Javanusa.com—Penggemar film horor Indonesia akan kembali disuguhi kisah eksorsisme melalui Kuasa Gelap: Perjanjian Darah. Film ini dijadwalkan hadir di bioskop mulai 8 Oktober 2026.
Film berdurasi 117 menit tersebut membawa cerita tentang ritual mistis, perjanjian darah leluhur, serta kemunculan entitas jahat bernama Rephaim.
Rizal Mantovani dipercaya sebagai sutradara film ini. Sementara itu, Robert Ronny dan Prima Taufik bertindak sebagai produser.
Dua Pastor Berhadapan dengan Kekuatan Gelap
Cerita mengikuti perjalanan Romo Thomas yang diperankan Jerome Kurnia dan Romo Rendra yang dimainkan Lukman Sardi.
Keduanya menghadapi tugas berat ketika serangkaian kejadian supranatural mulai mengancam keselamatan manusia.
Masalah tersebut berkaitan dengan Rephaim. Entitas kegelapan itu disebut muncul dari sebuah perjanjian darah yang berasal dari masa lalu.
Teror kemudian berkembang setelah sebuah ritual mengalami kegagalan di sebuah kota terpencil di Indonesia.
Ritual Gagal Membuka Jalan bagi Teror
Kegagalan ritual menjadi awal dari berbagai kejadian aneh yang semakin sulit dikendalikan.
Gereja kemudian mengambil langkah untuk melakukan eksorsisme terhadap sejumlah orang yang mengalami kerasukan.
Namun, persoalan tersebut tidak berhenti pada gangguan supranatural. Peristiwa itu juga memiliki kaitan dengan praktik pesugihan yang menambah kompleksitas konflik.
Romo Thomas dan Romo Rendra harus menghadapi kekuatan jahat sekaligus berupaya menyelamatkan para korban.
Kondisi tersebut menjadi bagian penting dalam cerita Kuasa Gelap: Perjanjian Darah, yang memadukan eksorsisme, ritual mistis, pesugihan, dan perjanjian darah.
Deretan Pemain Kuasa Gelap: Perjanjian Darah
Film ini tidak hanya mengandalkan Jerome Kurnia dan Lukman Sardi sebagai pemeran utama.
Sejumlah aktor dan aktris turut memperkuat jajaran pemain, yakni Sisca Saras, Lydia Kandou, Ferry Salim, Febby Febiola, dan Venly Arauna.
Para pemain tersebut hadir dalam cerita yang berpusat pada upaya menghadapi entitas supranatural dan dampak dari sebuah perjanjian masa lalu.
Film horor tersebut memiliki durasi 117 menit dan menyasar penonton dengan klasifikasi usia 13 tahun ke atas.
Dengan mengangkat eksorsisme sebagai salah satu elemen utama, film ini menghadirkan konflik antara manusia, kekuatan gereja, dan entitas kegelapan.
Kehadiran Rephaim serta kisah perjanjian darah leluhur menjadi bagian penting yang membentuk rangkaian teror dalam film tersebut. (*)






