat, pelaku usaha, dan sektor ekonomi kreatif,” kata Markham.

Forum Google & YouTube untuk AI dan Ekonomi Kreatif sekaligus menjadi wadah memperkuat sinergi antara pemerintah, Google, akademisi, industri, dan komunitas dalam membangun ekosistem AI yang mendorong inovasi serta meningkatkan daya saing ekonomi kreatif Indonesia di tingkat global.

Baca Juga :  Wamen Ekraf Dorong Lahirnya Wirausaha Muda Lewat Prestasi Junior Indonesia

Sementara itu, pendaftaran program pelatihan CREATech Future Talents telah dibuka untuk masyarakat umum melalui tautan ekr.af/CREATech. Pengumuman peserta yang lolos proses kurasi dijadwalkan pada Agustus 2026 melalui email pendaftar dan akun media sosial resmi Kementerian Ekraf @ekraf.ri. (*)

Berita Terkait

PYDC 2026 Jadi Ruang Regenerasi Desainer dan Pelestarian Budaya Minangkabau
PFS 2026 Hadirkan 23 Desainer, Dorong Ekosistem Fesyen Kota Padang
Talk on Taste HJK Padang ke-357, Menteri Ekraf Dukung Padang Jadi City of Gastronomy UNESCO
Kementerian Ekraf Irene Umar Dorong The Local Market SCBD Jadi Agenda Bulanan, Buka Akses Lebih Luas bagi UMKM Kreatif
Wamen Ekraf Dorong Lahirnya Wirausaha Muda Lewat Prestasi Junior Indonesia
Kementerian Ekraf Dukung Promosi Kuliner Indonesia di Belanda, Bidik Pasar Global Lewat S’RASA
Kementerian Ekraf Dukung Pengembangan Bioskop Modular, Perluas Akses Film Nasional hingga Daerah
Hari Anak Nasional 2026, Kementerian Ekraf Perkuat Ruang Kreatif Ramah Anak untuk Cetak Talenta Indonesia Emas 2045

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Uji Coba MBG Sistem Prasmanan, BGN Ingin Makanan Lebih Hangat dan Segar di Sekolah

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:01 WIB

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:11 WIB

Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 Dorong Peternak Perkuat Genetik dan Produktivitas

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Mentan Amran Sambut Wamentan Saleh Mustafa: Speed Kerja Pertanian Harus Meningkat

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Presiden Prabowo Anugerahkan Bintang Mahaputera kepada 7 Tokoh TNI, Ini Daftarnya

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:29 WIB

Presiden Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru TNI pada HUT ke-81, Ini Daftar dan Rinciannya

Berita Terbaru