Indonesia Dorong Penguatan Ekonomi ASEAN di Tengah Tekanan Geopolitik Global

Penulis -

Minggu, 15 Maret 2026 - 20:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri dalam pertemuan ke-32 Menteri Ekonomi ASEAN Retreat di Taguig, Filipina, Jumat (13/3). (Foto: Kemendag)

Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri dalam pertemuan ke-32 Menteri Ekonomi ASEAN Retreat di Taguig, Filipina, Jumat (13/3). (Foto: Kemendag)

Filipina, Javanusa—Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri menegaskan komitmen Indonesia untuk memperkuat kerja sama ekonomi kawasan ASEAN di tengah meningkatnya dinamika geopolitik global.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Pertemuan ke-32 Menteri Ekonomi ASEAN Retreat atau ASEAN Economic Ministers Retreat (AEM Retreat) yang berlangsung di Taguig, Filipina, Jumat (13/3). Dalam forum itu, Roro hadir sebagai perwakilan alternatif Menteri Ekonomi ASEAN dari Indonesia.

Menurut Roro, negara-negara anggota ASEAN perlu memperkuat respons kolektif menghadapi tekanan global, termasuk fragmentasi geoekonomi dan gangguan rantai pasok.

“ASEAN perlu memperkuat respons kolektif melalui pendekatan resilience without retreat untuk menghadapi fragmentasi geoekonomi dan disrupsi rantai pasok,” ujar Roro dalam pernyataannya.

Ia menjelaskan, kondisi ekonomi kawasan saat ini dipengaruhi sejumlah faktor global. Di antaranya ketegangan geopolitik dan energi di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga energi dunia. Situasi tersebut berdampak pada negara-negara ASEAN yang masih bergantung pada pasokan bahan bakar mineral dari kawasan tersebut.

Selain itu, dinamika kebijakan perdagangan di Amerika Serikat juga dinilai berpotensi memengaruhi perdagangan dan rantai pasok global.

Untuk mengantisipasi risiko tersebut, Indonesia mendorong koordinasi yang lebih erat di tingkat regional. Salah satunya dengan memperkuat respons bersama ASEAN terhadap kebijakan tarif atau hambatan perdagangan yang berpotensi merugikan kawasan.

Roro menambahkan, negara-negara ASEAN juga perlu memperkuat komitmen terhadap sistem perdagangan multilateral berbasis aturan serta meningkatkan koordinasi dengan negara mitra.

Di sektor energi, Indonesia mendorong percepatan kerja sama regional guna memperkuat ketahanan energi kawasan. Salah satu opsi yang dibahas adalah koordinasi penyediaan cadangan energi strategis di antara negara anggota.

Selain itu, ASEAN juga didorong meningkatkan implementasi berbagai perjanjian ekonomi yang telah disepakati. Di antaranya perjanjian perdagangan bebas ASEAN+1 serta Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).

Baca Juga :  Tiba di Tanah Air, Presiden Prabowo Tuntaskan Diplomasi Global: Perkuat BRICS, IEU-CEPA, dan Investasi Timur Tengah

Menurut Roro, penguatan implementasi perjanjian tersebut dapat memperdalam perdagangan intra-kawasan serta mendukung diversifikasi rantai pasok regional.

“Langkah ini penting untuk memastikan ASEAN tetap menjadi pusat produksi yang kompetitif dan andal dalam jaringan produksi kawasan maupun global,” ujarnya.

Indonesia juga menyatakan dukungan terhadap penguatan koordinasi lintas sektor di kawasan, termasuk antara isu ekonomi dan keamanan. Selain itu, Indonesia mendukung rekomendasi yang dihasilkan oleh ASEAN Geoeconomics Task Force terkait peningkatan ketahanan ekonomi kawasan.

Pada kesempatan yang sama, Indonesia menyambut target penandatanganan ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA) pada Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026. Perjanjian ini diharapkan menjadi kerangka kerja ekonomi digital regional untuk mempercepat transformasi ekonomi di kawasan.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal ASEAN, Kao Kim Hourn, menekankan pentingnya peran ASEAN Economic Community Council (AECC) sebagai forum koordinasi dalam menyelesaikan berbagai isu lintas sektor di kawasan.

Menurutnya, AECC menjadi platform penting untuk memperkuat integrasi ekonomi ASEAN sekaligus mempersiapkan berbagai agenda ekonomi dalam Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN. (*/red)

Berita Terkait

Azerbaijan Larang Siswi Berhijab Masuk Sekolah, Aksi Protes Meluas hingga Istanbul
Sulam Kapalo Samek Padang Pariaman Tampil di Belgia, Bawa Kriya Minang ke Panggung Eropa
Banjir Bandang Nepal Tewaskan 157 Orang, 403 Wisatawan Hilang
Forum Internasional di Wina, Kementan Perkuat Jejaring Diagnostik Veteriner Indonesia
Fadly Amran Perkuat Kerja Sama dengan Foshan Polytechnic, Program Padang Juara Siapkan Dual Degree ke China
Kunjungan Balasan ke Tiongkok, Wali Kota Fadly Amran Perkuat Kerja Sama Pendidikan Padang-Guangdong
Gema Takbir di Paris, Diaspora Indonesia Rasakan Kehangatan di Tanah Rantau
Presiden Prabowo Salat Iduladha 1447 H di Paris, Silaturahmi Hangat dengan Diaspora Indonesia

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Pencuri Komponen Pendeteksi Banjir di Padang Ditangkap, 2 Kabur

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:07 WIB

Polda Sumbar Ungkap Dugaan Judi Togel Online di Padang, Uang Rp4,15 Juta Disita

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:13 WIB

Modus Penimbunan BBM Subsidi di Sumbar, Pelaku Gunakan Kantong Plastik dan Kotak Ikan

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:03 WIB

Polda Sumbar Ungkap 24 Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi, 25 Tersangka Diamankan

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:30 WIB

BPBD Padang Evakuasi Pohon Karet Tumbang di Kalumbuk, Jalan Kembali Normal

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:21 WIB

Hilang Kendali, Dua Mobil Terperosok ke Sawah di Jalan Solok-Padang

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:53 WIB

Rumah Wartawan Harian Singgalang Dibobol Maling, Laptop, HP dan Tiga Hardisk Raib

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Polda Sumbar Razia Tempat Hiburan Malam di Padang, Dua Pengunjung Positif Metamfetamin

Berita Terbaru

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah. (Foto: Kemnaker)

Nasional

Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya

Rabu, 28 Okt 2026 - 20:41 WIB