Produksi Bawang Putih Nasional Masih Tertinggal dari Kebutuhan, Kementan Perkuat Perbenihan

Penulis -

Senin, 13 April 2026 - 09:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi saat kunjungan kerja spesifik ke Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Sayuran di Lembang, Jawa Barat, Kamis (9/4/2026). (Foto: Kementan)

Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi saat kunjungan kerja spesifik ke Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Sayuran di Lembang, Jawa Barat, Kamis (9/4/2026). (Foto: Kementan)

Lembang, Javanusa—Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat sektor perbenihan bawang putih untuk meningkatkan produksi dalam negeri dan mengurangi ketergantungan impor.

Langkah ini mendapat dukungan dari DPR RI, khususnya Komisi IV yang membidangi pertanian.

Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi, menyebut persoalan utama bawang putih nasional tidak hanya pada produksi, tetapi juga pada fondasi benih yang belum optimal.

Komoditas bawang putih merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat yang hingga saat ini masih memiliki ketergantungan terhadap impor.

“Oleh karena itu, penguatan sektor hulu, khususnya perbenihan, menjadi kunci utama dalam membangun kemandirian produksi dalam negeri,” kata Titiek saat kunjungan kerja spesifik ke Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Sayuran di Lembang, Jawa Barat, Kamis (9/4/2026).

Ia menjelaskan, kualitas benih menjadi faktor penentu keberhasilan pembangunan pertanian. Benih yang unggul berpengaruh langsung terhadap produktivitas, ketahanan terhadap perubahan iklim, dan daya saing hasil pertanian.

Menurut Titiek, percepatan swasembada bawang putih perlu dimulai dari pembenahan menyeluruh di sektor hulu.

Sejumlah kendala yang diidentifikasi meliputi keterbatasan produksi dan distribusi benih berkualitas, kelembagaan pembenihan yang belum optimal, akses pembiayaan petani, serta integrasi hulu-hilir yang masih perlu diperkuat.

Ia juga menyatakan Komisi IV DPR RI akan mendorong dukungan anggaran untuk memperkuat kinerja Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sayuran.

Di sisi teknis, Kepala BRMP Kementan, Fadjry Djufry, menyampaikan kesenjangan antara kebutuhan dan produksi nasional masih tinggi.

Menurutnya, kebutuhan bawang putih nasional mencapai sekitar 600–700 ribu ton per tahun, sementara produksi dalam negeri baru sekitar 50 ribu ton.

“Kehadiran Komisi IV DPR RI penting untuk melihat kesiapan teknologi dan benih dalam mengejar selisih angka tersebut,” ujarnya.

Baca Juga :  Ade Armando Ditunjuk Jadi Komisaris PT PLN Nusantara Power

Fadjry menegaskan kemandirian benih menjadi fondasi dalam mewujudkan kedaulatan pangan. Ketergantungan pada benih impor dinilai berisiko bagi keberlanjutan produksi nasional.

Ia menyebut Indonesia telah memiliki varietas unggul seperti Lumbu Hijau dan Tawangmangu, dengan potensi hasil 15–25 ton per hektare. Selain itu, teknologi pendukung seperti kultur jaringan serta peta lahan potensial di dataran tinggi juga telah tersedia.

“Kita sudah memetakan lahan potensial di atas 1.000 mdpl mulai dari Sumatra hingga Sulawesi. Selanjutnya kolaborasi lintas sektor untuk mendorong percepatan tanam secara masif,” kata Fadjry.

Namun demikian, ia mengingatkan program ini membutuhkan dukungan anggaran yang konsisten, terutama untuk penyediaan benih dan pemurnian varietas agar target pengembangan 100 ribu hektare lahan tanam dapat tercapai.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen pemerintah untuk mengurangi ketergantungan impor komoditas strategis.

“Tidak boleh lagi kita bergantung pada negara lain untuk kebutuhan dasar kita sendiri. Kita harus produksi sendiri,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah terus mengakselerasi program penguatan produksi nasional melalui penyediaan benih unggul, pengembangan teknologi, dan perluasan lahan berbasis potensi wilayah.

Penguatan sektor perbenihan ini akan menjadi fondasi transformasi pertanian, tidak hanya untuk bawang putih, tetapi juga komoditas hortikultura lainnya, guna mendukung kemandirian pangan nasional secara berkelanjutan. (*/red)

Berita Terkait

Fadly Amran Lantik Indra Noferi sebagai Dewas Perumda PSM Padang
Tekan Inflasi dan Lonjakan Harga Cabai, Pemko Padang Gelar Gerakan Pangan Murah di Batang Arau
Fadly Amran Sambut Investasi Green SM Rp500 Miliar, Taksi Listrik Segera Hadir di Padang
Maigus Nasir Resmikan Kampung Budi Daya Ikan Air Tawar di Kelurahan Pisang, 53 Keluarga Terima Bantuan
Progres Flyover Sitinjau Lauik I Capai 35,275 Persen, Jembatan 1 Rampung
Pemerintah Siapkan Storage di Dalam Negeri, Impor Crude Tak Lagi Mampir ke Negara Lain
Pemko Padang Lengkapi Fasilitas Basement Blok II dan III Pasar Raya, Pedagang Diminta Mulai Berjualan
Tekan Gejolak Harga Pangan, Pemerintah Gelar GPM Serentak di 38 Provinsi

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Stadion Haji Agus Salim Padang Punya Kapasitas 12.067 Penonton, Ini Fasilitasnya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Genoa Bungkam Juventus 2-0, Bianconeri Tertahan di Peringkat 8

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Hasil Carabao Cup: Manchester City Singkirkan Brighton Lewat Adu Penalti 4-3

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Tanpa Harry Kane, Bayern Munich Bantai Magdeburg 6-1 di DFB Pokal

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Liverpool Singkirkan Chelsea Lewat Adu Penalti, Lolos ke Perempat Final Carabao Cup

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Fortuna Sittard Singkirkan Sparta Rotterdam, Justin Hubner Cs Lolos ke Babak Kedua Piala KNVB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:55 WIB

AC Milan Dibantai Bologna 2-4 di San Siro, Samuel Mbangula Cetak Hattrick

Berita Terbaru

Sumsel United siap menghadapi Semen Padang di Pegadaian Championship 2026/2027. (Foto: ileague.id)

Liga 2

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Okt 2026 - 18:26 WIB