Javanusa.com—Ubi ungu menjadi salah satu jenis umbi-umbian yang banyak digemari masyarakat karena rasanya yang manis dan teksturnya yang lembut.
Selain mudah diolah menjadi berbagai makanan, ubi berwarna ungu ini juga menyimpan beragam nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.
Dalam setiap porsinya, ubi ungu mengandung serat, karbohidrat kompleks, protein, kalium, fosfor, serta berbagai vitamin seperti vitamin A, vitamin B, dan vitamin C. Umbi ini juga kaya akan beta karoten dan antioksidan yang berperan penting dalam menjaga fungsi tubuh.
Berkat kandungan nutrisinya tersebut, ubi ungu dapat menjadi pilihan makanan sehat yang mendukung berbagai aspek kesehatan. Dikutip dari laman Alodokter, berikut sejumlah manfaat ubi ungu yang perlu diketahui.
1. Membantu Menjaga Berat Badan
Ubi ungu mengandung serat yang cukup tinggi sehingga mampu memberikan rasa kenyang lebih lama. Kondisi ini dapat membantu mengurangi keinginan untuk mengonsumsi makanan berlebihan.
Selain itu, karbohidrat kompleks yang terdapat dalam ubi ungu dicerna lebih lambat oleh tubuh, sehingga energi dilepaskan secara bertahap dan membuat perut terasa kenyang lebih lama.
2. Menjadi Sumber Energi Alami
Kandungan karbohidrat dan vitamin B6 pada ubi ungu berperan dalam proses pembentukan energi. Karena itu, mengonsumsi ubi ungu dapat membantu memenuhi kebutuhan energi tubuh untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Ubi ungu juga cocok dijadikan menu sarapan atau camilan sehat sebelum beraktivitas.
3. Menjaga Kesehatan Mata
Warna ungu yang khas pada ubi menandakan kandungan antioksidan yang tinggi. Selain itu, ubi ungu juga mengandung beta karoten yang dapat diubah tubuh menjadi vitamin A.
Nutrisi tersebut berperan penting dalam menjaga fungsi penglihatan serta membantu mengurangi risiko gangguan mata akibat pertambahan usia, termasuk degenerasi makula.
4. Mendukung Kesehatan Sistem Pencernaan
Kandungan serat dalam ubi ungu membantu memperlancar proses pencernaan dan menjaga kesehatan usus. Serat bekerja dengan meningkatkan volume tinja sehingga lebih mudah dikeluarkan.
Tak hanya itu, senyawa antioksidan dalam ubi ungu juga membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di saluran pencernaan yang berperan dalam menjaga kesehatan usus secara keseluruhan.
5. Membantu Mengontrol Kadar Gula Darah
Ubi ungu termasuk makanan dengan indeks glikemik relatif rendah sehingga tidak menyebabkan lonjakan gula darah secara drastis.
Selain itu, kandungan senyawa fenolik dan flavonoid di dalamnya diketahui dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin serta mendukung penyerapan glukosa oleh sel tubuh. Karena itu, ubi ungu sering menjadi salah satu pilihan sumber karbohidrat bagi penderita diabetes.
6. Menjaga Kesehatan Jantung
Kalium yang terkandung dalam ubi ungu berfungsi membantu mengontrol tekanan darah. Mineral ini bekerja dengan menyeimbangkan kadar natrium dalam tubuh sehingga dapat membantu menjaga kesehatan pembuluh darah.
Selain kalium, kandungan serat pada ubi ungu juga berkontribusi dalam menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL). Kombinasi manfaat tersebut dapat membantu mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.
7. Menurunkan Risiko Kanker
Ubi ungu kaya akan antosianin, yaitu pigmen alami yang memberikan warna ungu pada umbi ini. Antosianin memiliki sifat antioksidan yang mampu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa antioksidan dapat membantu menghambat pertumbuhan sel abnormal yang berpotensi berkembang menjadi kanker, meski manfaat ini masih perlu didukung oleh penelitian lanjutan pada manusia.
Cara Mengolah Ubi Ungu Menjadi Menu Sehat
Ubi ungu dapat diolah menjadi berbagai hidangan, mulai dari direbus, dikukus, dipanggang, hingga dijadikan campuran sup dan makanan penutup.
Agar manfaat gizinya tetap optimal, pilih ubi ungu yang segar dengan tekstur padat dan kulit yang mulus. Hindari ubi yang sudah lembek, berkerut, berkecambah, atau memiliki bercak hitam karena menandakan kualitasnya telah menurun.
Simpan ubi ungu di tempat yang sejuk, kering, dan tidak lembap. Dengan penyimpanan yang tepat, ubi ungu dapat bertahan hingga sekitar satu minggu tanpa kehilangan kualitasnya. (*/red)






