Mandi Pagi Pakai Air Dingin atau Hangat? Ini 9 Manfaatnya bagi Tubuh

Penulis -

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 08:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi mandi. (Foto: Pexels)

Ilustrasi mandi. (Foto: Pexels)

Javanusa.com—Mandi pagi bukan sekadar rutinitas untuk membersihkan tubuh. Pemilihan suhu air yang tepat juga dapat memberikan efek fisiologis yang berbeda, mulai dari membantu tubuh lebih segar hingga meredakan ketegangan otot.

Kebiasaan mandi pada pagi hari juga dapat membantu seseorang memulai aktivitas dengan kondisi tubuh yang lebih siap. Air dingin dan air hangat memiliki manfaat yang berbeda sehingga penggunaannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Lantas, apa saja manfaat mandi pagi dengan air dingin dan air hangat?

1. Membantu tubuh lebih segar dan produktif

Mandi pagi, terutama dengan air dingin, dapat memberikan sensasi segar setelah tubuh beristirahat sepanjang malam. Paparan air dingin memicu respons tubuh terhadap perubahan suhu.

Respons tersebut dapat meningkatkan kewaspadaan dan membuat tubuh terasa lebih siap beraktivitas. Karena itu, mandi pagi sering menjadi bagian dari rutinitas untuk membantu meningkatkan energi sebelum memulai pekerjaan.

2. Membantu meredakan rasa nyeri

Paparan suhu dingin dapat memengaruhi respons tubuh terhadap rasa sakit. Air dingin juga menyebabkan pembuluh darah mengalami vasokonstriksi sehingga dapat membantu mengurangi pembengkakan pada kondisi tertentu.

Selain itu, suhu dingin dapat memengaruhi penghantaran sinyal nyeri menuju otak. Namun, efek ini tidak berarti mandi air dingin dapat menggantikan terapi medis untuk nyeri.

3. Membantu memperbaiki suasana hati

Mandi air dingin juga dikaitkan dengan perubahan respons neuroendokrin yang dapat memengaruhi suasana hati. Paparan dingin dapat merangsang pelepasan norepinefrin dan beta-endorfin.

Efek tersebut membuat sebagian orang merasa lebih segar dan berenergi setelah mandi. Meski demikian, bukti mengenai manfaat mandi air dingin sebagai terapi depresi masih terbatas.

4. Mendukung sirkulasi darah dan relaksasi otot

Air hangat dapat membuat pembuluh darah melebar sehingga aliran darah ke jaringan meningkat. Suhu hangat juga membantu mengurangi ketegangan pada otot dan membuat tubuh terasa lebih rileks.

Baca Juga :  Sampaikan LKPJ 2025, Wawako Maigus Nasir Beberkan Capaian Pembangunan Kota Padang

Karena efek tersebut, mandi air hangat dapat menjadi pilihan setelah bangun tidur ketika tubuh terasa kaku. Namun, suhu air sebaiknya tetap nyaman dan tidak terlalu panas.

5. Berpotensi mengurangi ketidakhadiran akibat sakit

Salah satu penelitian terhadap 3.018 orang dewasa menemukan bahwa mandi dengan air hangat yang diakhiri paparan air dingin selama 30, 60, atau 90 detik selama 30 hari berkaitan dengan penurunan 29 persen angka ketidakhadiran kerja karena sakit.

Namun, penelitian tersebut tidak menemukan penurunan bermakna pada jumlah hari ketika peserta merasa sakit. Artinya, temuan tersebut belum cukup untuk menyimpulkan bahwa mandi air dingin meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Penelitian yang lebih baru juga menilai bukti mengenai efek paparan air dingin terhadap imunitas masih terbatas. Karena itu, mandi air dingin sebaiknya tidak dianggap sebagai cara utama untuk mencegah infeksi.

6. Membantu meredakan hidung tersumbat

Mandi air hangat dapat menghasilkan uap yang membantu melembapkan saluran pernapasan. Kondisi tersebut dapat membuat lendir menjadi lebih encer sehingga lebih mudah dikeluarkan.

Efek ini dapat memberikan rasa lega sementara ketika hidung tersumbat akibat pilek. Namun, mandi air hangat tidak mengobati penyebab infeksi yang mendasarinya.

7. Membantu pemulihan setelah olahraga

Mandi atau paparan air dingin setelah aktivitas fisik dapat membantu tubuh menghadapi rasa lelah dan nyeri otot. Efek pendinginan juga dapat membantu menurunkan suhu tubuh setelah olahraga.

