Perang Meletus, Thailand dan Kamboja Saling Serang dan Klaim Membela Diri

Penulis -

Kamis, 24 Juli 2025 - 19:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penampakan minimarket di Thailand yang menjadi sasaran roket Kamboja. (Foto: Tentara Kerajaan Thailand via Anadolu)

Penampakan minimarket di Thailand yang menjadi sasaran roket Kamboja. (Foto: Tentara Kerajaan Thailand via Anadolu)

Jakarta, Javanusa—Ketegangan antara Thailand dan Kamboja kembali meningkat setelah terjadi bentrokan bersenjata di kawasan perbatasan pada Kamis (24/7).

Kedua negara saling menuding sebagai pemicu konflik dan sama-sama mengklaim bahwa tindakan mereka merupakan bentuk pembelaan diri.

Pemerintah Kamboja menuduh Thailand sebagai pemicu utama eskalasi terbaru. Tuduhan itu muncul setelah insiden penyerangan terhadap seorang prajurit Kamboja di kompleks Candi Ta Moan Thom pada Senin (14/7).

Dalam pernyataan resminya, Phnom Penh menyebut seorang tentara dan warga sipil Thailand melakukan kekerasan fisik terhadap prajurit Kamboja yang sedang bertugas di situs bersejarah tersebut. Aksi ini dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Kamboja.

“Ini adalah pelanggaran terhadap hukum internasional dan kebenaran sejarah. Candi Ta Moan Thom merupakan bagian tak terpisahkan dari identitas budaya kami, dan klaim atas wilayah itu telah ditegaskan dalam Konvensi Prancis-Siam tahun 1907,” tegas pemerintah Kamboja.

Candi Ta Moan Thom, yang berada di zona sengketa, memang telah lama menjadi sumber konflik antara Thailand dan Kamboja.

Berdasarkan Konvensi 1907 yang ditandatangani oleh Prancis dan Siam (sekarang Thailand), wilayah candi tersebut secara hukum berada di bawah kedaulatan Kamboja. Klaim itu juga diperkuat oleh sejumlah peta resmi yang diakui secara internasional.

Kamboja menganggap kehadiran pasukan dan warga Thailand di kawasan candi sebagai pelanggaran norma internasional dan ancaman terhadap semangat kerja sama ASEAN.

“Insiden ini mencederai nilai-nilai internasional dan merusak kepercayaan antardua negara anggota ASEAN,” lanjut pernyataan tersebut.

Meski menghadapi tekanan nasionalistik, Phnom Penh menegaskan komitmennya menyelesaikan sengketa melalui jalur damai dan hukum internasional.

Pemerintah Kamboja bahkan telah mengajukan pengaduan resmi ke Mahkamah Internasional (ICJ), meski belum mendapat tanggapan dari pihak Thailand.

Baca Juga :  Padang–Hildesheim Semakin Erat, Kota Kembar Rayakan Malam Indonesia di Jerman

Kamboja juga menuding Thailand bersikap kontradiktif. Di satu sisi, Bangkok menunjukkan citra damai secara diplomatik; di sisi lain, justru melakukan operasi militer di lapangan. “Pertempuran harus dihentikan sebelum negosiasi dimulai,” ujar perwakilan Kamboja seperti dikutip Reuters. Namun, bentrokan bersenjata di perbatasan terus berlanjut.

12 Warga Sipil Tewas

Thailand merespons dengan meluncurkan serangan udara menggunakan jet tempur F-16. Serangan itu diklaim sebagai balasan atas tembakan roket dari Kamboja yang sebelumnya menghantam wilayah Thailand dan menewaskan sedikitnya 12 warga sipil.

Kementerian Luar Negeri Thailand mendesak Phnom Penh segera menghentikan aksi militer. “Thailand siap mengambil langkah pertahanan lebih lanjut jika Kamboja tetap melakukan pelanggaran terhadap kedaulatan kami, sesuai hukum dan prinsip internasional,” tegas pernyataan resmi dari Kemlu Thailand.

Dalam langkah diplomatik, Thailand menarik pulang duta besarnya dari Phnom Penh dan mengusir duta besar Kamboja dari Bangkok.

Di sisi lain, Kamboja tetap menyatakan serangan mereka sebagai reaksi terhadap provokasi di sekitar kompleks Candi Ta Moan Thom.

Seruan Persatuan dan Stabilitas Kawasan

Pemerintah Kamboja menyerukan pentingnya persatuan nasional serta peningkatan pemahaman sejarah perbatasan, terutama bagi generasi muda. Edukasi terkait Konvensi 1907 dan warisan budaya disebut sebagai elemen penting untuk menjaga identitas nasional.

“Kami bangsa yang cinta damai, tetapi tidak pasif. Jika kami didorong ke batas, kami akan berdiri tegak dengan kebenaran, persatuan, dan harga diri nasional,” tegas pemerintah dalam pernyataan lanjutan.

Kamboja juga mendesak Thailand menunjukkan tanggung jawab moral, mengakui kesalahan, dan kembali ke prinsip hidup berdampingan secara damai.

Ketegangan terbaru ini mengingatkan pada insiden serupa yang terjadi Mei lalu, yang menyebabkan korban jiwa, penutupan pos perbatasan, serta gangguan hubungan perdagangan antara kedua negara.

Baca Juga :  Indonesia Pacu PLTS 100 GW, Presiden Prabowo Dorong Kolaborasi Energi Bersih ASEAN

Phnom Penh memperingatkan kegagalan merespons cepat pelanggaran saat ini dapat memperburuk krisis dan merusak hubungan bilateral yang telah dibangun selama puluhan tahun. (*/red)

Sumber: CNN Indonesia

Berita Terkait

Azerbaijan Larang Siswi Berhijab Masuk Sekolah, Aksi Protes Meluas hingga Istanbul
Sulam Kapalo Samek Padang Pariaman Tampil di Belgia, Bawa Kriya Minang ke Panggung Eropa
Banjir Bandang Nepal Tewaskan 157 Orang, 403 Wisatawan Hilang
Forum Internasional di Wina, Kementan Perkuat Jejaring Diagnostik Veteriner Indonesia
Fadly Amran Perkuat Kerja Sama dengan Foshan Polytechnic, Program Padang Juara Siapkan Dual Degree ke China
Kunjungan Balasan ke Tiongkok, Wali Kota Fadly Amran Perkuat Kerja Sama Pendidikan Padang-Guangdong
Gema Takbir di Paris, Diaspora Indonesia Rasakan Kehangatan di Tanah Rantau
Presiden Prabowo Salat Iduladha 1447 H di Paris, Silaturahmi Hangat dengan Diaspora Indonesia

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Pembangunan Drainase Padang Tembus 10 Km, Lampaui Target 4 Km

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Muswil VII APTISI Sumbar Digelar 31 Oktober, Universitas Fort De Kock Jadi Tuan Rumah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:52 WIB

Lantik 33 Pejabat Pemprov Sumbar, Arry Yuswandi Tekankan Kompetensi dan Etika Birokrasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:09 WIB

DPC GMNI Padang Gelar Refleksi 98 Tahun Sumpah Pemuda: Soroti Skandal Ijazah Gibran

Kamis, 29 Oktober 2026 - 00:33 WIB

Atasi Kendala Peradilan, Fadly Amran Dorong PKS dengan Pengadilan Agama Padang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:52 WIB

Fadly Amran Dorong Penguatan Pendidikan Diniyah Lewat Program Smart Surau

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Mahyeldi Ajak Pemuda Sumbar Jaga Persatuan dan Waspadai Bahaya Narkoba

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:12 WIB

Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana

Berita Terbaru