Padang, Javanusa—Pembangunan Flyover Panorama I atau Sitinjau Lauik I di Sumatera Barat mencatat progres fisik 35,275 persen hingga 23 Oktober 2026.
Proyek strategis ini telah menuntaskan pembangunan Jembatan 1 dan melanjutkan pekerjaan struktur pada jembatan lainnya.
Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria, meninjau langsung proyek tersebut pada Selasa (27/10/2026). Ia hadir bersama Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, Wali Kota Padang Fadly Amran, Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero) Koentjoro, serta Wakil Direktur Utama Hutama Karya Sugeng Rochadi.
Kunjungan ini menjadi bagian dari koordinasi pemerintah, badan usaha, dan pemangku kepentingan untuk mendukung kelancaran pembangunan infrastruktur strategis di Sumatera Barat.
Progres Flyover Sitinjau Lauik I Terus Berjalan
Dalam peninjauan tersebut, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat Elsa Putra Friandi, S.T, M.Sc, M.Eng, turut hadir. Direktur PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik Michael Arthur Paulus Rumenser juga memaparkan perkembangan proyek dan tahapan konstruksi yang sedang berlangsung.
Hingga 23 Oktober 2026, progres fisik proyek mencapai 35,275 persen. Selain merampungkan Jembatan 1, tim konstruksi menyelesaikan pekerjaan erection girder Jembatan 3 pada segmen A1–P1 selama 26–27 Oktober 2026.
Selanjutnya, pelaksana memusatkan pekerjaan pada Jembatan 2 dan tahapan konstruksi lainnya. Langkah tersebut mendukung pencapaian target penyelesaian proyek sesuai rencana.
Proyek ini menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik (HPSL) bertindak sebagai Badan Usaha Pelaksana (BUP), sedangkan PT Hutama Karya (Persero) dan PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) mengerjakan konstruksi melalui Kerja Sama Operasi (KSO) HK-HKI.
Mengandalkan Teknologi Konstruksi Modern
Pembangunan Flyover Panorama I memanfaatkan sejumlah teknologi untuk mendukung kualitas struktur, pemantauan kondisi bangunan, dan efisiensi pekerjaan.
Teknologi tersebut meliputi Lead Rubber Bearing (LRB), Structural Health Monitoring System (SHMS), drone LiDAR, Building Information Modeling (BIM), Common Data Environment (CDE), serta Augmented Reality (AR).
Penerapan teknologi tersebut mendukung ketahanan struktur dan pemantauan konstruksi. Integrasi data serta pemodelan digital juga membantu meningkatkan efektivitas koordinasi selama proses pembangunan.
Dony Oskaria: Flyover Jadi Prioritas Pemerintah
Dony Oskaria menyebut Flyover Panorama I sebagai salah satu prioritas pemerintah untuk meningkatkan konektivitas dan keselamatan transportasi di Sumatera Barat.
Menurut dia, kehadiran infrastruktur ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi mobilitas masyarakat dan distribusi logistik. Proyek tersebut juga berpotensi mendukung aktivitas ekonomi serta pertumbuhan daerah.
Dony menekankan pentingnya sinergi seluruh pemangku kepentingan dan dukungan masyarakat. Ia mengajak semua pihak bergotong royong atau basamo-samo kito demi kelancaran pembangunan dan manfaat yang berkelanjutan.
Ia juga mengapresiasi kerja seluruh tim yang terlibat dalam proyek tersebut.
“Terima kasih untuk seluruh tim yang telah bekerja keras dan sangat baik. Apa yang kita lakukan saat ini adalah sebuah warisan yang akan dikenang oleh generasi berikutnya. Karena itu, lakukan dengan sepenuh hati. Insyaallah, ini akan menjadi amal ibadah bagi semua yang terlibat. Saya sangat bangga,” ujar Dony.
Hutama Karya Utamakan Kualitas dan Keselamatan
Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero) Koentjoro menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan Flyover Panorama I. Perusahaan mengutamakan kualitas konstruksi, keselamatan kerja, dan tata kelola yang baik pada setiap tahapan.
Hutama Karya juga terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan serta mengendalikan pelaksanaan pekerjaan untuk mendukung pencapaian target proyek.
“Pembangunan Flyover Panorama I merupakan bagian dari komitmen Hutama Karya dalam mendukung penyediaan infrastruktur yang aman dan andal. Kami terus memastikan setiap tahapan pekerjaan dilaksanakan dengan memperhatikan aspek kualitas dan keselamatan, serta berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar pembangunan berjalan lancar dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan konektivitas di Sumatera Barat,” kata Koentjoro.
Sementara itu, Michael Arthur Paulus Rumenser menilai kunjungan para pemangku kepentingan menjadi motivasi bagi perusahaan untuk menjalankan tanggung jawabnya sebagai BUP.
Ia memastikan HPSL akan terus memperkuat koordinasi dan mengawal pelaksanaan proyek dengan mengedepankan kualitas, keselamatan, serta tata kelola yang bertanggung jawab.
“Kunjungan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan dan mengawal pelaksanaan proyek secara bertanggung jawab. Kami berkomitmen memastikan pembangunan Flyover Panorama I berjalan dengan mengedepankan tata kelola, keselamatan, dan kualitas, sehingga ke depan dapat mendukung konektivitas yang lebih aman dan kelancaran mobilitas masyarakat serta logistik di Sumatera Barat,” tutur Michael.
Solusi untuk Medan Ekstrem Sitinjau Lauik
Flyover Panorama I dibangun untuk meningkatkan keselamatan dan kelancaran lalu lintas di kawasan Sitinjau Lauik. Jalur ini memiliki medan yang menantang, dengan tanjakan curam dan tikungan tajam yang menjadi tantangan bagi pengguna jalan.
Kehadiran flyover diharapkan menyediakan akses yang lebih aman dan andal. Infrastruktur tersebut juga ditargetkan memperkuat konektivitas antarwilayah serta memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi barang.
HPSL menyatakan akan terus bekerja sama dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai prinsip keselamatan, kualitas, dan keberlanjutan.
Jika beroperasi sesuai tujuan pembangunannya, Flyover Panorama I diharapkan mendukung pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat melalui peningkatan keselamatan transportasi dan efisiensi distribusi logistik.
Pembangunan ini juga sejalan dengan semangat Asta Cita dalam memperkuat infrastruktur dan mendorong pemerataan pembangunan nasional. (*)






