Cara Mengatur Gaji UMR agar Tidak Cepat Habis, Coba Metode 50/30/20 untuk Keuangan Lebih Sehat

Penulis -

Selasa, 4 Agustus 2026 - 17:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi mengatur gaji. (Foto: Pexels)

Ilustrasi mengatur gaji. (Foto: Pexels)

Javanusa.com—Mengatur gaji UMR sering menjadi tantangan, terutama ketika biaya hidup terus meningkat.

Salah satu cara yang banyak direkomendasikan untuk menjaga keuangan tetap stabil adalah menerapkan metode 50/30/20. Yakni membagi penghasilan ke dalam tiga pos utama agar kebutuhan terpenuhi, keinginan tetap terakomodasi, dan tabungan terus bertambah.

Banyak pekerja merasa gaji habis sebelum akhir bulan. Kondisi ini umumnya terjadi karena pengeluaran tidak memiliki prioritas yang jelas, sehingga uang cepat terserap untuk berbagai kebutuhan maupun keinginan.

Padahal, mengelola keuangan tidak harus rumit. Salah satu strategi yang cukup sederhana adalah metode 50/30/20. Teknik ini membantu membagi penghasilan bulanan secara proporsional sehingga kondisi finansial lebih terkontrol.

Mengutip Money Fellows, aturan 50/30/20 dapat menjadi panduan praktis dalam mengatur pengeluaran, menikmati hasil kerja, sekaligus menyiapkan dana untuk kebutuhan masa depan.

Mengenal Metode 50/30/20

Metode 50/30/20 membagi pendapatan bulanan ke dalam tiga kelompok pengeluaran.

Sebanyak 50 persen dialokasikan untuk kebutuhan pokok. Kemudian 30 persen digunakan memenuhi keinginan atau gaya hidup. Sementara 20 persen disisihkan untuk tabungan, investasi, dana darurat, maupun pembayaran utang.

Pembagian tersebut bukan aturan yang bersifat mutlak. Persentasenya dapat disesuaikan dengan kondisi keuangan masing-masing, terutama bagi pekerja yang tinggal di daerah dengan biaya hidup tinggi.

Alokasikan 50 Persen untuk Kebutuhan Pokok

Prioritas pertama adalah memenuhi kebutuhan yang tidak dapat ditunda. Pos ini mencakup biaya tempat tinggal, makan, listrik, air, internet, transportasi, hingga kebutuhan keluarga.

Selain itu, pembayaran minimum cicilan atau utang juga masuk dalam kategori kebutuhan pokok.

Bagi sebagian pekerja bergaji UMR, biaya hidup dapat melebihi 50 persen penghasilan. Jika kondisi tersebut terjadi, kurangi terlebih dahulu pengeluaran yang tidak mendesak dibanding memaksakan mengikuti persentase ideal.

Baca Juga :  Fenomena Heteropessimism di Kalangan Perempuan Muda, Mengapa Banyak Memilih Hidup Melajang?

Ketika pendapatan meningkat atau pengeluaran mulai berkurang, lakukan evaluasi anggaran sebelum menaikkan gaya hidup.

Sisihkan 30 Persen untuk Keinginan

Setelah kebutuhan utama terpenuhi, sebagian penghasilan dapat digunakan untuk menikmati hasil kerja.

Pos ini mencakup makan di luar, hiburan, hobi, belanja, langganan layanan digital, hingga kegiatan rekreasi atau liburan.

Mengalokasikan dana khusus untuk keinginan justru membantu menjaga disiplin dalam mengatur keuangan. Dengan demikian, pengeluaran tetap terkendali tanpa harus menghilangkan seluruh bentuk hiburan.

Namun, jika masih memiliki utang berbunga tinggi, sebaiknya kurangi pengeluaran konsumtif dan arahkan dana tersebut untuk mempercepat pelunasan cicilan.

Gunakan 20 Persen untuk Tabungan dan Utang

Bagian terakhir difokuskan untuk memperkuat kondisi keuangan jangka panjang.

Dana ini dapat dimanfaatkan untuk membangun dana darurat, menabung sesuai target, berinvestasi berdasarkan kemampuan dan profil risiko, maupun membayar utang lebih besar dari cicilan minimum.

