Indonesia Raih Peringkat 2 Ketahanan Energi Dunia, Menteri Bahlil Ungkap Strategi Besar di Baliknya

Penulis -

Senin, 4 Mei 2026 - 23:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (Foto: Kementerian ESDM)

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (Foto: Kementerian ESDM)

Jakarta, Javanusa—Lembaga keuangan JP Morgan menempatkan Indonesia pada posisi kedua dari 52 negara. Penilaian ini menunjukkan ketahanan energi Indonesia sangat kuat di tengah gejolak geopolitik global.

Capaian tersebut memperkuat hasil kerja tata kelola energi nasional di bawah Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Ia menjelaskan kondisi energi nasional masih jauh dari ideal. Indonesia dulu menjadi eksportir minyak dan anggota OPEC. Namun kini Indonesia berubah menjadi negara pengimpor minyak.

Produksi minyak nasional hanya mencapai 605 ribu barel per hari. Sementara konsumsi nasional sudah mencapai 1,6 juta barel per hari.

“Dalam kondisi ini kita harus putar otak untuk mencapai kemandirian energi,” ujar Bahlil di Jakarta, Sabtu (2/5).

Produksi Minyak 2025 Lampaui Target APBN

Pada 2025, Indonesia mencatat capaian penting di sektor hulu migas. Untuk pertama kalinya dalam satu dekade, produksi minyak melampaui target APBN.

Bahlil menegaskan capaian ini bukan sekadar angka, tetapi hasil keputusan strategis yang selama ini tertunda.

Optimalisasi Sumur Tua dan Peran Masyarakat

Pemerintah mulai menghidupkan kembali ribuan sumur minyak tua. Banyak sumur peninggalan kolonial Belanda tidak lagi produktif. Namun cadangan minyak masih tersedia.

Pemerintah mendorong Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) memakai teknologi baru. Negara juga memberikan insentif untuk mengaktifkan kembali sumur tersebut. Masyarakat sekitar ikut dilibatkan dalam pengelolaan secara legal.

Percepatan Proyek Migas yang Lama Tertunda

Pemerintah juga menindak proyek eksplorasi yang lama tidak berjalan. Ratusan wilayah migas sebenarnya sudah memiliki rencana pengembangan. Namun banyak yang tidak dieksekusi.

Salah satu contoh adalah Blok Abadi Masela. Proyek ini mangkrak hampir 30 tahun. Pemerintah memberi tenggat tegas kepada operator INPEX.

“Kalau tidak jalan enam bulan, saya cabut,” kata Bahlil.

Baca Juga :  Indonesia–Bangladesh Perkuat Kerja Sama Energi untuk Ketahanan dan Transisi Ramah Lingkungan

Kini proyek sudah masuk tahap tender Engineering, Procurement, and Construction (EPC).  Nilai proyek ini mencapai USD21 miliar di Maluku. Selain itu, Blok Ganal di Kalimantan Timur juga menunjukkan potensi baru. Produksinya diproyeksikan mulai signifikan pada 2029.

Kebijakan Biodiesel Tekan Impor Solar

Di sektor bahan bakar, pemerintah mencatat capaian penting. Indonesia menargetkan penghentian impor solar pada 2026.
Ini menjadi sejarah baru ketahanan energi nasional.

Keberhasilan tersebut didukung program biodiesel. Campuran solar dan minyak sawit kini mencapai 40 persen. Pemerintah menargetkan kenaikan menjadi 50 persen pada Juli mendatang.

Target Pengurangan Impor Bensin Lewat Etanol

Pemerintah menyiapkan kebijakan serupa untuk bensin. Bahlil melakukan kunjungan ke Brasil untuk mempelajari program etanol. Indonesia menilai bahan baku seperti singkong, jagung, dan tebu sangat melimpah. Pemerintah menargetkan campuran etanol 20 persen pada 2028.

“Kalau 20 persen, kita kurangi impor bensin 8 juta kiloliter,” tegas Bahlil.

