Mahyeldi Dorong Pesantren Jadi Motor Ekonomi Syariah dan Pariwisata Halal Sumbar

Penulis -

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumbar Mahyeldi memberikan sambutan seminar dan pelantikan pengurus IAEI Sumbar di Aula Anggun Nan Tongga, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumbar, Selasa (27/10/2026). (Foto: Adpsb)

Gubernur Sumbar Mahyeldi memberikan sambutan seminar dan pelantikan pengurus IAEI Sumbar di Aula Anggun Nan Tongga, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumbar, Selasa (27/10/2026). (Foto: Adpsb)

Padang, Javanusa—Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah mendorong pesantren mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis syariah serta pariwisata halal.

Upaya ini bertujuan memperkuat kemandirian ekonomi pesantren sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar.

Mahyeldi menilai pesantren memiliki potensi yang dapat dikembangkan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi daerah.

Untuk mewujudkannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, lembaga keuangan, dan pelaku usaha.

Menurutnya, pengembangan ekonomi syariah juga sejalan dengan falsafah Minangkabau, Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).

“Ketika kita menggerakkan ekonomi syariah dan menghadirkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan, sesungguhnya itu merupakan wujud dari implementasi falsafah ABS-SBK dalam kehidupan masyarakat,” ujar Mahyeldi.

Ia menyampaikan hal tersebut saat menghadiri seminar dan pelantikan Pengurus Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) Wilayah Sumbar di Aula Anggun Nan Tongga, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumbar, Selasa (27/10/2026).

ABS-SBK Jadi Landasan Pengembangan Ekonomi Syariah

Mahyeldi menjelaskan, Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2022 tentang Provinsi Sumatera Barat turut menegaskan falsafah ABS-SBK sebagai bagian dari landasan kehidupan masyarakat daerah.

Karena itu, ia berharap nilai-nilai tersebut tidak berhenti sebagai prinsip budaya, tetapi juga mendorong program ekonomi yang terukur.

Sehingga implementasi ekonomi syariah dapat memberikan manfaat nyata bagi perekonomian daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Seminar tersebut mengangkat tema “Dari Aset Pesantren Menjadi Kekuatan Ekonomi dan Pariwisata Halal Berkelas Internasional”.

Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum bagi IAEI untuk memperkuat kontribusi pemikiran dalam pengembangan ekonomi syariah di Sumbar.

Mahyeldi berharap kepengurusan baru IAEI mampu menghasilkan gagasan dan rekomendasi yang dapat diterapkan.

Ia juga mendorong lahirnya lebih banyak tokoh ekonomi syariah yang berkiprah di tingkat nasional maupun internasional.

Baca Juga :  Gubernur Mahyeldi Dorong Percepatan Deteksi Dini Kanker di Sumbar, Ajak Rumah Sakit hingga CSR Perluas Skrining
IAEI Sumbar Perkuat Riset dan Rekomendasi Kebijakan

Ketua DPW IAEI Sumbar, Prof. Ahmad Wira, mengatakan kepengurusan baru perlu mengonsolidasikan kembali organisasi yang sempat mengalami kevakuman.

Ia menilai IAEI harus memperkuat peran sebagai wadah pemikiran, penelitian, dan penyusunan rekomendasi kebijakan.

Hasil kajian tersebut dapat menjadi rujukan pemerintah dan pemangku kepentingan dalam merumuskan langkah pengembangan ekonomi syariah.

Untuk mendukung agenda tersebut, Ahmad Wira menekankan pentingnya koordinasi antara IAEI, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), serta Masyarakat Ekonomi Syariah (MES).

Selain itu, ia mendorong enam komisariat IAEI di Sumbar yang berasal dari sejumlah perguruan tinggi agar lebih aktif menjalankan program.

Fokusnya mencakup pengembangan penelitian, pembinaan kader, serta penerapan gagasan ekonomi syariah di lingkungan kampus dan masyarakat.

Pesantren Berpeluang Kembangkan Usaha Produktif

Pengembangan usaha produktif menjadi salah satu strategi untuk memperkuat kemandirian ekonomi pesantren.

