Javanusa.com—Serangan nyeri hebat pada jempol kaki yang muncul mendadak, terutama saat malam hari, tidak selalu disebabkan kelelahan atau keseleo.
Kondisi tersebut dapat menjadi salah satu tanda asam urat tinggi yang perlu segera dikenali agar tidak berkembang menjadi radang sendi kronis dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Kenali Tanda Asam Urat Tinggi Sejak Dini
Asam urat tinggi atau hiperurisemia terjadi ketika kadar asam urat dalam darah meningkat hingga membentuk kristal pada persendian. Penumpukan kristal inilah yang memicu peradangan dan rasa nyeri yang khas.
Sayangnya, banyak orang menganggap gejala awalnya sebagai keluhan biasa sehingga terlambat mendapatkan penanganan. Padahal, mengenali tanda-tandanya sejak awal dapat membantu mencegah kerusakan sendi yang lebih berat.
Berikut beberapa gejala yang sering muncul saat kadar asam urat meningkat.
1. Nyeri sendi datang tiba-tiba
Serangan nyeri biasanya muncul mendadak dengan intensitas sangat kuat. Jempol kaki menjadi lokasi yang paling sering terkena, meski pergelangan kaki dan lutut juga dapat mengalami kondisi serupa. Keluhan ini kerap muncul pada malam hingga dini hari.
2. Sendi membengkak dan memerah
Peradangan akibat kristal asam urat membuat sendi tampak membesar. Kulit di sekitarnya berubah menjadi kemerahan atau keunguan dan terasa lebih sensitif saat disentuh.
3. Sendi terasa panas
Selain bengkak, area yang mengalami peradangan sering menimbulkan sensasi hangat hingga seperti terbakar. Gejala ini muncul karena respons inflamasi yang terjadi di dalam sendi.
4. Gerakan menjadi terbatas
Setelah nyeri mulai mereda, sendi biasanya masih terasa kaku. Akibatnya, penderita kesulitan bergerak dan aktivitas harian menjadi terganggu.
5. Kulit terasa gatal dan mengelupas
Ketika pembengkakan mulai berkurang, kulit di sekitar sendi dapat menjadi kering, terasa gatal, lalu mengelupas. Kondisi ini sering muncul pada fase pemulihan serangan.
6. Muncul benjolan keras atau tofi
Apabila kadar asam urat tetap tinggi dalam waktu lama, kristal dapat menumpuk di bawah kulit dan membentuk benjolan keras yang dikenal sebagai tofi. Kondisi ini menandakan penyakit sudah berlangsung kronis.
Cara Alami Membantu Menurunkan Asam Urat
Pengobatan medis tetap menjadi bagian penting dalam mengatasi asam urat. Namun, hasil terapi akan lebih optimal jika dibarengi perubahan gaya hidup.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
-
- Perbanyak minum air putih. Konsumsi sekitar delapan hingga sepuluh gelas setiap hari membantu ginjal membuang kelebihan asam urat melalui urine.
- Menjaga berat badan ideal. Kelebihan berat badan meningkatkan risiko hiperurisemia karena produksi asam urat bertambah dan fungsi pembuangan oleh ginjal menjadi kurang optimal.
- Mencukupi kebutuhan vitamin C. Sejumlah penelitian menunjukkan vitamin C dapat membantu meningkatkan pengeluaran asam urat. Buah seperti jeruk, stroberi, dan kiwi menjadi pilihan yang baik.
- Berolahraga secara rutin. Aktivitas fisik ringan hingga sedang selama sekitar 30 menit setiap hari, seperti berjalan kaki, berenang, atau bersepeda, dapat membantu menjaga kesehatan. Namun, hindari olahraga berat saat serangan asam urat sedang berlangsung karena dapat memperparah peradangan.
Penelitian Terbaru Soroti Peran Mikrobioma Usus
Perkembangan riset mengenai hiperurisemia terus menghadirkan temuan baru. Salah satu studi yang dipublikasikan dalam Journal of Rheumatology and Metabolism pada 2026 menemukan adanya hubungan antara mikrobioma usus dengan kemampuan tubuh membuang asam urat.
Penelitian tersebut menunjukkan bahwa penderita asam urat tinggi cenderung mengalami ketidakseimbangan bakteri baik di usus. Kondisi ini memengaruhi metabolisme purin sehingga proses pembuangan asam urat menjadi kurang optimal.
Studi itu juga melaporkan bahwa pola makan tinggi serat nabati serta konsumsi probiotik berpotensi meningkatkan ekskresi asam urat. Temuan tersebut membuka peluang sebagai terapi suportif yang melengkapi pengobatan farmakologis.
Kapan Harus Segera ke Dokter?
Segera periksakan diri ke dokter apabila nyeri sendi sangat berat, disertai demam tinggi, kemerahan yang semakin luas, atau sendi terasa sangat panas.
Pemeriksaan juga diperlukan jika keluhan tidak membaik dalam dua hingga tiga hari meski sudah mengonsumsi obat pereda nyeri.
Gejala tersebut dapat mengarah pada infeksi sendi atau peradangan akut yang membutuhkan penanganan medis segera oleh dokter penyakit dalam. (*)






