Jakarta, Javanusa—Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) mendorong pengembangan bioskop modular atau micro-cinema sebagai solusi memperluas distribusi film nasional di daerah yang belum memiliki bioskop.
Langkah ini diharapkan membuka akses hiburan yang lebih merata sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif lokal.
Kementerian Ekraf menyatakan dukungannya terhadap inovasi yang dikembangkan PT Indobox Cinematic Buana melalui konsep bioskop modular. Skema tersebut dinilai mampu menjawab ketimpangan akses masyarakat terhadap bioskop di berbagai wilayah Indonesia.
Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya mengatakan kolaborasi ini sejalan dengan upaya pemerintah memperluas distribusi karya sineas nasional. Sekaligus mengembangkan potensi ekonomi kreatif di daerah.
“Kementerian Ekraf menyambut baik berbagai inovasi dan kolaborasi dari Indobox Cinema yang mampu memperluas akses distribusi film. Sekaligus mau menggerakkan ekonomi kreatif di daerah. Ini menjadi satu semangat dengan Indobox Cinema yang saling menyadari lumbung-lumbung ekonomi kreatif banyak tersebar. Sehingga masyarakat di berbagai daerah memiliki kesempatan sama untuk menikmati karya sineas Indonesia,” ujar Teuku Riefky Harsya saat audiensi dengan PT Indobox Cinematic Buana di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Kamis (23/7).
Mayoritas Daerah Belum Memiliki Bioskop
Menurut Kementerian Ekraf, sekitar 74 persen kabupaten dan kota di Indonesia hingga kini belum memiliki bioskop. Kondisi tersebut membuat masyarakat di banyak daerah masih kesulitan menikmati film nasional melalui jalur distribusi resmi.
Karena itu, kehadiran bioskop modular dipandang sebagai alternatif yang mampu memperluas jangkauan layanan perfilman. Selain menjadi tempat pemutaran film, fasilitas ini juga berpotensi menjadi pusat aktivitas ekonomi kreatif yang melibatkan pelaku usaha lokal, komunitas, dan talenta kreatif.
Teuku Riefky menilai kolaborasi tersebut dapat meningkatkan nilai tambah serta memperkuat hilirisasi subsektor perfilman Indonesia.
“Kolaborasi dengan Indobox Cinema memiliki peluang yang sangat besar untuk meningkatkan nilai tambah dan hilirisasi subsektor film. Ketika akses terhadap film nasional semakin luas, maka peluang bagi sineas, pegiat ekraf, komunitas kreatif hingga investor bisa tumbuh lebih holistik bersama. Sehingga semangat Indobox Cinema semakin kuat,” katanya.
Indobox Tawarkan Bioskop dengan Investasi Lebih Efisien
Indobox Cinema mengembangkan jaringan bioskop modular yang menawarkan investasi lebih efisien, proses pembangunan lebih cepat, dan harga tiket yang lebih terjangkau dibandingkan bioskop konvensional.
Konsep tersebut dirancang untuk memperluas keberadaan bioskop di berbagai daerah. Saat ini, baru sekitar 26 persen kabupaten dan kota di Indonesia memiliki bioskop. Sementara sekitar 70 persen di antaranya masih terkonsentrasi di Pulau Jawa.
Komisaris Utama PT Indobox Cinematic Buana, Budi Yulianto, mengatakan pihaknya ingin menghadirkan akses hiburan yang layak bagi masyarakat di seluruh Indonesia.
“Kami percaya setiap kota berhak memiliki hiburan yang layak. Dari pertemuan ini, kami dapat banyak insight atau wawasan baru mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif lokal bagi perfilman nasional. Kami berharap konsep bioskop modular dapat menjadi solusi yang menghadirkan hiburan berkualitas, memperluas distribusi film Indonesia, hingga menciptakan multiplier effect yang meningkatkan lapangan kerja bagi masyarakat,” ujar Budi.
Pemerintah Siap Gandeng Pemda
Untuk mempercepat implementasi program tersebut, Kementerian Ekraf menyatakan siap memfasilitasi komunikasi dengan pemerintah daerah. Langkah itu bertujuan memanfaatkan aset atau lahan publik yang belum digunakan secara optimal sebagai lokasi pembangunan bioskop modular.
Selain memperluas akses masyarakat terhadap film nasional, jaringan bioskop ini juga diharapkan menjadi saluran distribusi resmi bagi film independen, film dokumenter, hingga karya perfilman daerah.
Dengan demikian, ekosistem perfilman Indonesia dapat berkembang lebih inklusif, inovatif, dan memiliki daya saing yang semakin kuat.
Turut hadir Staf Khusus Menteri Bidang Isu Strategis dan Antarlembaga Rian Syaf, Direktur Film, Animasi, dan Video Doni Setiawan. Tenaga Ahli Menteri Bidang Keprotokolan Panji Purboyo, Tenaga Ahli Menteri Bidang Isu Strategis dan Antarlembaga Gemintang Kejora Mallarangeng, serta Direktur Indobox Cinema Rendy Gunawan. (*)






