Pessel, Javanusa—Masjid Raya Painan, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), mewakili Nagari Painan Timur dalam Penilaian Didikan Subuh Berprestasi Tingkat Kecamatan IV Jurai Tahun 2026 yang digelar Minggu (19/1/2026).
Ketua Tim Penilai Ustad Doni Agustian, S.Pd.I, M.Psi, menjelaskan kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang bertujuan untuk menilai sejauh mana pembelajaran keislaman yang diterima santri dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menegaskan didikan subuh bukan sekadar ajang penampilan, melainkan sarana pembentukan karakter Islami anak sejak usia dini.
“Penilaian ini tidak hanya melihat kemampuan santri dalam menampilkan kegiatan didikan subuh, tetapi juga bagaimana nilai-nilai Islam itu tercermin dalam sikap, kedisiplinan, serta adab mereka kepada orang tua dan lingkungan,” ujar Doni Agustian.
Doni Agustian menambahkan, dari total 20 nagari yang ada di Kecamatan IV Jurai, pada tahun 2026 ini sebanyak 11 nagari mengikuti penilaian didikan subuh berprestasi.
“Setiap nagari diwakili oleh satu masjid yang ditunjuk secara bergilir setiap tahunnya, sehingga pembinaan keagamaan dapat berjalan merata di seluruh nagari,” jelasnya.
Kegiatan yang dilaksanakan oleh santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Masjid Raya Painan tersebut mengangkat tema “Birrul Walidain (Berbuat Baik kepada Kedua Orang Tua)”.
Tema ini dipilih sebagai upaya menanamkan nilai akhlakul karimah serta menumbuhkan kesadaran anak sejak dini tentang pentingnya berbakti kepada orang tua sebagai bagian dari ajaran Islam.
Menurut Doni Agustian, kriteria penilaian dalam didikan subuh mencakup berbagai aspek, tidak hanya penampilan santri, tetapi juga keterlibatan seluruh unsur nagari.
“Yang kami nilai bukan hanya tampilan santri, tetapi juga kehadiran dan dukungan pemerintah nagari, Bamus, tokoh masyarakat, pengurus masjid, majelis taklim, serta peran aktif orang tua santri,” ujarnya.
Kegiatan penilaian tersebut turut dihadiri Wali Nagari Painan Timur, Hendra Ardison Chandra, Ketua Pengurus Masjid Raya Painan, Don Chandra, serta dewan juri dan tim penilai lainnya, yakni Jasrial, S.Pd.I, Mukhlis, S.Pd.I, Rino Andri, M.Pd, dan Sudarmono, S.Pd.I sebagai penilai administrasi.
Ketua Pengurus Masjid Raya Painan, Don Chandra menyampaikan didikan subuh merupakan media pembinaan karakter anak yang sangat efektif.
“Didikan subuh bukan sekadar lomba, tetapi wadah pendidikan agar anak-anak mampu mengamalkan ilmu yang mereka peroleh di TPQ, terutama dalam menghormati orang tua,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemerintahan Nagari Painan Timur yang telah mendukung penuh pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Kegiatan didikan subuh berprestasi ini terselenggara berkat dukungan dan sponsor dari Pemerintahan Nagari Painan Timur. Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kepedulian pemerintah nagari terhadap pembinaan keagamaan, khususnya bagi anak-anak TPQ,” ujar Don Chandra.
Ia berharap, melalui kegiatan ini, akan lahir generasi Qur’ani yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan berakhlak mulia.
“Kami berharap anak-anak ini tumbuh menjadi generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak baik, sehingga kelak menjadi kebanggaan keluarga, nagari, dan agama,” tuturnya.
Senada, Wali Nagari Painan Timur, Hendra Ardison Chandra mengatakan kegiatan didikan subuh memberikan kontribusi positif dalam mendukung Program Unggulan (Progul) Nagari Mengaji, sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan di bawah kepemimpinan Bupati Hendrajoni dan Wakil Bupati Risnaldi Ibrahim periode 2025-2030.
“Kegiatan ini sangat sejalan dengan Program Nagari Mengaji. Pembentukan karakter Islami harus dimulai sejak usia dini agar anak-anak tumbuh dengan akhlak yang baik dan keimanan yang kuat,” ungkapnya.
Ia menilai pembinaan karakter melalui didikan subuh merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan nagari dan daerah.
“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan semakin ditingkatkan, karena dari sinilah lahir generasi penerus yang berakhlakul karimah, mencintai Al-Qur’an, serta mampu menjaga nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Wali Nagari juga menjelaskan Pemerintah Nagari Painan Timur memberikan perhatian serius terhadap guru-guru TPQ dengan menyalurkan insentif melalui Dana Desa (DD) sebesar Rp600 ribu per bulan tahun 2025.
Karena standar biaya untuk tahun 2026 belum didapatkan karena efisiensi anggaran dan berbagai kegiatan lainnya, termasuk Koperasi Merah Putih, sehingga untuk tahun 2026 belum bisa ditetapkan.
“Memasuki tahun 2026 ini, berbagai perhatian ini juga diberikan terhadap kegiatan keagamaan lainnya yang dilaksanakan oleh masjid-masjid yang ada di Nagari Painan Timur,” tutupnya. (naurah)