Bagi yang baru mulai mengatur keuangan, tidak perlu langsung mencapai angka 20 persen. Menabung dalam jumlah kecil secara rutin tetap memberikan manfaat jika dilakukan secara konsisten.

Lalu, mana yang harus didahulukan antara menabung dan melunasi utang? Jawabannya bergantung pada kondisi keuangan masing-masing. Pertimbangkan besaran bunga, nilai cicilan, jenis utang, serta ketersediaan dana darurat sebelum menentukan prioritas.

Tips Menerapkan Metode 50/30/20 Secara Realistis

Agar metode ini berjalan efektif, mulailah dengan mencatat seluruh pengeluaran selama satu hingga dua bulan. Cara tersebut membantu mengetahui pos mana yang paling banyak menghabiskan penghasilan.

Gunakan penghasilan bersih yang benar-benar diterima setiap bulan sebagai dasar penyusunan anggaran. Setelah itu, dahulukan seluruh pengeluaran wajib seperti tempat tinggal, makan, transportasi, tagihan rutin, asuransi, dan cicilan.

Selanjutnya, biasakan memindahkan dana tabungan segera setelah gaji diterima. Transfer otomatis ke rekening berbeda dapat membantu mencegah uang terpakai untuk kebutuhan lain.

Baca Juga :  Tabligh Akbar HUT ke-21 Solok Selatan: Inspirasi dan Kemeriahan di RTH Padang Aro

Terakhir, lakukan evaluasi anggaran setiap bulan. Sesuaikan pembagian dana dengan kondisi keuangan terbaru dan hindari menggunakan alokasi bulan berikutnya untuk menutup pengeluaran yang berlebihan.

Pada akhirnya, metode 50/30/20 bukan tentang mengikuti angka secara kaku. Prinsip utamanya adalah memahami prioritas keuangan, mengendalikan pengeluaran, dan membangun kebiasaan mengelola gaji secara konsisten agar kondisi finansial semakin sehat. (*)

Berita Terkait

9 Olahraga untuk Mengecilkan Perut Buncit, Efektif dan Aman Dilakukan
Sebelum Lari, Jangan Asal Makan! Ini 8 Makanan dan Minuman yang Bantu Jaga Stamina
Mengapa Pria Sering Buncit Setelah Menikah? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Jangan Asal Makan, Ini Waktu yang Tepat untuk Sarapan hingga Makan Malam
Orang yang Jarang Aktif di Media Sosial Punya 9 Hobi yang Membuat Hidup Lebih Bahagia
7 Kebiasaan Malam yang Bikin Hidup Lebih Tenang bagi Orang yang Suka Tidur Sebelum Jam 9
5 Karier yang Cocok untuk Leo, dari Pengusaha hingga CEO
Ciri Parfum yang Bikin Baju Kuning dan Cara Mencegah Nodanya

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Gulat Kota Padang Juara Umum Porprov XVI Sumbar, Raih 16 Medali Emas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Mikel Arteta Sepakat Perpanjang Kontrak di Arsenal

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Usai Bertugas di FIFA ASEAN Cup 2026, Pedro Rodriguez Umumkan Pensiun

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:37 WIB

Stefano Cugurra Resmi Tangani Semen Padang FC, Targetkan Promosi ke Super League

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:04 WIB

Gateball Kota Padang Raih Emas Perdana Porprov Sumbar 2026 lewat Double Putra

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:54 WIB

Edo Vernando Sumbang Emas Pertama Biliar Kota Padang di Porprov Sumbar 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Jadwal Lengkap Pertamina Grand Prix Indonesia: MotoGP, Sprint, hingga Balapan Utama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:20 WIB

MotoGP Mandalika 2026: Perebutan Gelar Memanas, Martin dan Marquez Cuma Terpaut 2 Poin

Berita Terbaru

Mikel Arteta sepakat memperpanjang kontrak di Arsenal. (Foto: IG @mikelarteta)

Olahraga

Mikel Arteta Sepakat Perpanjang Kontrak di Arsenal

Kamis, 8 Okt 2026 - 08:06 WIB