5 Manfaat Bubur Jagung bagi Kesehatan dan Tips Mengolahnya agar Lebih Sehat

Penulis -

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi bubur jagung. (Foto: AI Generate)

Ilustrasi bubur jagung. (Foto: AI Generate)

Javanusa.com—Bubur jagung bukan sekadar makanan yang mengenyangkan. Kandungan karbohidrat, serat, vitamin, mineral, serta antioksidan membuatnya dapat menjadi bagian dari pola makan bergizi.

Namun, cara mengolah bubur jagung turut menentukan nilai gizinya. Tambahan gula, santan, susu, mentega, atau kental manis dapat meningkatkan kalori dan kandungan lemak maupun gula.

Kandungan Gizi Bubur Jagung

Dalam setiap 100 gram bubur jagung, terdapat sekitar 58 kalori. Makanan ini juga menyediakan sejumlah zat gizi yang dibutuhkan tubuh.

Kandungan tersebut meliputi sekitar 12,5 gram karbohidrat, 0,6 gram serat, 1,1 gram protein, dan 0,3 gram lemak.

Jagung juga mengandung vitamin B kompleks, vitamin C, serta folat. Beberapa mineral yang terdapat di dalamnya antara lain kalium, magnesium, dan fosfor.

Selain zat gizi tersebut, jagung menyediakan lutein dan zeaxanthin. Kedua senyawa ini merupakan antioksidan yang berperan dalam menjaga kesehatan mata.

Nilai kalori bubur jagung dapat berubah sesuai bahan tambahan. Gula, santan, kental manis, mentega, susu, dan keju dapat meningkatkan jumlah kalori.

Karena itu, porsi dan komposisi bahan perlu disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi harian.

Manfaat Bubur Jagung bagi Kesehatan

Dikutip dari Alodokter, kandungan gizi dalam jagung membuat bubur ini memiliki sejumlah manfaat potensial. Berikut beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari konsumsi bubur jagung.

1. Membantu Memenuhi Kebutuhan Energi

Jagung mengandung karbohidrat yang menjadi salah satu sumber energi bagi tubuh. Konsumsi bubur jagung dapat membantu memenuhi kebutuhan energi untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Pilihan bahan pendamping juga penting. Menambahkan sumber protein dapat membuat menu sarapan menjadi lebih lengkap.

2. Mendukung Kesehatan Pencernaan

Serat dalam bubur jagung dapat membantu menjaga fungsi saluran pencernaan. Asupan serat yang cukup juga membantu melancarkan buang air besar dan mengurangi risiko sembelit.

Baca Juga :  Jangan Tunggu Sakit, Ini 10 Cara Mencegah Gagal Ginjal Sejak Dini

Serat turut mendukung keseimbangan bakteri baik dalam saluran cerna. Karena itu, konsumsi serat tetap perlu menjadi bagian dari pola makan sehari-hari.

3. Menjaga Kesehatan Mata

Lutein dan zeaxanthin dalam jagung memiliki aktivitas antioksidan. Senyawa tersebut membantu melindungi mata dari dampak radikal bebas.

Keduanya juga berperan dalam mempertahankan kesehatan retina. Asupan makanan yang mengandung lutein dan zeaxanthin dapat mendukung kesehatan mata seiring bertambahnya usia.

Menjaga kesehatan mata tetap membutuhkan pola hidup yang baik. Batasi paparan layar, gunakan pelindung mata saat diperlukan, dan lakukan pemeriksaan mata secara berkala.

4. Membantu Mengontrol Nafsu Makan

Kandungan serat dan karbohidrat kompleks dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama. Efek ini berpotensi membantu mengurangi keinginan makan secara berlebihan.

Manfaat tersebut lebih optimal jika bubur jagung tidak mengandung gula dalam jumlah tinggi. Porsi makan juga tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan energi masing-masing.

5. Mendukung Kesehatan Jantung

Bubur jagung menyediakan beberapa mineral, termasuk kalium dan magnesium. Kandungan seratnya juga dapat mendukung pola makan yang baik bagi kesehatan jantung.

