High Heels Tetap Cantik Dipakai, Ini Cara Mencegah Nyeri dan Cedera Kaki

Penulis -

Senin, 28 September 2026 - 20:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Wanita memakai high heels. (Foto: AI Generated)

Ilustrasi Wanita memakai high heels. (Foto: AI Generated)

Javanusa.com—High heels memang dapat menunjang penampilan, tetapi pemakaian terlalu lama bisa memberi tekanan besar pada kaki.

Risiko tersebut meningkat ketika sepatu memiliki hak tinggi, ujung sempit, atau ukuran yang tidak sesuai.

Tekanan terutama muncul karena posisi tumit yang terangkat membuat beban tubuh berpindah ke bagian depan telapak kaki. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini dapat memicu berbagai masalah pada kaki.

Karena itu, pemilihan model sepatu dan lama pemakaian menjadi hal penting. Dengan beberapa langkah sederhana, pengguna tetap bisa mengenakan high heels tanpa mengabaikan kenyamanan kaki.

High Heels Mengubah Distribusi Beban Tubuh

Saat mengenakan sepatu hak tinggi, posisi kaki berubah sehingga bagian depan telapak kaki menerima beban lebih besar. Banner Health menyebut kondisi tersebut dapat menyebabkan metatarsalgia atau nyeri pada area bawah jari kaki.

Tekanan berulang juga dapat meningkatkan risiko cedera tulang. Sementara itu, bagian depan sepatu yang terlalu sempit bisa menekan jari kaki dan memicu bunion, kapalan, serta mata ikan.

Masalah lain juga dapat muncul akibat tekanan pada jari. Kementerian Kesehatan RI menjelaskan bahwa sepatu yang terlalu sempit dapat membuat otot dan tendon jari memendek.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan jari menekuk seperti palu atau dikenal sebagai hammer toe. Tekanan pada saraf di antara jari juga dapat memicu neuroma Morton yang menimbulkan nyeri dan peradangan.

Dampaknya Bisa Menjalar ke Lutut dan Punggung

Risiko penggunaan high heels tidak hanya berkaitan dengan bentuk dan kondisi jari kaki. Posisi tumit yang terus terangkat juga dapat membuat tendon Achilles memendek.

Perubahan posisi kaki turut memengaruhi pola berjalan. Akibatnya, lutut, pinggul, hingga punggung bagian bawah dapat menerima beban tambahan.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Sumbar Senin 27 Juli 2026: Cerah Berawan, Hujan Ringan Berpotensi di Sejumlah Daerah

Kaki juga menjadi kurang stabil ketika menggunakan hak tinggi. Kondisi tersebut meningkatkan kemungkinan terkilir, terutama ketika otot mulai mengalami kelelahan setelah berjalan atau berdiri cukup lama.

Kemenkes RI menganjurkan masyarakat menghindari penggunaan hak tinggi untuk mengurangi risiko ketidakstabilan dan jatuh. Untuk membantu menjaga keseimbangan serta mengurangi tekanan pada bagian depan kaki, tinggi hak sebaiknya tidak melebihi 2,5 sentimeter.

Tips Memakai High Heels agar Lebih Nyaman

Penggunaan high heels tidak harus selalu berujung pada kaki pegal. Beberapa kebiasaan berikut dapat membantu mengurangi tekanan dan meningkatkan kenyamanan:

    • Pilih hak yang rendah dan lebih lebar. Hak yang rendah dapat mengurangi tekanan pada bagian depan telapak kaki.
    • Perhatikan bentuk ujung sepatu. Model dengan bagian depan membulat atau terbuka memberi ruang lebih bagi jari kaki.
    • Gunakan bantalan yang empuk. Alas tambahan dapat membantu meningkatkan kenyamanan selama sepatu digunakan.
    • Pastikan ukurannya tepat. Sepatu sebaiknya langsung terasa nyaman sejak pertama dipakai. Sisakan ruang sekitar 1–1,5 sentimeter di bagian depan jari.
    • Batasi waktu pemakaian. Bawa sepatu datar sebagai alternatif ketika bepergian atau saat kaki mulai terasa lelah.
    • Perkuat otot inti dan punggung. Latihan tersebut dapat membantu menjaga keseimbangan tubuh ketika berjalan menggunakan hak tinggi.
    • Berhenti jika muncul keluhan. Lepaskan sepatu apabila kaki mulai terasa nyeri, lecet, atau mengalami pembengkakan.
Kapan Nyeri Kaki Perlu Diperiksa?

Keluhan setelah memakai high heels umumnya perlu mendapat perhatian apabila tidak membaik meski kaki sudah beristirahat. Pemeriksaan medis juga diperlukan ketika jari kaki mulai berubah bentuk atau muncul benjolan di sekitar pangkal ibu jari.

Rasa kebas dan kesemutan pada kaki juga tidak sebaiknya diabaikan. Kondisi tersebut dapat menjadi tanda adanya gangguan yang membutuhkan evaluasi lebih lanjut.

Baca Juga :  Wapres Gibran Tinjau Pengungsian Banjir Bandang Solok, Pastikan Rumah Warga Dibangun Kembali

Segera cari pertolongan medis jika pergelangan kaki mengalami pembengkakan hebat atau cedera membuat seseorang sulit menapak. Pemeriksaan juga penting setelah jatuh jika terdapat dugaan patah tulang. (*)

Berita Terkait

Jangan Salah Pilih, Ini Cara Mengukur Ukuran Bra dan Cup agar Nyaman Dipakai
Jangan Asal Mewarnai Rambut, Begini Cara Aman Menggunakan Cat Rambut

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Gulat Kota Padang Juara Umum Porprov XVI Sumbar, Raih 16 Medali Emas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Mikel Arteta Sepakat Perpanjang Kontrak di Arsenal

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Usai Bertugas di FIFA ASEAN Cup 2026, Pedro Rodriguez Umumkan Pensiun

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:37 WIB

Stefano Cugurra Resmi Tangani Semen Padang FC, Targetkan Promosi ke Super League

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:04 WIB

Gateball Kota Padang Raih Emas Perdana Porprov Sumbar 2026 lewat Double Putra

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:54 WIB

Edo Vernando Sumbang Emas Pertama Biliar Kota Padang di Porprov Sumbar 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Jadwal Lengkap Pertamina Grand Prix Indonesia: MotoGP, Sprint, hingga Balapan Utama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:20 WIB

MotoGP Mandalika 2026: Perebutan Gelar Memanas, Martin dan Marquez Cuma Terpaut 2 Poin

Berita Terbaru

Mikel Arteta sepakat memperpanjang kontrak di Arsenal. (Foto: IG @mikelarteta)

Olahraga

Mikel Arteta Sepakat Perpanjang Kontrak di Arsenal

Kamis, 8 Okt 2026 - 08:06 WIB