5 Dampak Pacaran Backstreet bagi Kesehatan Mental, Bisa Picu Cemas hingga Depresi

Penulis -

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pasangan backstreet. (Foto: AI Generate)

Ilustrasi pasangan backstreet. (Foto: AI Generate)

Javanusa.com—Menjalani hubungan secara diam-diam mungkin terasa aman pada awalnya. Namun, pacaran backstreet dapat memicu kecemasan, mengurangi dukungan sosial, hingga mengganggu kesehatan mental.

Backstreet merujuk pada hubungan romantis yang sengaja dirahasiakan dari lingkungan sekitar. Biasanya, hanya pasangan dan beberapa orang terdekat yang mengetahui hubungan tersebut.

Kondisi ini berbeda dengan private relationship. Dalam hubungan privat, pasangan tetap dapat menjalani hubungan secara terbuka tanpa harus menyembunyikan statusnya dari orang lain.

Sebaliknya, pasangan backstreet perlu membatasi kedekatan di depan publik. Jika berlangsung lama, kondisi tersebut dapat menimbulkan sejumlah persoalan. Dilansir dari Alodokter, berikut adalah beberapa dampak pacaran backstreet:

1. Kualitas hubungan dapat terganggu

Hubungan yang dirahasiakan cenderung menghadapi tantangan komunikasi dan kepercayaan. Pasangan juga dapat lebih sering merasa curiga terhadap satu sama lain.

Situasi tersebut dapat membuat proses saling mengenal menjadi kurang optimal. Padahal, komunikasi dan kepercayaan menjadi fondasi penting dalam hubungan yang sehat.

Tanpa kedua hal tersebut, pasangan dapat kesulitan membangun hubungan yang stabil dan bertahan dalam jangka panjang.

2. Kedekatan dengan pasangan terasa terbatas

Pacaran backstreet membuat pasangan harus menjaga jarak di hadapan orang lain. Batasan tersebut dapat menyangkut kedekatan fisik maupun emosional.

Kondisi ini lama-kelamaan dapat membuat salah satu atau kedua pasangan merasa kurang dekat. Mereka juga mungkin kesulitan mengekspresikan perhatian secara bebas.

Jika berlangsung terus-menerus, keterbatasan tersebut dapat memengaruhi kepuasan dalam hubungan.

3. Rasa cemas muncul karena takut ketahuan

Salah satu dampak pacaran backstreet yang sering muncul ialah rasa takut hubungan terbongkar.

Pasangan perlu terus memperhatikan sikap dan perilaku saat berada di lingkungan sosial. Situasi tersebut dapat menimbulkan stres dan kecemasan.

Baca Juga :  Di Posko Pengungsian Kuranji, Istri Wali Kota Padang Periksa Kesehatan Jantung Lansia

Tekanan emosional itu juga berpotensi mengganggu komunikasi. Ketika pasangan sama-sama berada dalam kondisi tertekan, konflik dalam hubungan dapat lebih mudah muncul.

4. Risiko depresi dan gangguan tidur

Tekanan karena harus menyembunyikan hubungan juga dapat memengaruhi kondisi psikologis. Perasaan rendah diri dapat ikut muncul pada sebagian orang yang menjalani hubungan backstreet.

Stres berkepanjangan dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan mental, termasuk depresi. Kondisi tersebut juga dapat berkaitan dengan insomnia atau gangguan tidur.

Jika masalah terus berlangsung, kualitas hidup dapat ikut menurun. Gangguan tidur dan stres juga dapat memengaruhi berbagai fungsi tubuh.

5. Dukungan sosial menjadi lebih terbatas

Hubungan rahasia membuat seseorang tidak selalu leluasa bercerita kepada teman atau orang terdekat. Akibatnya, dukungan sosial ketika menghadapi masalah hubungan dapat berkurang.

Masalah yang tidak dapat dibagikan juga berpotensi menumpuk. Kondisi ini dapat membuat beban emosional terasa semakin berat.

Di sisi lain, kedekatan yang terlihat secara tidak sengaja dapat memicu gosip. Situasi tersebut bahkan dapat memengaruhi hubungan seseorang dengan lingkungan sosialnya.

Jangan abaikan dampaknya

Pacaran backstreet mungkin terasa menyenangkan ketika hubungan baru dimulai. Namun, terus menjaga hubungan tetap rahasia dapat menjadi sumber tekanan.

Karena itu, pasangan perlu mempertimbangkan alasan dan konsekuensi sebelum memilih hubungan secara sembunyi-sembunyi.

Jika hubungan tersebut mulai menimbulkan tekanan emosional, kecemasan, atau kelelahan mental, mencari bantuan profesional dapat menjadi pilihan. Konsultasi dengan psikolog dapat membantu seseorang memahami masalah dan menentukan langkah yang lebih sehat. (*)

Berita Terkait

Suami yang Baik Bukan Harus Sempurna, Ini Cara Membangun Rumah Tangga Penuh Cinta
Cara Mengembalikan Semangat Hidup Saat Merasa Hampa, Ini Langkah Sederhananya
Benarkah Wanita Selalu Benar? Ini Kata Psikolog
Wanita Mengajak Menikah Duluan, Lumrah Kah? Ini Penjelasan Psikolog
Benarkah Pernikahan Paling Rawan di Tahun Ketujuh? Ini 5 Fase yang Perlu Diketahui
Perselingkuhan di Tempat Kerja Bisa Berawal dari Kedekatan, Ini Cara Mencegahnya
10 Ciri Pasangan Mulai Bosan dalam Hubungan, Kenali Tandanya
Mengenal Cowok Semangka, Terlihat Green Flag tetapi Bisa Jadi Red Flag

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Padang Utara Siapkan 72 Kafilah, Targetkan Juara Umum MTQN ke-42 Kota Padang

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:11 WIB

KAI Divre II Sumbar Tutup 30 Perlintasan Liar, Keselamatan di Jalur Kereta Diperketat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:04 WIB

Pemko Padang Perkuat Pengelolaan Sampah Terpadu Lewat Gerakan Pilah Sampah dari Rumah

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:53 WIB

Persiapan MTQ ke-42 Kota Padang Dimatangkan, 663 Kafilah Siap Bertanding

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:27 WIB

PWI Health Fun Run 5K Hadir di Mandeh, Gabungkan Olahraga dan Promosi Wisata

Berita Terbaru