Kemenag Perketat Pengawasan Pesantren Ilegal, Menag: Melanggar Akan Ditutup

Penulis -

Kamis, 9 Juli 2026 - 16:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Agama Nasaruddin Umar. (Foto: Kemenag)

Menteri Agama Nasaruddin Umar. (Foto: Kemenag)

Jakarta, Javanusa—Kementerian Agama (Kemenag) akan memperketat pengawasan terhadap pesantren ilegal yang mengatasnamakan lembaga pendidikan keagamaan.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya mencegah kasus kekerasan seksual dan berbagai bentuk penyimpangan yang belakangan mencuat di sejumlah institusi berbasis agama.

Kementerian Agama menyiapkan penertiban menyeluruh terhadap lembaga yang mengklaim sebagai pondok pesantren, tetapi tidak memenuhi persyaratan resmi.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menilai banyak lembaga beroperasi dengan menggunakan nama pesantren meski tidak terdaftar di Kementerian Agama.

Menurutnya, kondisi tersebut dapat menyesatkan masyarakat sekaligus mencoreng citra pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam yang memiliki tradisi dan tata kelola yang jelas.

“Maka kami minta ada penertiban sangat-sangat tajam, misalnya kita bikin dulu definisinya pondok pesantren, apa syarat untuk bisa disebut pondok pesantren, kemudian syarat untuk bisa disebut kyai seperti apa,” ujar Menag dalam wawancara khusus dengan Media Indonesia di Jakarta, Rabu (8/7/2026).

Majelis Masyayikh Diperkuat untuk Bangun Ekosistem Pesantren

Selain memperjelas standar kelembagaan, Kemenag juga memperkuat peran Majelis Masyayikh sebagai lembaga independen yang bertugas menjaga mutu pendidikan pesantren.

Lembaga tersebut akan melibatkan para tokoh pesantren dalam menyusun konsep tata kelola yang lebih baik. Tujuannya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman sekaligus mencegah terjadinya kekerasan seksual maupun penyimpangan lainnya.

“Kita membentuk suatu lembaga bernama Majelis Masyaikh, jadi kita tunjuk tokoh-tokoh pondok pesantren. Inilah yang akan membantu dan memberikan suatu konsep bagaimana ekosistem pesantren yang ideal yang bisa mencegah terjadi kekerasan seksual dan penyimpangan lain yang tidak dikehendaki,” kata Nasaruddin.

Menag menegaskan, pembenahan tidak hanya menyentuh aspek administrasi dan kurikulum. Aturan disiplin juga harus berlaku bagi seluruh elemen di lingkungan pesantren, termasuk pengasuh dan tenaga pendidik.

Baca Juga :  Timnas Indonesia Terus Dipoles Jelang Piala Asia 2023

“Tata tertib itu bukan hanya mengikat para santri-santri, tapi tata tertib itu juga mengikat para pembinanya,” tegasnya.

Pesantren Ilegal yang Melanggar Akan Ditutup

Lebih lanjut, Nasaruddin mengingatkan seluruh pengelola pesantren agar menjalankan aktivitas pendidikan sesuai hukum negara, syariat Islam, dan nilai-nilai kepesantrenan.

“Jangan terjadi penyimpangan apapun yang bertentangan dengan Hukum positif, bertentangan dengan Hukum syariah, bertentangan dengan sendi-sendi kepesantrenan,” ujarnya.

Apabila ditemukan pelanggaran hukum, Kementerian Agama memastikan akan mengambil tindakan tegas. Selain memproses pelaku melalui jalur pidana, pemerintah juga akan mencabut izin operasional dan menutup pesantren yang terbukti terlibat.

Meski demikian, Kemenag memastikan hak pendidikan para santri tetap menjadi prioritas. Para santri akan dipindahkan ke pesantren lain yang dinilai lebih aman sehingga proses belajar mereka tidak terhenti.

“Pesantren yang terlibat itu semua pihak terlibat selain harus menjalani proses hukum juga kita memberikan tindakan ke pondok pesantren. Kita tutup pondoknya, santrinya kita selamatkan, pindahkan ke pondok yang lain (yang lebih aman),” pungkas Menag. (*/red)

Berita Terkait

BGN Catat Efisiensi Rp44 Triliun, Program MBG Masuki Transformasi 2.0
Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani, Bulog Siap Beli Hasil Panen
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya
Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya
Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak
Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan
Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Stadion Haji Agus Salim Padang Punya Kapasitas 12.067 Penonton, Ini Fasilitasnya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Genoa Bungkam Juventus 2-0, Bianconeri Tertahan di Peringkat 8

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Hasil Carabao Cup: Manchester City Singkirkan Brighton Lewat Adu Penalti 4-3

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Tanpa Harry Kane, Bayern Munich Bantai Magdeburg 6-1 di DFB Pokal

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Liverpool Singkirkan Chelsea Lewat Adu Penalti, Lolos ke Perempat Final Carabao Cup

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Fortuna Sittard Singkirkan Sparta Rotterdam, Justin Hubner Cs Lolos ke Babak Kedua Piala KNVB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:55 WIB

AC Milan Dibantai Bologna 2-4 di San Siro, Samuel Mbangula Cetak Hattrick

Berita Terbaru

Sumsel United siap menghadapi Semen Padang di Pegadaian Championship 2026/2027. (Foto: ileague.id)

Liga 2

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Okt 2026 - 18:26 WIB