Padang, Javanusa—Pemerintah Kota Padang memanfaatkan Terminal Koto Lalang sebagai area parkir dan tempat tunggu truk yang akan mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Pertamina Bandar Buat, Kecamatan Lubuk Kilangan.
Langkah ini bertujuan mengatasi antrean kendaraan berat yang kerap mengganggu arus lalu lintas di Jalan Raya Padang–Solok.
Wali Kota Padang Fadly Amran meninjau langsung penataan terminal tersebut pada Sabtu (10/10/2026). Ia didampingi Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang Yudi Indra Sani, Camat Lubuk Kilangan Nurul Widya Siska Usman, serta Kepala Cabang Bank Nagari Pasar Raya Padang Hendri Gozari.
Terminal Koto Lalang Tampung hingga 200 Truk per Hari
Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang Yudi Indra Sani menjelaskan, Terminal Koto Lalang mampu menampung 80 kendaraan secara bersamaan. Melalui sistem antrean bergilir, fasilitas ini dapat melayani hingga 200 truk setiap hari.
Untuk mengatur arus kendaraan, pemerintah menerapkan sistem antrean digital menggunakan kode QR yang didukung Bank Nagari. Setiap kode berlaku satu kali dalam 24 jam dan terintegrasi dengan pembayaran retribusi resmi daerah.
Sistem tersebut membantu mengatur kedatangan truk agar tidak menumpuk di sekitar SPBU Bandar Buat. Pengalihan antrean ke area terminal juga menjaga kelancaran lalu lintas sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Fadly Amran Dorong Penataan Terminal dan UMKM
Fadly Amran mengapresiasi kolaborasi Dinas Perhubungan, Bank Nagari, jajaran TNI-Polri, Hiswana Migas, dan Pertamina dalam menertibkan lalu lintas di jalur Padang–Solok.
Ia meminta jajarannya meningkatkan kenyamanan Terminal Koto Lalang sebagai tempat tunggu pengemudi truk. Salah satu rencana yang didorong ialah menghadirkan sentra kuliner bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat.
Menurutnya, penataan terminal tidak cukup hanya mengandalkan penyediaan fasilitas fisik. Pemerintah juga perlu menghadirkan layanan yang terintegrasi dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Sistem Digital Dukung Konsep Smart City Padang
Pemanfaatan kode QR dan integrasi pembayaran retribusi menjadi bagian dari upaya Pemko Padang mengembangkan pelayanan publik berbasis digital. Pendekatan ini sejalan dengan konsep smart city yang menggabungkan teknologi, pengelolaan transportasi, dan peningkatan kualitas layanan perkotaan.
Melalui penataan Terminal Koto Lalang, Pemko Padang berupaya mengurangi antrean truk BBM di sekitar SPBU Bandar Buat sekaligus menjaga kelancaran lalu lintas. Pemerintah juga mendorong pengelolaan terminal yang lebih tertib, nyaman, dan mendukung aktivitas ekonomi lokal. (*)