Meski demikian, waktu dan suhu paparan perlu diperhatikan. Setelah olahraga, sebaiknya beri tubuh waktu untuk menurunkan suhu dan menstabilkan pernapasan sebelum mandi.

8. Berkaitan dengan kesehatan jantung

Penelitian pada lebih dari 30.000 orang dewasa di Jepang menemukan hubungan antara kebiasaan mandi menggunakan bak air hangat atau panas dan risiko penyakit kardiovaskular yang lebih rendah. Peserta yang mandi setiap hari memiliki risiko penyakit kardiovaskular sekitar 28 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang mandi satu atau dua kali seminggu atau tidak mandi.

Baca Juga :  Jangan Anggap Sepele, Pegal di Betis Bisa Jadi Tanda Gangguan Pembuluh Darah

Namun, penelitian tersebut bersifat observasional sehingga tidak membuktikan bahwa mandi air hangat secara langsung mencegah penyakit jantung. Selain itu, penelitian tersebut membahas mandi berendam, bukan secara khusus mandi menggunakan shower.

Suhu air juga perlu diperhatikan. Air yang terlalu panas dapat menyebabkan penurunan tekanan darah, pusing, atau risiko lain, terutama pada kelompok rentan.

9. Membantu mempersiapkan tubuh sebelum olahraga

Mandi air hangat pada pagi hari dapat membantu tubuh terasa lebih rileks setelah tidur. Efek hangat pada otot dapat membuat tubuh terasa lebih siap melakukan aktivitas fisik.

Meski demikian, mandi air hangat bukan pengganti pemanasan sebelum olahraga. Peregangan dinamis dan aktivitas intensitas ringan tetap diperlukan untuk mempersiapkan otot serta sistem kardiovaskular.

Air dingin atau air hangat, mana yang lebih baik?

Tidak ada satu suhu air yang paling tepat untuk semua orang. Air dingin dapat memberikan sensasi segar dan meningkatkan kewaspadaan, sedangkan air hangat cenderung membantu relaksasi otot.

Pemilihan suhu juga perlu mempertimbangkan kondisi kesehatan masing-masing. Hindari air yang terlalu panas atau paparan dingin ekstrem, terutama jika memiliki penyakit jantung atau kondisi medis tertentu.

Dengan demikian, manfaat mandi pagi lebih tepat dipandang sebagai bagian dari kebiasaan hidup sehat. Mandi tetap berfungsi terutama untuk menjaga kebersihan tubuh, sementara efek kesehatan lainnya bergantung pada suhu air, kondisi individu, dan konteks penggunaannya. (*)

Berita Terkait

Benarkah Kacang Tanah Pemicu Asam Urat? Cek Fakta dan Porsi Amannya
Bintik Kasar Seperti Kulit Ayam di Lengan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Sering Kurang Tidur? Kenali Gejala, Dampak Kesehatan dan Cara Mengatasinya
7 Pilihan Lauk untuk Penderita Darah Tinggi, Sehat dan Mudah Diolah
Anak Makan Banyak tapi Tetap Kurus? Kenali 7 Penyebab dan Cara Mengatasinya
Benarkah Nanas Bisa Meredakan Batuk? Ini Penjelasan dan Faktanya
7 Cara Alami Meredakan Ambeien Tanpa Obat, Efektif Kurangi Nyeri dan Bengkak
7 Minuman yang Bisa Membantu Menurunkan Kolesterol, dari Teh Hijau hingga Susu Kedelai

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:31 WIB

Erick Yusuf: Film Buya Hamka Jadi Tuntunan di Tengah Krisis Keteladanan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Visa Andrea Bocelli Belum Terbit, Imigrasi Tunggu Keputusan Kabaintelkam Polri

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Sinopsis Film Laut Bercerita dan The Doll Ghawiah, Dua Film Lokal Terbaru Tayang Hari Ini!

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:12 WIB

Bunga Nafisa dan Deandra Nadira Rilis Single Dar Der Dor Ser, Usung Musik Endikup

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Lewat Merayu Waktu, Eltasya Angkat Kisah Sulit Melepaskan Masa Lalu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Gandeng LDR Team, Lindee Cremona Rilis Single Dewasaku Membanggakanmu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Ruth Garcia Rilis Lagu Salahkah, Ungkap Pergulatan Batin Usai Dikhianati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:05 WIB

AI Mampu Bikin Film, Nezar Patria Soroti Tantangan Baru Sensor Film

Berita Terbaru