Tantangan Subsidi LPG dan Alternatif CNG

Pada sektor gas rumah tangga, Indonesia masih menghadapi ketergantungan impor. Impor LPG mencapai 7,47 metrik ton per tahun.

Produksi dalam negeri hanya sekitar 1,94 metrik ton. Angka itu baru memenuhi sebagian kecil kebutuhan nasional. Subsidi LPG juga membebani negara sekitar Rp80–87 triliun per tahun.

Pemerintah kemudian mengembangkan Compressed Natural Gas (CNG). Teknologi ini diklaim 30–40 persen lebih murah dari LPG. Uji coba sudah dilakukan di restoran dan dapur program makan bergizi gratis.

Diversifikasi Sumber Impor Minyak

Pemerintah juga mengubah strategi pasokan minyak mentah. Indonesia tidak lagi bergantung pada Timur Tengah. Sumber impor kini berasal dari Afrika, Amerika, hingga Rusia.

Langkah ini dilakukan untuk mengurangi risiko jalur strategis seperti Selat Hormuz. “Ini bukan jalan-jalan, tapi kerja untuk 280 juta rakyat,” ujar Bahlil.

Baca Juga :  Pemerintah Percepat Transisi Energi, Targetkan Pembangunan PLTS 100 GW
Jaminan Stabilitas Harga Energi

Pemerintah memastikan harga energi subsidi tetap stabil. Sampai 31 Desember, harga BBM dan LPG tidak akan naik. “Sekalipun ICP 100 dolar AS, harga tidak naik,” tegas Bahlil.

Strategi Bertahap Perkuat Ketahanan Energi

Bahlil menegaskan ketahanan energi tidak dibangun secara instan. Semua langkah dilakukan bertahap dan terukur. Mulai dari optimalisasi sumur tua, percepatan proyek migas, hingga pengelolaan impor yang lebih terarah.
Seluruh kebijakan tersebut menjadi fondasi utama ketahanan energi Indonesia. (*/red)

Berita Terkait

Fadly Amran Lantik Indra Noferi sebagai Dewas Perumda PSM Padang
Tekan Inflasi dan Lonjakan Harga Cabai, Pemko Padang Gelar Gerakan Pangan Murah di Batang Arau
Fadly Amran Sambut Investasi Green SM Rp500 Miliar, Taksi Listrik Segera Hadir di Padang
Maigus Nasir Resmikan Kampung Budi Daya Ikan Air Tawar di Kelurahan Pisang, 53 Keluarga Terima Bantuan
Progres Flyover Sitinjau Lauik I Capai 35,275 Persen, Jembatan 1 Rampung
Pemerintah Siapkan Storage di Dalam Negeri, Impor Crude Tak Lagi Mampir ke Negara Lain
Pemko Padang Lengkapi Fasilitas Basement Blok II dan III Pasar Raya, Pedagang Diminta Mulai Berjualan
Tekan Gejolak Harga Pangan, Pemerintah Gelar GPM Serentak di 38 Provinsi

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:20 WIB

MUI Sesalkan Konser Andrea Bocelli Tetap Digelar, Minta Pemerintah Tinjau Ulang Izin

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:31 WIB

Erick Yusuf: Film Buya Hamka Jadi Tuntunan di Tengah Krisis Keteladanan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Sinopsis Film Laut Bercerita dan The Doll Ghawiah, Dua Film Lokal Terbaru Tayang Hari Ini!

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:12 WIB

Bunga Nafisa dan Deandra Nadira Rilis Single Dar Der Dor Ser, Usung Musik Endikup

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Lewat Merayu Waktu, Eltasya Angkat Kisah Sulit Melepaskan Masa Lalu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Gandeng LDR Team, Lindee Cremona Rilis Single Dewasaku Membanggakanmu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Ruth Garcia Rilis Lagu Salahkah, Ungkap Pergulatan Batin Usai Dikhianati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:05 WIB

AI Mampu Bikin Film, Nezar Patria Soroti Tantangan Baru Sensor Film

Berita Terbaru