Javanusa.com—Bau badan dapat muncul ketika bakteri pada kulit menguraikan senyawa dalam keringat. Kondisi ini sering mengganggu kenyamanan dan membuat seseorang kurang percaya diri.
Keringat pada dasarnya tidak memiliki aroma. Bau muncul ketika bakteri kulit memecah protein dan menghasilkan senyawa yang menimbulkan aroma khas.
Selain aktivitas bakteri, perubahan hormon androgen juga dapat meningkatkan produksi keringat. Karena itu, bau badan sering mulai terasa lebih kuat ketika seseorang memasuki masa pubertas.
Anda tidak selalu harus mengandalkan deodoran untuk membantu mengendalikan bau badan. Kebersihan tubuh, pilihan pakaian, pola makan, dan pengelolaan stres juga berperan.
Dilansir dari Alodokter, berikut beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
1. Mandi secara rutin
Mandi satu hingga dua kali sehari membantu membersihkan keringat dan bakteri yang menempel pada kulit. Bersihkan secara menyeluruh bagian tubuh yang mudah berkeringat, terutama ketiak.
Setelah berolahraga atau melakukan aktivitas berat, segera mandi agar keringat tidak terlalu lama menempel pada kulit.
2. Pertimbangkan sabun antibakteri
Sabun antibakteri dapat membantu mengurangi jumlah bakteri pada permukaan kulit. Produk ini bisa menjadi pilihan bagi orang yang mengalami masalah bau badan.
Namun, penggunaannya perlu disesuaikan dengan kondisi kulit. Hentikan pemakaian jika muncul iritasi atau reaksi alergi terhadap kandungan produk.
3. Pastikan tubuh benar-benar kering
Jangan langsung mengenakan pakaian setelah mandi ketika kulit masih lembap. Keringkan terutama area ketiak dan bagian tubuh lain yang mudah berkeringat.
Lingkungan kulit yang lembap dapat mendukung pertumbuhan mikroorganisme. Karena itu, menjaga kulit tetap kering menjadi bagian penting dari kebersihan tubuh.
4. Pilih pakaian yang bersih dan menyerap keringat
Gunakan pakaian bersih setiap hari dan sesuaikan dengan aktivitas. Bahan yang mampu menyerap keringat, seperti katun, dapat membantu tubuh terasa lebih nyaman.
Pakaian yang terlalu tebal atau tidak menyerap keringat dapat membuat tubuh lebih mudah lembap. Kondisi tersebut berpotensi memperkuat aroma tubuh.
5. Perhatikan makanan yang dikonsumsi
Pola makan juga dapat memengaruhi keringat dan aroma tubuh pada sebagian orang. Makanan pedas, berlemak, serta bahan dengan aroma kuat seperti bawang dapat menjadi salah satu pemicunya.
Jika makanan tertentu membuat bau badan semakin kuat, kurangi konsumsinya dan perhatikan perubahan yang terjadi.
6. Kelola stres
Stres dapat memicu peningkatan produksi keringat pada sebagian orang. Karena itu, pengelolaan stres juga dapat membantu mengurangi masalah bau badan.
Yoga, meditasi, latihan pernapasan, atau aktivitas relaksasi lain dapat menjadi pilihan untuk membantu tubuh lebih rileks.
Bahan Alami yang Bisa Dicoba
Selain menjaga kebersihan dan gaya hidup, beberapa bahan alami sering digunakan untuk membantu mengatasi bau badan. Namun, efektivitas dan keamanan setiap bahan belum tentu sama pada semua orang.
Baking soda
Baking soda memiliki sifat yang dapat membantu menetralkan senyawa asam. Sebagian orang menggunakannya pada area ketiak untuk mengurangi aroma tidak sedap.
Penggunaannya perlu hati-hati, terutama bagi pemilik kulit sensitif. Hentikan pemakaian apabila kulit terasa perih, kemerahan, atau mengalami iritasi.
Cuka sari apel
Cuka sari apel kerap digunakan sebagai bahan alami untuk mengurangi bakteri penyebab aroma tubuh. Jika ingin mencobanya, encerkan terlebih dahulu dengan air sebelum mengaplikasikannya pada kulit.
Cuka memiliki sifat asam sehingga dapat menyebabkan iritasi. Jangan menggunakannya pada kulit yang terluka atau sedang mengalami iritasi.
Tea tree oil
Tea tree oil memiliki sifat antibakteri dan sering digunakan dalam berbagai produk perawatan kulit. Kandungan tersebut membuatnya populer sebagai salah satu bahan alami untuk membantu mengurangi bakteri penyebab bau.
Penggunaannya pada kulit sebaiknya tidak dilakukan secara sembarangan. Tea tree oil perlu diencerkan dan dihentikan jika menimbulkan reaksi kulit.
Daun sirih
Daun sirih juga dikenal secara tradisional sebagai bahan yang memiliki sifat antibakteri. Salah satu cara penggunaannya adalah dengan merebus daun sirih kemudian menggunakan air rebusannya untuk membasuh tubuh.
Beberapa bahan aromatik lain, seperti mawar, lavender, dan melati, juga sering digunakan dalam perawatan tubuh. Namun, bahan-bahan tersebut lebih berkaitan dengan memberikan aroma daripada mengatasi penyebab bau badan.
Kapan Bau Badan Perlu Diperiksa?
Menjaga kebersihan tubuh merupakan langkah utama untuk mengendalikan bau badan. Namun, bau yang menetap meski kebersihan sudah terjaga perlu mendapat perhatian.
Perubahan aroma tubuh yang tiba-tiba atau sangat kuat juga sebaiknya tidak diabaikan. Konsultasikan kondisi tersebut kepada dokter untuk mengetahui kemungkinan penyebab dan mendapatkan penanganan yang sesuai.
Dengan perawatan tubuh yang konsisten, pemilihan pakaian yang tepat, pola makan seimbang, dan pengelolaan stres, bau badan dapat lebih mudah dikendalikan. (*)