Untuk memperoleh manfaat yang lebih optimal, konsumsi bubur jagung bersama makanan bergizi lainnya. Batasi garam dan lemak jenuh, rutin berolahraga, serta hindari kebiasaan merokok.

Cara Membuat Bubur Jagung Lebih Sehat

Cara mengolah menjadi faktor penting dalam menentukan kualitas nutrisi bubur jagung. Beberapa langkah sederhana dapat membuat menu ini lebih seimbang.

Pilih jagung segar atau jagung beku tanpa tambahan gula. Untuk bahan cair, gunakan air atau susu rendah lemak sesuai kebutuhan.

Batasi penggunaan gula, garam, dan santan. Langkah ini membantu mengendalikan asupan gula, lemak, serta kalori dalam satu porsi.

Anda juga dapat menambahkan buah segar, chia seed, kacang-kacangan, atau yogurt tanpa pemanis. Bahan tersebut dapat memperkaya kandungan gizi sekaligus memberikan variasi rasa.

Baca Juga :  10 Cara Membasmi Kecoa dari Rumah agar Tidak Kembali Bersarang

Agar lebih mengenyangkan, padukan bubur jagung dengan sumber protein. Telur rebus atau susu dapat menjadi pilihan pendamping.

Perhatikan pula ukuran porsinya. Konsumsi bubur jagung tetap perlu mengikuti kebutuhan kalori dan kondisi kesehatan masing-masing.

Bubur Jagung atau Bubur Ayam?

Bubur jagung dapat menjadi alternatif menu sarapan atau camilan. Jika dibuat tanpa tambahan tinggi gula dan lemak, kalorinya umumnya lebih rendah dibandingkan bubur ayam.

Namun, kandungan protein pada bubur ayam biasanya lebih tinggi. Potongan ayam dan telur menjadi sumber protein yang membuat komposisi gizinya berbeda.

Karena memiliki keunggulan masing-masing, pilihan makanan sebaiknya tidak hanya berdasarkan jumlah kalori. Variasi sumber karbohidrat, protein, sayuran, dan buah tetap diperlukan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi.

Perhatikan Bahan Tambahan

Manfaat bubur jagung sangat bergantung pada cara pengolahannya. Bubur dengan banyak gula, santan, kental manis, mentega, atau keju dapat memiliki kandungan kalori dan lemak lebih tinggi.

Sebaliknya, penggunaan bahan yang lebih sehat dapat membantu menjaga keseimbangan nutrisinya. Porsi yang tepat juga menjadi bagian penting dalam pola makan sehat.

Bagi orang dengan diabetes atau kondisi kesehatan tertentu, konsumsi bubur jagung perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk menentukan porsi yang tepat. (*)

Berita Terkait

Lem Gigi Palsu: Jangan Asal Pilih, Ini Cara Menggunakannya dengan Aman
Jerawat Pasir di Wajah Sulit Hilang? Ini 5 Cara Mengatasinya dengan Aman
Jantung Koroner: Kenali Penyebab, Gejala dan Cara Menurunkan Risikonya
Cacar Air pada Anak: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi dan Kapan Harus ke Dokter
Cara Membaca Hasil USG 4D Saat Hamil, Ini Istilah dan Angka yang Perlu Dipahami
Rutin Minum Jus Wortel, Apa Benar Bisa Menyehatkan Mata dan Kulit?
Toilet Jongkok atau Duduk, Mana yang Lebih Sehat? Ini Posisi yang Disarankan
Jangan Salah, Begini Cara Menghibur Orang Sedih agar Tidak Makin Tertekan

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Uji Coba MBG Sistem Prasmanan, BGN Ingin Makanan Lebih Hangat dan Segar di Sekolah

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:01 WIB

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:11 WIB

Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 Dorong Peternak Perkuat Genetik dan Produktivitas

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Mentan Amran Sambut Wamentan Saleh Mustafa: Speed Kerja Pertanian Harus Meningkat

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Presiden Prabowo Anugerahkan Bintang Mahaputera kepada 7 Tokoh TNI, Ini Daftarnya

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:29 WIB

Presiden Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru TNI pada HUT ke-81, Ini Daftar dan Rinciannya

Berita Terbaru