Udara Padang Berkabut, Nanda Satria Imbau Warga Waspada dan Gunakan Masker

Penulis -

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua DPRD Sumbar, Nanda Satria. (Foto: Ist)

Wakil Ketua DPRD Sumbar, Nanda Satria. (Foto: Ist)

Padang, Javanusa—Kondisi udara berkabut yang menyelimuti sejumlah wilayah Kota Padang dalam beberapa hari terakhir mendapat perhatian Wakil Ketua DPRD Sumbar, Nanda Satria.

Ia meminta warga tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan mengacu pada informasi resmi BMKG sebelum menyimpulkan penyebab kondisi tersebut.

Nanda menilai masyarakat perlu memahami penyebab udara berkabut secara tepat. Menurutnya, kondisi tersebut tidak serta-merta menunjukkan adanya kabut asap akibat kebakaran.

Ia meminta warga menjadikan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebagai rujukan utama. Langkah itu penting agar masyarakat tidak menerima atau menyebarkan kesimpulan yang belum terverifikasi.

“Kita perlu memahami penyebabnya secara tepat. Jangan sampai masyarakat langsung menyimpulkan bahwa udara berkabut ini merupakan kabut asap akibat kebakaran. Informasi dari BMKG harus menjadi rujukan agar masyarakat memperoleh informasi yang benar,” kata Nanda.

Menurut Nanda, perubahan kondisi atmosfer bisa dipengaruhi sejumlah faktor. Curah hujan yang minim, udara kering, pergerakan angin yang lemah, serta partikel debu, asap, dan polutan dapat berkontribusi terhadap munculnya udara berkabut.

Jarak Pandang Berkurang, Pengendara Perlu Waspada

Selain memengaruhi kenyamanan, kondisi tersebut juga dapat berdampak pada keselamatan pengguna jalan. Penurunan jarak pandang pada waktu tertentu membuat pengendara perlu meningkatkan kehati-hatian.

Nanda mengingatkan pengendara agar menyesuaikan kecepatan dengan kondisi jalan. Ia juga meminta masyarakat tidak memaksakan perjalanan ketika jarak pandang sudah mengganggu keamanan berkendara.

“Bagi masyarakat yang berkendara, terutama ketika jarak pandang berkurang, agar lebih berhati-hati. Kurangi kecepatan dan jangan memaksakan diri jika kondisi pandangan tidak aman,” ujarnya.

Gunakan Masker Saat Beraktivitas di Luar

Perhatian juga perlu diberikan pada kondisi kesehatan masyarakat. Nanda menyarankan warga memakai masker saat beraktivitas di luar rumah, terutama ketika udara terlihat semakin pekat atau mulai menimbulkan rasa tidak nyaman saat bernapas.

Baca Juga :  Muhidi: Sekolah di Sumbar Harus Jadi Ruang Aman dan Nyaman bagi Anak

Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan tanpa menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.

“Jangan lupa jaga kesehatan dan gunakan masker jika beraktivitas di luar rumah. Yang paling penting masyarakat tidak panik, tetapi tetap waspada,” katanya.

Pemantauan Titik Panas dan Kebakaran Perlu Diperkuat

Nanda juga mendorong pemerintah daerah bersama instansi terkait memperkuat pemantauan kondisi cuaca dan kualitas udara. Pengawasan terhadap titik panas dan potensi kebakaran lahan, menurutnya, juga perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Kondisi cuaca yang cenderung kering perlu diantisipasi sejak dini. Upaya tersebut penting agar masalah lingkungan tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

“Kita berharap kondisi ini tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih serius. Pemantauan terhadap titik panas dan potensi kebakaran lahan harus terus dilakukan. Masyarakat juga harus ikut menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang bisa memicu kebakaran,” tegasnya.

BMKG Masih Prakirakan Udara Berkabut di Padang

Berdasarkan pembaruan prakiraan BMKG pada 13 Agustus 2026, sejumlah wilayah Kota Padang masih berpotensi mengalami udara berkabut. Beberapa kawasan lain juga diprakirakan menghadapi kondisi kabut atau asap pada periode tertentu.

Karena itu, Nanda meminta masyarakat terus mengikuti perkembangan situasi melalui kanal resmi BMKG dan pemerintah daerah.

Ia kembali mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan apabila kondisi udara semakin memburuk atau jarak pandang semakin terbatas.

“Kalau kondisi udara semakin memburuk atau jarak pandang semakin terbatas, tentu kita harus lebih berhati-hati dalam beraktivitas. Ikuti informasi resmi dan jangan mengabaikan kondisi kesehatan,” tutupnya. (*)

Berita Terkait

Gustami Hidayat Salurkan Bantuan Pangan untuk Ibu Hamil dan Balita di Padang
Muhidi Dorong Satu Kelurahan Satu Masjid Ramah Anak di Sumbar
Ketua DPRD Sumbar Muhidi Dorong Mahasiswa Perkuat Literasi, Kuasai Teknologi dan Berpikir Kritis
Kejurprov Tenis Meja Sumbar 2026 Diikuti 156 Peserta, Gustami Hidayat Tekankan Sportivitas
Monev KI Sumbar 2026, DPRD Sumbar Paparkan 19 Inovasi Layanan Informasi Publik
Ketua DPRD Sumbar Muhidi Dorong Guru Fisika Cetak Generasi Unggul dan Berkarakter
Ketua DPRD Sumbar Muhidi Dorong Gerakan Satu Kelurahan Satu Masjid Ramah Anak
Evi Yandri Ajak Warga Sumbar Aktif Cegah Penyalahgunaan Narkoba

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Stadion Haji Agus Salim Padang Punya Kapasitas 12.067 Penonton, Ini Fasilitasnya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Genoa Bungkam Juventus 2-0, Bianconeri Tertahan di Peringkat 8

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Hasil Carabao Cup: Manchester City Singkirkan Brighton Lewat Adu Penalti 4-3

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Tanpa Harry Kane, Bayern Munich Bantai Magdeburg 6-1 di DFB Pokal

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Liverpool Singkirkan Chelsea Lewat Adu Penalti, Lolos ke Perempat Final Carabao Cup

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Fortuna Sittard Singkirkan Sparta Rotterdam, Justin Hubner Cs Lolos ke Babak Kedua Piala KNVB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:55 WIB

AC Milan Dibantai Bologna 2-4 di San Siro, Samuel Mbangula Cetak Hattrick

Berita Terbaru

Sumsel United siap menghadapi Semen Padang di Pegadaian Championship 2026/2027. (Foto: ileague.id)

Liga 2

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Okt 2026 - 18:26 WIB