Banjir Padang Kembali Rusak Lahan Pertanian, 30,5 Hektare Sawah Perlu Direhabilitasi

Penulis -

Selasa, 3 November 2026 - 16:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banjir Padang kembali merusak 30,5 hektare lahan pertanian. (Foto: Pemko Padang)

Banjir Padang kembali merusak 30,5 hektare lahan pertanian. (Foto: Pemko Padang)

Padang, Javanusa—Banjir yang melanda Kota Padang pada September dan Oktober 2026 kembali merusak lahan pertanian.

Dinas Pertanian Kota Padang kini menyiapkan rehabilitasi terhadap 30,5 hektare lahan sawah yang kembali tertimbun material sedimen banjir.

Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Yoice Yuliani, mengatakan pihaknya harus mengulang rehabilitasi lahan yang sebelumnya sudah pulih dari bencana banjir dan galodo pada akhir 2025.

“Lahan-lahan sawah yang tertimbun ini akan kita lakukan lagi rehabilitasi. Namun, kita menunggu pengerjaan PUPR selesai terlebih dahulu,” ujar Yoice di Padang, Selasa (3/11/2026).

Lahan Pertanian Kembali Tertimbun Material Banjir

Bencana banjir dan galodo pada akhir 2025 sebelumnya merusak sekitar 102 hektare lahan pertanian di Kota Padang. Dinas Pertanian telah melakukan rehabilitasi terhadap seluruh lahan terdampak tersebut.

Setelah proses pemulihan, para petani kembali mengolah dan menanami sawah mereka. Namun, banjir yang terjadi pada September dan Oktober 2026 membuat sebagian lahan kembali tertimbun sedimen.

Akibatnya, petani belum dapat memanfaatkan lahan tersebut untuk kegiatan produksi pertanian. Kondisi ini juga membuat pemerintah daerah harus kembali mengupayakan pemulihan lahan yang sebelumnya sudah direhabilitasi.

Dinas Pertanian Koordinasi dengan PUPR

Untuk mempercepat penanganan, Dinas Pertanian Kota Padang terus berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

 

Saat ini, Dinas PUPR tengah melakukan rehabilitasi sungai serta intake saluran air menuju kawasan persawahan.

Pengerjaan tersebut menjadi bagian penting dalam menyiapkan infrastruktur pendukung sebelum pemulihan lahan pertanian dimulai.

Yoice menegaskan, pihaknya menunggu penyelesaian pekerjaan PUPR agar rehabilitasi sawah dapat berjalan selaras dengan perbaikan infrastruktur pengairan.

“Ini kita sudah usulkan ke Kementerian Pertanian untuk bisa mengalokasikan anggarannya lagi untuk merehab lahan sawah yang tertimbun itu,” katanya.

Baca Juga :  Jembatan Darurat Batang Anai Kembali Dibuka, BPJN Siapkan Pembangunan Jembatan Permanen Rp45,2 Miliar
Usulkan Anggaran Rehabilitasi untuk 2027

Selain menunggu penyelesaian infrastruktur, Dinas Pertanian Kota Padang juga mengusulkan anggaran rehabilitasi kepada Kementerian Pertanian.

Usulan tersebut bertujuan agar pemerintah pusat dapat mengalokasikan anggaran pemulihan lahan sawah terdampak banjir pada 2027.

Melalui dukungan anggaran tersebut, pemerintah berharap proses rehabilitasi dapat segera berjalan sehingga petani kembali memanfaatkan lahan mereka.

Pendataan Lahan dan Kelompok Tani

Dinas Pertanian juga melakukan pendataan langsung terhadap lahan sawah terdampak melalui kelompok tani di masing-masing wilayah.

Langkah ini bertujuan memastikan data kerusakan akurat serta penanganan dan bantuan pemerintah tepat sasaran.

Pendataan tersebut sekaligus menjadi dasar perencanaan rehabilitasi agar pemerintah dapat menentukan kebutuhan pemulihan berdasarkan kondisi lahan di lapangan.

Dengan koordinasi lintas instansi dan dukungan anggaran, Dinas Pertanian Kota Padang berharap pemulihan lahan terdampak banjir dapat berjalan lebih terarah dan membantu petani kembali berproduksi. (*)

Berita Terkait

Menko Zulkifli Hasan dan Wawako Maigus Nasir Salurkan Bantuan Beras untuk 74.716 Warga Padang
Baznas Padang Salurkan Beasiswa Rp1,4 Miliar untuk 2.190 Siswa SD hingga SMP
Ditlantas Polda Sumbar Edukasi Pengemudi Trans Padang, Keselamatan Jadi Prioritas
Jadwal Kereta Api Sumbar Berubah 1 Desember 2026, Cek Waktu Keberangkatan Pariaman Ekspres dan Minangkabau Ekspres
Ditpolairud Polda Sumbar Periksa Kapal Nelayan di Bungus, Pastikan Keselamatan Melaut
Bank Nagari Hadirkan Inovasi KTA Berbasis E-Money bagi Pengurus PWI Pessel
Wagub Vasko Tegaskan Pemerataan Pembangunan Sumbar, Jalan Perbatasan Dharmasraya Mulai Diaspal
PCMM Cabang Indonesia Resmi Dikukuhkan, Mahyeldi Ajak Diaspora Minang Bangun Sumbar

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 19:51 WIB

Menko Zulkifli Hasan dan Wawako Maigus Nasir Salurkan Bantuan Beras untuk 74.716 Warga Padang

Selasa, 3 November 2026 - 19:40 WIB

Baznas Padang Salurkan Beasiswa Rp1,4 Miliar untuk 2.190 Siswa SD hingga SMP

Selasa, 3 November 2026 - 12:38 WIB

Ditlantas Polda Sumbar Edukasi Pengemudi Trans Padang, Keselamatan Jadi Prioritas

Selasa, 3 November 2026 - 12:33 WIB

Jadwal Kereta Api Sumbar Berubah 1 Desember 2026, Cek Waktu Keberangkatan Pariaman Ekspres dan Minangkabau Ekspres

Selasa, 3 November 2026 - 12:19 WIB

Ditpolairud Polda Sumbar Periksa Kapal Nelayan di Bungus, Pastikan Keselamatan Melaut

Selasa, 3 November 2026 - 12:11 WIB

Bank Nagari Hadirkan Inovasi KTA Berbasis E-Money bagi Pengurus PWI Pessel

Selasa, 3 November 2026 - 10:38 WIB

Wagub Vasko Tegaskan Pemerataan Pembangunan Sumbar, Jalan Perbatasan Dharmasraya Mulai Diaspal

Selasa, 3 November 2026 - 09:55 WIB

PCMM Cabang Indonesia Resmi Dikukuhkan, Mahyeldi Ajak Diaspora Minang Bangun Sumbar

Berita Terbaru