10 Makanan dan Minuman Pemicu Obesitas yang Perlu Dibatasi Konsumsinya

Penulis -

Jumat, 12 Juni 2026 - 14:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi makanan dan minuman pemicu obesitas. (Foto: Magnific)

Ilustrasi makanan dan minuman pemicu obesitas. (Foto: Magnific)

Javanusa.com—Obesitas tidak hanya dipengaruhi oleh kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji. Banyak makanan dan minuman yang sering dianggap aman ternyata mengandung kalori, gula, atau lemak dalam jumlah tinggi. Jika dikonsumsi secara berlebihan, berbagai jenis makanan tersebut dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan.

Secara umum, makanan dan minuman pemicu obesitas memiliki kepadatan kalori tinggi serta mengandung gula tambahan, lemak jenuh, atau lemak trans dalam jumlah besar. Sebagian besar produk tersebut berasal dari kelompok makanan ultra-proses yang telah melalui berbagai tahapan pengolahan industri. Produsen biasanya menambahkan bahan tertentu untuk meningkatkan rasa, tekstur, dan daya simpan.

Selain itu, konsumsi makanan tinggi kalori tanpa diimbangi pola makan sehat dan aktivitas fisik yang cukup dapat menyebabkan kelebihan energi. Tubuh kemudian menyimpan kelebihan energi tersebut dalam bentuk lemak.

Karena itu, penting untuk mengenali jenis makanan dan minuman yang berpotensi memicu obesitas. Berikut 10 makanan dan minuman yang sebaiknya dibatasi untuk membantu menjaga berat badan tetap ideal.

1. Gorengan

Gorengan menjadi salah satu makanan yang paling sering dikaitkan dengan kenaikan berat badan. Proses penggorengan, terutama dengan metode deep frying, membuat makanan menyerap banyak minyak sehingga kandungan kalorinya meningkat.

Selain tinggi kalori, gorengan juga mengandung lemak jenuh dan lemak trans. Jika dikonsumsi berlebihan, makanan ini dapat meningkatkan risiko kolesterol tinggi, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung.

2. Kue Bolu dan Cake

Bolu, cake, maupun kue berlapis krim umumnya mengandung kombinasi gula, mentega, dan krim dalam jumlah besar. Kombinasi ini membuat kandungan kalorinya cukup tinggi dalam setiap porsi.

Semakin banyak topping krim atau cokelat yang digunakan, semakin besar pula jumlah kalori yang masuk ke tubuh. Karena itu, konsumsi kue manis sebaiknya dibatasi, terutama bagi mereka yang sedang menjaga berat badan.

Baca Juga :  Kasus Ebola Belum Ditemukan di Indonesia, Kemenkes Perketat Pengawasan Usai WHO Tetapkan PHEIC
3. Es Krim

Es krim mengandung gula dan lemak yang cukup tinggi. Kandungan lemak jenuh dalam produk susu olahan ini dapat meningkatkan asupan kalori harian tanpa disadari.

Selain itu, rasa manis pada es krim dapat memicu keinginan untuk mengonsumsi makanan manis lainnya, sehingga total asupan energi harian menjadi lebih tinggi.

4. Donat

Donat termasuk makanan yang memiliki kandungan kalori tinggi karena proses pembuatannya melibatkan penggorengan. Tidak hanya itu, adonan donat biasanya mengandung gula dan mentega, sementara topping yang digunakan sering kali menambah jumlah kalori secara signifikan.

Kombinasi lemak dan gula tersebut menjadikan donat sebagai salah satu camilan yang berpotensi meningkatkan berat badan bila dikonsumsi terlalu sering.

5. Daging Merah Berlemak

Daging sapi dan kambing merupakan sumber protein yang baik. Namun, beberapa bagian daging merah mengandung lemak jenuh dalam jumlah cukup tinggi.

Untuk mengurangi risiko penambahan berat badan, pilihlah bagian daging yang lebih sedikit mengandung lemak dan hindari metode pengolahan dengan tambahan minyak atau santan berlebihan.

6. Makanan Olahan

Sosis, nugget, kornet, dan berbagai makanan beku siap saji termasuk dalam kategori makanan olahan yang umumnya mengandung banyak garam, lemak, dan bahan tambahan pangan.

Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan asupan kalori harian sekaligus memicu penumpukan lemak tubuh dalam jangka panjang.

7. Minuman Bersoda

Minuman bersoda dikenal sebagai salah satu penyumbang gula tambahan terbesar dalam pola makan modern. Dalam satu kaleng minuman soda, kandungan gulanya bisa mencapai puluhan gram.

Asupan gula berlebih yang berlangsung terus-menerus dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes tipe 2, hingga gangguan metabolisme lainnya.

8. Jus Buah Kemasan

Meski berasal dari buah, jus kemasan sering kali mengandung tambahan gula yang cukup tinggi. Selain itu, proses pengolahan dapat mengurangi kandungan serat yang sebenarnya berperan penting dalam memberikan rasa kenyang.

Baca Juga :  Puskesmas Ambacang Luncurkan PADI

Akibatnya, seseorang cenderung mengonsumsi lebih banyak kalori dibandingkan saat makan buah utuh.

9. Minuman Boba

Popularitas minuman boba membuat banyak orang mengonsumsinya secara rutin. Namun, minuman ini umumnya mengandung gula dari teh, susu, sirup, hingga butiran boba yang terbuat dari tepung tapioka.

Kandungan gula dan kalorinya yang tinggi dapat berkontribusi terhadap peningkatan berat badan jika dikonsumsi terlalu sering.

10. Kopi Susu Kekinian

Kopi hitam tanpa gula sebenarnya rendah kalori. Namun, tren kopi susu dengan tambahan gula, krimer, susu kental manis, hingga whipped cream membuat kandungan kalorinya meningkat tajam.

Semakin banyak topping dan pemanis yang digunakan, semakin besar pula asupan energi yang masuk ke dalam tubuh.

Kunci Utama Mencegah Obesitas

Mencegah obesitas tidak berarti harus menghindari seluruh makanan favorit. Yang terpenting adalah mengatur frekuensi dan porsi konsumsi, serta menerapkan pola makan seimbang yang kaya serat, protein, buah, dan sayuran.

Selain itu, aktivitas fisik secara rutin juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan antara kalori yang masuk dan energi yang dibakar tubuh. Dengan menerapkan gaya hidup sehat secara konsisten, risiko obesitas dapat ditekan sejak dini. (*/red)

Berita Terkait

Lem Gigi Palsu: Jangan Asal Pilih, Ini Cara Menggunakannya dengan Aman
Jerawat Pasir di Wajah Sulit Hilang? Ini 5 Cara Mengatasinya dengan Aman
Jantung Koroner: Kenali Penyebab, Gejala dan Cara Menurunkan Risikonya
Cacar Air pada Anak: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi dan Kapan Harus ke Dokter
Cara Membaca Hasil USG 4D Saat Hamil, Ini Istilah dan Angka yang Perlu Dipahami
Rutin Minum Jus Wortel, Apa Benar Bisa Menyehatkan Mata dan Kulit?
Toilet Jongkok atau Duduk, Mana yang Lebih Sehat? Ini Posisi yang Disarankan
Jangan Salah, Begini Cara Menghibur Orang Sedih agar Tidak Makin Tertekan

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Mikel Arteta Sepakat Perpanjang Kontrak di Arsenal

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:50 WIB

David Silva Comeback dari Pensiun, Gabung Klub Hong Kong Supreme Sha Tin

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Usai Bertugas di FIFA ASEAN Cup 2026, Pedro Rodriguez Umumkan Pensiun

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:37 WIB

Stefano Cugurra Resmi Tangani Semen Padang FC, Targetkan Promosi ke Super League

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:04 WIB

Gateball Kota Padang Raih Emas Perdana Porprov Sumbar 2026 lewat Double Putra

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:54 WIB

Edo Vernando Sumbang Emas Pertama Biliar Kota Padang di Porprov Sumbar 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Jadwal Lengkap Pertamina Grand Prix Indonesia: MotoGP, Sprint, hingga Balapan Utama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:20 WIB

MotoGP Mandalika 2026: Perebutan Gelar Memanas, Martin dan Marquez Cuma Terpaut 2 Poin

Berita Terbaru