Pessel, Javanusa—Pembangunan jaringan irigasi di Lubuk Kubang, Nagari Lakitan Tengah, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), segera memasuki tahap pembebasan lahan.
Hal ini menyusul rampungnya penyusunan Detail Engineering Design (DED) proyek oleh Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDA-BK) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).
Informasi tersebut disampaikan Anggota DPRD Pessel, Novermal Yuska, dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Jumat (29/8).
Novermal mengatakan pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan pejabat teknis Dinas SDA-BK Sumbar terkait percepatan realisasi pembangunan tersebut.
“Alhamdulillah, DED sudah selesai. Kini kita masuk tahap pembebasan lahan. Ini langkah penting untuk mewujudkan irigasi permanen di Lubuk Kubang,” ujar Novermal.
Lahan pertanian di kawasan tersebut memiliki luas sekitar 2.400 hektar. Namun selama ini masih bergantung pada air hujan karena belum adanya bendung dan jaringan irigasi yang memadai.
Novermal mengungkapkan, pihaknya telah menyampaikan permintaan kepada Pemerintah Provinsi Sumbar agar pembebasan lahan tetap dibiayai oleh provinsi.
Dia juga akan segera berkoordinasi dengan Bupati Pessel untuk memastikan prosesnya berjalan cepat dan lancar.
Keberadaan jaringan irigasi di Lubuk Kubang dinilai mendesak, terlebih dalam situasi iklim yang kian tidak menentu.
Irigasi ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi para petani untuk meningkatkan produktivitas pertanian.
“Sebelumnya kami telah melakukan kunjungan lapangan bersama Kepala Dinas SDA-BK Sumbar, Ibu Rifda Suryani, beserta jajaran pemerintah kabupaten, kecamatan, dan nagari. Kunjungan itu langsung ditindaklanjuti dengan penyusunan DED oleh tim teknis,” jelasnya.
Selain Lubuk Kubang, tahun 2026 Dinas SDA-BK Sumbar juga menjadwalkan pembangunan dan rehabilitasi beberapa jaringan irigasi lainnya di Pesisir Selatan.
Diantaranya perbaikan bendung Irigasi Koto Kandis di Kambang Timur, Kecamatan Lengayang yang rusak akibat banjir, pengembangan jaringan Irigasi Koto Salapan di Balai Selasa, Kecamatan Ranah Pesisir, serta pembangunan Irigasi Talang Kemuning Jaya di Punggasan dan Lagan di Kecamatan Linggo Sari Baganti.
“Sebagai wakil rakyat, kami akan terus mengawal agar proyek-proyek ini betul-betul menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, khususnya petani,” kata Novermal.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan infrastruktur irigasi akan memperkuat ketahanan pangan daerah, meningkatkan pendapatan petani, dan mengurangi ketergantungan pada curah hujan musiman.
Diakui Novermal, banyak petani di Kecamatan Lengayang hanya bisa panen sekali setahun karena keterbatasan air, padahal potensi lahan sangat memungkinkan untuk tanam dua kali atau lebih.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pelaksana Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) Dinas SDA-BK Provinsi Sumbar, Wilman membenarkan DED telah rampung, dan pihaknya tengah mempersiapkan tahapan pembebasan lahan.
“Irigasi Lubuk Kubang ini merupakan kewenangan provinsi, dan masuk dalam prioritas pembangunan tahun 2026. Kami berharap dukungan semua pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat,” kata Wilman.
Ia menjelaskan, Dinas SDA-BK menargetkan pembangunan fisik dimulai pada semester pertama tahun 2026 setelah seluruh tahapan administrasi tuntas.
Dengan tuntasnya pembangunan irigasi itu nanti, dia berharap akan mengubah lahan pertanian dari tadah hujan menjadi lahan yang produktif yang bisa ditanami sepanjang tahun di kecamatan ini. (sus)






