Tangsel, Javanusa—Sebanyak 99 siswa Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Serpong lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026.
Dari total 125 peserta yang mengikuti UTBK-SNBT, tingkat kelulusan mencapai 79,20 persen. Institut Teknologi Bandung (ITB) menjadi kampus tujuan terbanyak dengan 33 siswa, disusul Universitas Indonesia (UI) sebanyak 28 siswa.
Selain ITB dan UI, siswa MAN IC Serpong juga diterima di sejumlah perguruan tinggi negeri unggulan lainnya. Beberapa di antaranya ialah Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Airlangga (Unair), hingga Universitas Gadjah Mada (UGM).
Program studi yang dipilih para siswa cukup beragam. Mereka memilih bidang kedokteran, teknik, sains, hingga kecerdasan artifisial.
Penguatan Akademik dan Karakter
Kepala MAN IC Serpong, Hilal Najmi, mengatakan capaian tersebut lahir dari proses pembinaan yang berlangsung secara menyeluruh di lingkungan madrasah.
“Capaian ini menjadi ikhtiar bersama seluruh ekosistem madrasah. Anak-anak telah melalui proses panjang, mulai dari penguatan akademik, pendampingan, hingga pembentukan karakter sehingga mampu bersaing di perguruan tinggi terbaik Indonesia,” ujar Hilal Najmi, Selasa (26/4/2026).
Menurutnya, keberhasilan siswa menembus kampus unggulan menunjukkan daya saing madrasah dalam bidang sains dan teknologi. Pada saat yang sama, madrasah tetap mempertahankan penguatan nilai keagamaan.
“Masuk ke PTN unggulan tentu membanggakan, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana mereka kelak memberi kontribusi bagi masyarakat. Kami berharap lulusan MAN IC Serpong menjadi generasi yang unggul secara intelektual sekaligus memiliki integritas,” katanya.
Dominasi di Kampus Favorit
Sebaran penerimaan SNBT 2026 menunjukkan dominasi siswa MAN IC Serpong di kampus dengan tingkat persaingan tinggi. Selain program studi kedokteran yang masih menjadi pilihan utama, sejumlah siswa juga diterima pada jurusan teknologi.
Beberapa program studi tersebut meliputi sistem informasi, teknik industri, teknik elektro, hingga kecerdasan artifisial. (*/red)






