Javanusa.com—High heels memang dapat menunjang penampilan, tetapi pemakaian terlalu lama bisa memberi tekanan besar pada kaki.
Risiko tersebut meningkat ketika sepatu memiliki hak tinggi, ujung sempit, atau ukuran yang tidak sesuai.
Tekanan terutama muncul karena posisi tumit yang terangkat membuat beban tubuh berpindah ke bagian depan telapak kaki. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini dapat memicu berbagai masalah pada kaki.
Karena itu, pemilihan model sepatu dan lama pemakaian menjadi hal penting. Dengan beberapa langkah sederhana, pengguna tetap bisa mengenakan high heels tanpa mengabaikan kenyamanan kaki.
High Heels Mengubah Distribusi Beban Tubuh
Saat mengenakan sepatu hak tinggi, posisi kaki berubah sehingga bagian depan telapak kaki menerima beban lebih besar. Banner Health menyebut kondisi tersebut dapat menyebabkan metatarsalgia atau nyeri pada area bawah jari kaki.
Tekanan berulang juga dapat meningkatkan risiko cedera tulang. Sementara itu, bagian depan sepatu yang terlalu sempit bisa menekan jari kaki dan memicu bunion, kapalan, serta mata ikan.
Masalah lain juga dapat muncul akibat tekanan pada jari. Kementerian Kesehatan RI menjelaskan bahwa sepatu yang terlalu sempit dapat membuat otot dan tendon jari memendek.
Kondisi tersebut dapat menyebabkan jari menekuk seperti palu atau dikenal sebagai hammer toe. Tekanan pada saraf di antara jari juga dapat memicu neuroma Morton yang menimbulkan nyeri dan peradangan.
Dampaknya Bisa Menjalar ke Lutut dan Punggung
Risiko penggunaan high heels tidak hanya berkaitan dengan bentuk dan kondisi jari kaki. Posisi tumit yang terus terangkat juga dapat membuat tendon Achilles memendek.
Perubahan posisi kaki turut memengaruhi pola berjalan. Akibatnya, lutut, pinggul, hingga punggung bagian bawah dapat menerima beban tambahan.
Kaki juga menjadi kurang stabil ketika menggunakan hak tinggi. Kondisi tersebut meningkatkan kemungkinan terkilir, terutama ketika otot mulai mengalami kelelahan setelah berjalan atau berdiri cukup lama.
Kemenkes RI menganjurkan masyarakat menghindari penggunaan hak tinggi untuk mengurangi risiko ketidakstabilan dan jatuh. Untuk membantu menjaga keseimbangan serta mengurangi tekanan pada bagian depan kaki, tinggi hak sebaiknya tidak melebihi 2,5 sentimeter.
Tips Memakai High Heels agar Lebih Nyaman
Penggunaan high heels tidak harus selalu berujung pada kaki pegal. Beberapa kebiasaan berikut dapat membantu mengurangi tekanan dan meningkatkan kenyamanan:
-
- Pilih hak yang rendah dan lebih lebar. Hak yang rendah dapat mengurangi tekanan pada bagian depan telapak kaki.
- Perhatikan bentuk ujung sepatu. Model dengan bagian depan membulat atau terbuka memberi ruang lebih bagi jari kaki.
- Gunakan bantalan yang empuk. Alas tambahan dapat membantu meningkatkan kenyamanan selama sepatu digunakan.
- Pastikan ukurannya tepat. Sepatu sebaiknya langsung terasa nyaman sejak pertama dipakai. Sisakan ruang sekitar 1–1,5 sentimeter di bagian depan jari.
- Batasi waktu pemakaian. Bawa sepatu datar sebagai alternatif ketika bepergian atau saat kaki mulai terasa lelah.
- Perkuat otot inti dan punggung. Latihan tersebut dapat membantu menjaga keseimbangan tubuh ketika berjalan menggunakan hak tinggi.
- Berhenti jika muncul keluhan. Lepaskan sepatu apabila kaki mulai terasa nyeri, lecet, atau mengalami pembengkakan.
Kapan Nyeri Kaki Perlu Diperiksa?
Keluhan setelah memakai high heels umumnya perlu mendapat perhatian apabila tidak membaik meski kaki sudah beristirahat. Pemeriksaan medis juga diperlukan ketika jari kaki mulai berubah bentuk atau muncul benjolan di sekitar pangkal ibu jari.
Rasa kebas dan kesemutan pada kaki juga tidak sebaiknya diabaikan. Kondisi tersebut dapat menjadi tanda adanya gangguan yang membutuhkan evaluasi lebih lanjut.
Segera cari pertolongan medis jika pergelangan kaki mengalami pembengkakan hebat atau cedera membuat seseorang sulit menapak. Pemeriksaan juga penting setelah jatuh jika terdapat dugaan patah tulang. (*)