Potensi tersebut dapat dikembangkan melalui pendampingan usaha, inovasi produk, peningkatan kapasitas pengelola, dan perluasan akses pemasaran.

Langkah tersebut dapat membantu pesantren menciptakan nilai tambah dari aset yang dimiliki.

Jika dikelola secara berkelanjutan, kegiatan usaha pesantren juga berpeluang membuka lapangan usaha dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya.

Pengembangan UMKM syariah di lingkungan pesantren pun membutuhkan dukungan berbagai pihak. Pemerintah, akademisi, lembaga keuangan, dan pelaku usaha dapat berperan dalam memperkuat kapasitas pengelolaan serta memperluas peluang pemasaran produk.

Pariwisata Ramah Muslim Perlu Tingkatkan Daya Saing

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumbar, Andy Setyo Biwado menyoroti pentingnya pengembangan pariwisata ramah Muslim untuk meningkatkan daya saing daerah.

Menurutnya, persaingan antardaerah dalam menarik wisatawan menuntut Sumbar terus meningkatkan kualitas program, fasilitas, dan layanan pariwisata.

Baca Juga :  Pemko Padang Gerak Cepat Atasi Kekeringan Irigasi Gunung Nago, Salurkan Bantuan Air Darurat

Upaya tersebut perlu menyesuaikan kebutuhan wisatawan sekaligus memperluas manfaat ekonomi dari sektor pariwisata.

Pengembangan pariwisata halal dan pemberdayaan ekonomi pesantren dapat menjadi bagian dari upaya memperluas sumber pertumbuhan ekonomi Sumbar.

Namun, pengembangannya memerlukan sinergi lintas sektor agar mampu menghasilkan manfaat yang berkelanjutan.

Melalui kepengurusan baru IAEI Sumbar, kolaborasi pemerintah, akademisi, pesantren, lembaga keuangan, dan pelaku usaha dapat semakin terarah.

Sehingga kolaborasi tersebut menghasilkan kajian, rekomendasi, serta program konkret untuk memperkuat ekonomi syariah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*)

Berita Terkait

Maigus Nasir Tinjau Seleksi Kafilah MTQN Padang, Target Juara Umum Sumbar 2027
Jamin Seleksi Dikbang Polri 2027 Bersih, Polda Sumbar Tegaskan Pakta Integritas Bukan Sekadar Formalitas
Pelabuhan Muaro Padang Ditata, Maritim Center Ditargetkan Groundbreaking Desember 2026
Maigus Nasir Apresiasi Kinerja Sarimpunan Tanjung, Berharap Sinergi Kodaeral II Padang Berlanjut
Operasi Patuh Singgalang 2026: Polda Sumbar Sasar Pengendara Tanpa Helm dan Lawan Arus
Operasi Patuh Singgalang 2026, Polda Sumbar Fokus Tekan Pelanggaran dan Kecelakaan
Pemko Padang Kawal 1.400 Unit BSPS dan Pembangunan 164 Hunian Tetap Pascabencana
Fadly Amran Tinjau Betonisasi Jalan di Padang Sarai, Progres Capai 98 Persen

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Lewat Merayu Waktu, Eltasya Angkat Kisah Sulit Melepaskan Masa Lalu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Ruth Garcia Rilis Lagu Salahkah, Ungkap Pergulatan Batin Usai Dikhianati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:05 WIB

AI Mampu Bikin Film, Nezar Patria Soroti Tantangan Baru Sensor Film

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:13 WIB

Dodo Rilis Single Layar Kaca, Ceritakan Rindu dan Hubungan Jarak Jauh

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:06 WIB

Sinopsis Film Serangan Balik di Netflix: Aksi Lukman Sardi Melawan Sindikat Kriminal

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:11 WIB

Siap Mencekam! Film Dewi Siluman Ular Rilis 12 November 2026, Intip Sinopsis Lengkapnya

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:05 WIB

BRIE Rilis SIREN, Single Alternative R&B tentang Keberanian Menjadi Diri Sendiri

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:20 WIB

Ronald Dewa Rangkum Perjalanan Cinta dalam Album Galau Gagal Move On, Salah Mencinta Jadi Andalan

Berita Terbaru