Cebu, Javanusa—Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menghadiri Upacara Pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Filipina.
Presiden Prabowo tiba sekitar pukul 09.00 waktu setempat dan mendapat sambutan langsung dari Presiden Filipina, Ferdinand Romualdez Marcos Jr., bersama Ibu Marie Louise Cacho Araneta Marcos.
Setelah penyambutan, Presiden Prabowo bersama para pemimpin negara ASEAN lainnya menuju Hall 2 dan 3 untuk mengikuti rangkaian upacara pembukaan KTT ke-48 ASEAN.
Marcos Jr Tekankan Pentingnya Persatuan ASEAN
Dalam sambutan pembukaannya, Presiden Marcos Jr. menegaskan pentingnya menjaga dialog, kerja sama, dan sikap saling menghormati di tengah dinamika global yang semakin kompleks.
Ia menilai kehadiran para pemimpin ASEAN dalam konferensi tersebut mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat kawasan.
“Kehadiran Anda di sini mencerminkan tidak hanya urgensi dan pentingnya acara ini, tetapi juga komitmen bersama kita terhadap nilai-nilai abadi yang terus mengikat kawasan kita, yaitu dialog, kerja sama, dan saling menghormati,” ujar Presiden Marcos Jr.
Selain itu, Presiden Marcos Jr. menegaskan berbagai tantangan kawasan harus menjadi momentum untuk mempererat persatuan antarnegara ASEAN.
“Jika ada satu pelajaran yang telah dipetik ASEAN selama beberapa dekade, itu adalah bahwa masa-masa sulit tidak memecah belah kita,” ucap Presiden Marcos Jr.
Sesi Foto Simbol Solidaritas Kawasan
Upacara pembukaan KTT ke-48 ASEAN ditutup dengan sesi foto bersama seluruh pemimpin negara ASEAN. Dalam sesi tersebut, para pemimpin berdiri bergandengan tangan sebagai simbol persatuan dan solidaritas kawasan.
Pada kesempatan itu, Presiden Prabowo tampak berdiri di antara Sultan Brunei Darussalam, Hassanal Bolkiah, dan Perdana Menteri Kamboja, Hun Manet.
Indonesia Perkuat Peran di ASEAN
Kehadiran Presiden Prabowo dalam KTT ke-48 ASEAN mempertegas peran aktif Indonesia dalam menjaga stabilitas kawasan.
Selain itu, Indonesia terus mendorong penguatan kolaborasi regional agar ASEAN tetap solid, damai, dan resilien menghadapi tantangan global yang dinamis. (*/red)






