Javanusa.com—Putus cinta menjadi pengalaman emosional yang hampir dialami setiap orang. Ada yang mampu bangkit hanya dalam beberapa hari, tetapi tidak sedikit pula yang membutuhkan waktu berbulan-bulan hingga bertahun-tahun untuk benar-benar pulih.
Di tengah berbagai anggapan yang berkembang, muncul pertanyaan yang sering dibahas: apakah pria memang lebih cepat move on dibandingkan wanita?
Belum Ada Bukti Ilmiah yang Menyatakan Pria Lebih Cepat Move On
Hingga saat ini, belum ada penelitian yang secara meyakinkan membuktikan bahwa pria selalu lebih cepat melupakan mantan dibandingkan wanita.
Setiap individu memiliki proses pemulihan yang berbeda. Lamanya seseorang move on lebih dipengaruhi oleh kualitas hubungan, durasi pacaran, alasan putus, tingkat keseriusan hubungan, hingga keinginan pribadi untuk bangkit dari masa lalu.
Karena itu, baik pria maupun wanita sama-sama berpeluang membutuhkan waktu yang singkat ataupun lama untuk pulih setelah hubungan berakhir.
Mengapa Pria Sering Terlihat Lebih Cepat Bangkit?
Pandangan bahwa pria lebih mudah move on diduga muncul karena cara mereka mengekspresikan emosi.
Menurut laman MensLine Australia, stereotipe yang menganggap pria harus terlihat kuat, tangguh, dan tidak mudah menunjukkan kesedihan membuat banyak laki-laki memilih menyimpan perasaannya.
Alih-alih larut dalam kesedihan, mereka sering mengalihkan perhatian dengan menjalani aktivitas yang sebelumnya sulit dilakukan saat masih memiliki pasangan.
Kesibukan tersebut membuat pria tampak baik-baik saja sehingga muncul kesan bahwa mereka lebih cepat melupakan mantan.
Meski demikian, kondisi itu tidak berlaku untuk semua orang. Ada pria yang justru lebih terbuka terhadap emosinya, sebagaimana ada wanita yang memilih memendam kesedihan.
Wanita Cenderung Lebih Terbuka Menunjukkan Perasaan
Berbeda dengan pria, wanita umumnya lebih mudah mengekspresikan emosi ketika mengalami putus cinta.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Scientific Reports menunjukkan bahwa perubahan hormon pada periode tertentu dapat membuat wanita menjadi sedikit lebih emosional.
Akibatnya, kesedihan setelah putus cinta sering terlihat lebih jelas sehingga muncul anggapan bahwa wanita membutuhkan waktu lebih lama untuk move on.
Meski begitu, pengaruh hormon bukanlah faktor utama. Berbagai kondisi psikologis, pengalaman hubungan, dan karakter masing-masing individu tetap memiliki peran yang jauh lebih besar dalam proses pemulihan.
Memendam Emosi Bisa Membuat Proses Pulih Lebih Lama
Menyembunyikan kesedihan tidak selalu berarti seseorang telah benar-benar pulih.
Pria yang memilih menahan emosinya pada awal masa putus cinta berpotensi mengalami kesulitan saat menghadapi kenangan tentang mantan di kemudian hari. Perasaan sedih atau kesal bisa kembali muncul karena emosi tersebut belum benar-benar diproses.
Sebaliknya, wanita yang sejak awal mengungkapkan kesedihan mungkin lebih mudah menerima kenyataan dan berdamai dengan pengalaman tersebut.
Namun, pola ini tetap bersifat individual. Tidak semua pria atau wanita mengalami proses yang sama.
Cara Membantu Diri Agar Lebih Cepat Move On
Setiap orang memiliki waktu pemulihan yang berbeda. Karena itu, tidak ada alasan untuk membandingkan proses move on dengan orang lain maupun mantan pasangan.
Beberapa langkah berikut dapat membantu mempercepat proses bangkit setelah putus cinta:
-
- Fokus mengembangkan diri atau kembali menjalani hobi yang sempat tertunda.
- Tetap menjalin komunikasi dengan teman dan keluarga.
- Terima serta akui perasaan sedih tanpa menekannya.
- Kurangi atau batasi komunikasi dengan mantan.
- Susun kembali target dan rencana hidup ke depan.
- Hindari terus-menerus menyalahkan diri sendiri.
- Beri kesempatan kepada diri sendiri untuk membuka lembaran baru ketika sudah siap.
Apabila pengalaman putus cinta meninggalkan trauma mendalam atau kesedihan berkepanjangan hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya segera berkonsultasi dengan psikolog agar memperoleh penanganan yang tepat. (*)






