Berapa Kalori yang Harus Dibakar Setiap Hari agar Berat Badan Turun? Ini Penjelasannya

Penulis -

Senin, 22 Juni 2026 - 22:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi seorang wanita melakukan olahraga kardio. (Foto: Pexels)

Ilustrasi seorang wanita melakukan olahraga kardio. (Foto: Pexels)

Javanusa.com—Menurunkan berat badan tidak selalu harus dilakukan dengan memangkas porsi makan secara ekstrem.

Kunci utama yang perlu dipahami adalah menciptakan defisit kalori, yaitu kondisi ketika jumlah kalori yang dibakar tubuh lebih besar dibandingkan kalori yang masuk dari makanan dan minuman. Lalu, berapa kalori yang ideal dibakar setiap hari agar berat badan turun secara sehat?

Cara Menentukan Kalori yang Harus Dibakar Setiap Hari

Kebutuhan kalori setiap orang tidak sama. Faktor seperti usia, jenis kelamin, berat badan, komposisi tubuh, hingga tingkat aktivitas harian memengaruhi jumlah energi yang dibutuhkan tubuh.

Karena itu, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menghitung kebutuhan kalori harian, baik melalui perhitungan Basal Metabolic Rate (BMR) maupun menggunakan kalkulator kalori.

Setelah mengetahui kebutuhan energi harian, Anda dapat mulai menentukan target defisit kalori. Para ahli umumnya menyarankan pengurangan sekitar 500 hingga 1.000 kalori per hari untuk membantu menurunkan berat badan sekitar 0,5 hingga 1 kilogram dalam satu minggu.

Prinsip ini bekerja karena tubuh akan menggunakan cadangan energi yang tersimpan, termasuk lemak, ketika asupan kalori lebih rendah dibandingkan energi yang dikeluarkan.

Sebaliknya, jika kalori yang masuk terus melebihi jumlah yang dibakar, kelebihan energi akan disimpan sebagai lemak dan berpotensi meningkatkan risiko obesitas.

Contoh Pengaturan Defisit Kalori Harian

Misalnya, seseorang membutuhkan 2.200 kalori per hari untuk mempertahankan berat badannya. Target defisit dapat dicapai dengan mengurangi konsumsi makanan sekitar 500 kalori dan menambah aktivitas fisik yang mampu membakar 300 kalori. Dengan strategi tersebut, total defisit mencapai 800 kalori per hari.

Meski demikian, asupan energi harian tetap perlu dijaga. Orang dewasa sebaiknya tidak mengonsumsi kurang dari 1.200 kalori per hari tanpa pengawasan tenaga kesehatan.

Baca Juga :  17 Manfaat Jambu Biji untuk Kesehatan, dari Imunitas hingga Kesehatan Kulit

Aktivitas yang Efektif Membakar Kalori

1. Olahraga Kardio

Latihan kardio menjadi salah satu cara paling efektif untuk meningkatkan pembakaran kalori. Aktivitas seperti jogging, bersepeda, atau senam aerobik selama 30 menit dapat membakar sekitar 200 hingga 400 kalori pada orang dengan berat badan sekitar 70 kilogram.

Selain membantu menurunkan berat badan, olahraga kardio juga meningkatkan kebugaran jantung dan paru-paru.

2. Jumping Jack

Bagi yang memiliki waktu terbatas, jumping jack bisa menjadi pilihan latihan sederhana di rumah.

Gerakan ini mampu membakar sekitar 8 hingga 12 kalori per menit. Tidak hanya meningkatkan pengeluaran energi, jumping jack juga membantu memperkuat otot dan meningkatkan denyut jantung.

3. Naik dan Turun Tangga

Aktivitas sehari-hari seperti menggunakan tangga ternyata cukup efektif membakar kalori.

Dalam durasi 5 hingga 10 menit, seseorang dapat membakar sekitar 50 hingga 100 kalori tambahan, tergantung berat badan dan intensitas gerakan.

Selain itu, latihan ini membantu memperkuat otot kaki dan area tubuh bagian bawah.

4. Peregangan dan Gerakan Ringan

Saat tubuh terasa lelah untuk berolahraga berat, peregangan atau gerakan yoga dasar tetap bisa menjadi pilihan.

Aktivitas ini membantu tubuh tetap aktif, meningkatkan fleksibilitas, mengurangi stres, dan mendukung kualitas tidur yang lebih baik.

5. Lebih Banyak Berdiri

Tubuh mengeluarkan energi lebih besar ketika berdiri dibandingkan saat duduk dalam waktu lama. Karena itu, sesekali bekerja sambil berdiri atau melakukan aktivitas ringan dapat membantu meningkatkan jumlah kalori yang terbakar sepanjang hari.

