Padang, Javanusa—Pemerintah Kota (Pemko) Padang menargetkan pembangunan 523 unit hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana rampung pada 2027.
Pembangunan tersebut tersebar di tiga kawasan dengan dukungan Yayasan Buddha Tzu Chi, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), serta Kamar Dagang dan Industri (Kadin).
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Padang, Tri Hadiyanto menjelaskan, Pemko Padang mengembangkan pembangunan huntap di tiga kawasan.
Lokasi tersebut meliputi Bumi Perkemahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Sungkai, Kelurahan Lambung Bukit, serta Kampung Lalang, Kecamatan Pauh.
Dari ketiga lokasi itu, Balai Gadang menjadi kawasan dengan rencana pembangunan terbesar. Pemko Padang menyiapkan 340 unit rumah melalui kolaborasi dengan Yayasan Buddha Tzu Chi.
Dalam kerja sama tersebut, Yayasan Buddha Tzu Chi menangani pembangunan fisik rumah. Sementara itu, Dinas Perkim Kota Padang bertanggung jawab menyediakan prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU).
Tri mengatakan, pembangunan di Balai Gadang berlangsung dalam dua tahap. Tahap pertama mencakup 138 unit rumah pada lahan seluas 2,9 hektare.
“Untuk pembangunan di Balai Gadang kita bagi menjadi dua tahap. Tahun ini ditargetkan sebanyak 138 unit di atas lahan seluas 2,9 hektare, sedangkan 202 unit lainnya direncanakan dibangun pada 2027 dengan lahan yang telah disiapkan seluas kurang lebih tiga hektare,” jelas Tri.
Kementerian PKP Bangun 183 Unit di Sungkai
Selain Balai Gadang, Pemko Padang juga menyiapkan pembangunan 183 unit huntap di kawasan Sungkai, Kelurahan Lambung Bukit.
Program tersebut mendapat dukungan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Pembangunan mencakup rumah beserta prasarana, sarana, dan utilitas umum di atas lahan seluas 4,6 hektare.
Dalam proyek ini, Pemko Padang bertugas menyediakan lahan dan melakukan pembersihan atau land clearing. Pemerintah kota juga menyiapkan sumber air untuk mendukung kebutuhan penghuni.
Tri menyebutkan, pembangunan huntap di Sungkai ditargetkan selesai pada 2026.
Sepuluh Unit Huntap di Kampung Lalang Sudah Selesai
Sementara itu, pembangunan huntap di Kampung Lalang, Kecamatan Pauh, menggunakan skema eksitu dengan dukungan Kadin.
Hingga saat ini, sebanyak 10 unit rumah telah selesai dibangun. Dinas Perkim juga terus menuntaskan infrastruktur pendukung agar kawasan tersebut siap dihuni.
Pembangunan fasilitas air minum dan drainase telah rampung. Adapun pengerjaan jalan lingkungan masih berlangsung dan ditargetkan selesai pada tahun ini.
Pemko Siapkan Mekanisme Penempatan Penghuni
Tri menegaskan, total kebutuhan hunian tetap di Kota Padang mencapai 523 unit. Pemko Padang menargetkan seluruh kebutuhan tersebut terpenuhi melalui penyelesaian pembangunan pada 2027.
Selain memastikan pembangunan fisik berjalan, pemerintah kota juga menyiapkan mekanisme penempatan masyarakat penerima manfaat. Langkah ini bertujuan agar proses distribusi rumah berlangsung tertib dan sesuai ketentuan.
Menurut Tri, pemerintah telah menetapkan calon penghuni melalui Surat Keputusan Wali Kota Padang Nomor 119 Tahun 2026. Dokumen tersebut memuat identitas penerima manfaat beserta alamat masing-masing.
“Total kebutuhan kita sebanyak 523 unit dan insyaallah tahun depan seluruhnya dapat terbangun. Untuk calon penghuni juga sudah ditetapkan melalui Surat Keputusan Wali Kota Padang Nomor 119 Tahun 2026, lengkap dengan data nama dan alamat. Saat ini kita sedang menyusun mekanisme pembagian huniannya,” ungkap Tri.
Melalui program ini, Pemko Padang berupaya memenuhi kebutuhan tempat tinggal masyarakat sekaligus memastikan ketersediaan infrastruktur dasar. Dengan demikian, calon penghuni dapat menempati rumah yang layak dengan dukungan fasilitas lingkungan yang memadai. (*)






