Javanusa.com—Gigi ngilu sering membuat aktivitas makan dan minum terasa tidak nyaman. Rasa nyeri biasanya muncul ketika gigi terkena makanan manis atau asam, serta minuman yang terlalu dingin maupun panas.
Keluhan tersebut umumnya berkaitan dengan kondisi gigi sensitif. Salah satu penyebab utamanya adalah menipisnya email, yaitu lapisan terluar yang melindungi struktur gigi.
Email dapat mengalami kerusakan akibat kebiasaan menyikat gigi terlalu keras. Penggunaan sikat berbulu kasar juga berpotensi mempercepat pengikisan lapisan pelindung tersebut.
Selain itu, konsumsi makanan dan minuman asam secara berlebihan dapat memengaruhi kondisi email. Kebiasaan menggeretakkan gigi saat tidur juga dapat meningkatkan risiko munculnya rasa ngilu.
Namun, gigi sensitif bukan satu-satunya penyebab keluhan ini. Gigi retak, penyakit gusi, penumpukan plak, dan gigi berlubang juga dapat memicu rasa sakit.
Beberapa tindakan perawatan gigi tertentu juga berpotensi menimbulkan sensitivitas sementara. Karena itu, penting mengetahui penyebabnya sebelum menentukan penanganan yang tepat.
Cara Mengatasi Gigi Ngilu
Rasa ngilu bisa muncul secara tiba-tiba dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Dilansir dari Alodokter, berikut beberapa langkah sederhana dapat membantu mengurangi keluhan tersebut.
1. Gunakan pasta gigi khusus gigi sensitif
Pasta gigi khusus dapat menjadi pilihan bagi penderita gigi ngilu. Produk jenis ini umumnya dirancang untuk membantu mengurangi sensitivitas tanpa menimbulkan iritasi tambahan.
Anda dapat memilih pasta gigi yang mengandung aluminum lactate, potassium nitrate, dan isopropyl methylphenol. Kandungan tersebut dipercaya membantu mengurangi rasa ngilu sekaligus menjaga kesehatan gusi.
Gunakan secara rutin sesuai petunjuk pemakaian. Hasilnya biasanya tidak selalu terasa dalam sekali penggunaan.
2. Pilih sikat gigi berbulu lembut
Bulu sikat yang terlalu kasar dapat memperparah sensitivitas gigi. Karena itu, gunakan sikat gigi dengan bulu lembut untuk membersihkan rongga mulut.
Selain jenis sikat, teknik menyikat juga perlu diperhatikan. Hindari memberikan tekanan berlebihan karena dapat mengikis email dan melukai jaringan gusi.
3. Batasi makanan dan minuman asam
Makanan serta minuman dengan tingkat keasaman tinggi dapat mengikis email gigi. Kondisi ini membuat lapisan di bawahnya lebih mudah terpapar rangsangan.
Minuman bersoda, permen lengket, lemon, jeruk, dan minuman beralkohol termasuk jenis yang perlu dibatasi. Langkah ini penting terutama bagi orang yang sering mengalami gigi ngilu.
Setelah mengonsumsi makanan atau minuman asam, sebaiknya jangan langsung menyikat gigi. Kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko pengikisan email.
4. Hindari kebiasaan yang merusak gigi
Sejumlah kebiasaan sehari-hari tanpa disadari dapat memicu gigi sensitif. Menggeretakkan gigi merupakan salah satu contohnya.
Mengunyah es batu, menggigit benda keras, atau menggunakan gigi untuk menyobek plastik juga sebaiknya dihindari. Gigi tidak dirancang untuk menerima tekanan dari aktivitas tersebut.
5. Hindari suhu makanan yang terlalu ekstrem
Gigi sensitif sering bereaksi terhadap perubahan suhu. Kopi panas, es krim, atau makanan berkuah yang masih sangat panas dapat memicu rasa ngilu.
Jika keluhan sering muncul, pilih makanan dan minuman dengan suhu yang lebih nyaman. Hindari perubahan suhu ekstrem dalam waktu singkat.
Kapan Harus ke Dokter Gigi?
Perawatan mandiri tidak selalu cukup mengatasi gigi ngilu. Jika rasa sakit tetap muncul atau semakin sering, pemeriksaan ke dokter gigi menjadi langkah yang perlu dilakukan.
Dokter dapat menentukan penyebab utama keluhan sebelum memberikan penanganan. Pilihan terapi dapat berupa pengolesan fluoride untuk membantu memperkuat email dan mengurangi sensitivitas.
Pada kondisi tertentu, dokter mungkin melakukan bedah gusi untuk menutupi akar gigi yang terbuka. Perawatan saluran akar juga dapat diperlukan jika sumber nyeri berasal dari bagian dalam gigi.
Selain itu, dokter dapat menggunakan lapisan pengikat atau bonding resin pada permukaan akar yang terbuka. Penanganan akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.
Menjaga kebersihan mulut tetap menjadi langkah penting untuk mencegah gigi ngilu. Gunakan teknik menyikat yang benar dan pilih sikat dengan bulu lembut.
Sikat gigi juga perlu diganti secara rutin setiap tiga hingga empat bulan. Pemeriksaan berkala ke dokter gigi membantu mendeteksi masalah sejak dini sebelum keluhan berkembang lebih serius. (*)