6. Jangan Lewatkan Sarapan

Sarapan ternyata berperan dalam proses pembakaran energi tubuh. Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism menunjukkan bahwa tubuh menggunakan energi untuk mencerna, menyerap, dan mendistribusikan zat gizi setelah makan. Proses tersebut turut meningkatkan pengeluaran kalori harian.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Ambil Alih Sengketa Empat Pulau Aceh-Sumut, Keputusan Pekan Depan
7. Membersihkan Rumah

Aktivitas rumah tangga juga dapat menjadi cara sederhana untuk membakar kalori. Menyapu, mengepel, membersihkan jendela, atau merapikan rumah selama 30 menit dapat membantu membakar sekitar 100 kalori. Jika dilakukan secara rutin, aktivitas ini dapat mendukung program penurunan berat badan.

Menurunkan Berat Badan Tidak Hanya Soal Diet

Mencapai berat badan ideal membutuhkan keseimbangan antara pola makan sehat dan aktivitas fisik yang konsisten. Mengetahui kebutuhan kalori harian serta menciptakan defisit kalori yang tepat menjadi langkah penting agar proses penurunan berat badan berlangsung aman dan berkelanjutan.

Dengan mengombinasikan pengaturan asupan makanan dan kebiasaan aktif setiap hari, target berat badan yang sehat akan lebih mudah dicapai. (*/red)

Berita Terkait

Kenali 7 Ciri Penyakit Jantung pada Wanita, Jangan Abaikan Gejala Awalnya
Perkuat Pariwisata Kesehatan Sumbar, Fadly Amran Dorong Digitalisasi Herbal
Lem Gigi Palsu: Jangan Asal Pilih, Ini Cara Menggunakannya dengan Aman
Jerawat Pasir di Wajah Sulit Hilang? Ini 5 Cara Mengatasinya dengan Aman
Jantung Koroner: Kenali Penyebab, Gejala dan Cara Menurunkan Risikonya
Cacar Air pada Anak: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi dan Kapan Harus ke Dokter
Cara Membaca Hasil USG 4D Saat Hamil, Ini Istilah dan Angka yang Perlu Dipahami
Rutin Minum Jus Wortel, Apa Benar Bisa Menyehatkan Mata dan Kulit?

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Dorong Sinergi Legislatif-Eksekutif untuk Cegah Korupsi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:20 WIB

Evi Yandri Tinjau SLB Negeri 1 Padang, Siap Perjuangkan Kebutuhan Sekolah

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Muhidi Ungkap 3 Kunci Kesuksesan Siswa: Dengarkan Guru, Perbanyak Literasi, dan Perkuat Karakter

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:10 WIB

Guru PPPK Sumbar Didorong Jadi Agen Perubahan, Muhidi Tekankan SDM Unggul

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:46 WIB

Gebyar Pajak Sumbar, Muhidi Dorong Warga Taat Bayar PKB untuk Perkuat Pembangunan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:39 WIB

Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Solsel, Mario Syahjohan Minta UU TPKS Ditegakkan Solsel, Javanusa—Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah hukum Polres Solok Selatan (Solsel) mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD Sumatera Barat (Sumbar), Mario Syahjohan. Mario meminta seluruh pihak memperkuat pencegahan dan memastikan setiap laporan kekerasan mendapat penanganan sesuai ketentuan hukum. Menurutnya, dampak kekerasan tidak berhenti pada luka fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis dan masa depan korban. Sebagai putra daerah Solok Selatan, Mario menilai masyarakat perlu membangun lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak. Ia juga mengingatkan agar kasus kekerasan tidak dianggap sebagai persoalan keluarga yang dapat diselesaikan begitu saja melalui perdamaian. “Kekerasan seksual merupakan tindak pidana serius. Karena itu, setiap kasus harus ditangani sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Jangan sampai persoalan seperti ini dianggap sebagai persoalan biasa yang cukup diselesaikan dengan perdamaian semata,” tegas Mario, Jumat (2/10/2026). Mario Tekankan Penegakan UU TPKS Mario mengatakan aparat dan pihak terkait perlu menggunakan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual atau UU TPKS sebagai dasar penanganan. Undang-undang tersebut mencakup berbagai bentuk kekerasan seksual. Di antaranya pelecehan seksual nonfisik dan fisik, pemaksaan kontrasepsi, pemaksaan sterilisasi, pemaksaan perkawinan, penyiksaan seksual, eksploitasi seksual, perbudakan seksual hingga kekerasan seksual berbasis elektronik. Namun, Mario menegaskan penanganan perkara tidak cukup hanya mengejar pertanggungjawaban pelaku. Negara dan seluruh pihak terkait juga harus memastikan korban memperoleh perlindungan dan pendampingan. “Yang harus kita pikirkan bukan hanya bagaimana menghukum pelaku, tetapi juga bagaimana memastikan korban mendapatkan perlindungan, pendampingan, pemulihan, serta kesempatan untuk kembali menjalani kehidupan secara layak tanpa stigma,” ujarnya. Perdamaian Jangan Mengorbankan Hak Korban Mario turut mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan perdamaian sebagai jalan pintas dalam perkara kekerasan seksual. Terlebih jika korban merupakan anak, proses penyelesaian harus tetap mempertimbangkan keselamatan dan hak korban. Ia menilai tekanan untuk menjaga nama baik keluarga tidak boleh mengorbankan kepentingan anak. Korban juga tidak seharusnya menanggung beban untuk menyelesaikan persoalan yang dilakukan oleh orang dewasa. “Jangan sampai demi menjaga nama baik keluarga atau alasan lainnya, hak dan keselamatan korban justru dikorbankan. Anak adalah pihak yang harus kita lindungi, bukan pihak yang harus dibebani untuk menyelesaikan persoalan orang dewasa,” katanya. Selain itu, Mario meminta masyarakat berhati-hati terhadap pemberian uang atau imbalan yang berkaitan dengan upaya memengaruhi proses penegakan hukum. Menurutnya, penyelesaian setiap perkara harus berjalan dalam koridor peraturan perundang-undangan. Langkah tersebut penting untuk memastikan hak korban tetap terlindungi dan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya. Ancaman terhadap Anak Perlu Menjadi Evaluasi Mario juga menyoroti persoalan lain berupa ancaman pembunuhan dan tindakan penyerangan yang dilakukan orang dewasa hingga memasuki pekarangan rumah. Peristiwa tersebut menyasar anak dan pada akhirnya diselesaikan melalui jalan damai. Ia menilai kejadian seperti itu perlu menjadi bahan evaluasi bersama. Menurut Mario, lingkungan tempat anak tumbuh harus menghadirkan rasa aman, bukan ketakutan. “Ketika yang menjadi korban adalah anak, maka keselamatan dan masa depannya harus menjadi prioritas. Kita tidak ingin anak-anak tumbuh dalam ketakutan karena merasa lingkungan di sekitarnya tidak memberikan rasa aman,” ujarnya. Perlindungan Perempuan dan Anak Tanggung Jawab Bersama Mario yang telah dua periode menjadi Anggota DPRD Sumatera Barat menegaskan perlindungan perempuan dan anak tidak dapat dibebankan hanya kepada keluarga atau sekolah. Pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, dunia usaha, keluarga dan masyarakat memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang aman. “Keamanan dan perlindungan anak adalah tanggung jawab kita bersama. Negara hadir untuk memberikan perlindungan, sementara masyarakat harus membangun lingkungan yang tidak memberikan ruang bagi kekerasan,” katanya. Karena itu, Mario mendorong Pemerintah Kabupaten Solok Selatan dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat program pencegahan kekerasan. Edukasi masyarakat, pendampingan korban serta sistem pelaporan yang mudah diakses juga perlu diperkuat. Ia berharap sistem tersebut berjalan secara berkelanjutan. Dengan demikian, korban dan keluarga tidak merasa takut ketika hendak melaporkan kekerasan yang mereka alami. Dorong Solok Selatan Jadi Kabupaten Ramah Perempuan dan Anak Mario berharap keberhasilan pembangunan Solok Selatan tidak hanya dilihat dari pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur. Kemampuan daerah menciptakan ruang hidup yang aman bagi perempuan dan anak juga harus menjadi indikator penting. “Mari kita jadikan Solok Selatan bukan hanya daerah yang maju pembangunannya, tetapi juga kabupaten yang ramah, aman dan memberikan rasa nyaman bagi perempuan dan anak. Tidak boleh ada toleransi terhadap kekerasan, dan tidak boleh ada anak yang merasa sendirian ketika menghadapi kekerasan,” pungkasnya. Menurut Mario, cita-cita menjadikan Solok Selatan sebagai Kabupaten Ramah Perempuan dan Anak membutuhkan komitmen lintas sektor. Penguatan keluarga, edukasi masyarakat, keberanian melapor, pendampingan korban dan penegakan hukum yang konsisten harus berjalan beriringan. “Melindungi perempuan dan anak bukan sekadar kewajiban hukum, tetapi juga investasi moral untuk memastikan generasi Solok Selatan tumbuh dalam lingkungan yang aman, bermartabat dan penuh kasih,” tutup Mario Syahjohan. (*)

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Muhidi Dorong Sekolah Ramah Anak Perkuat Perlindungan dan Hak Pelajar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:14 WIB

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Bacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila di HUT ke-81 Sumbar

Berita Terbaru