Limapuluh Kota, Javanusa—Harau International Climbing Festival (HICFEST) 2026 berpeluang membawa Lembah Harau ke panggung panjat tebing internasional.
Festival yang berlangsung pada 3–7 November 2026 tersebut diproyeksikan masuk kalender resmi Union Internationale des Associations d’Alpinisme (UIAA).
Ketua Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Pengurus Provinsi Sumatera Barat, Zuhrizul, menyebut pengakuan tersebut menjadi momentum penting bagi pengembangan sport tourism di Sumatera Barat.
Menurutnya, informasi itu disampaikan Robertus Robert, Kabid Panjat Tebing Alam dan Rekreasi PP FPTI, yang menghadiri kongres UIAA di Kathmandu, Nepal.
Penyelenggaraan HICFEST mendapat respons positif dari Peter Muir selaku Presiden UIAA serta para peserta kongres. Dukungan tersebut membuka peluang bagi Lembah Harau untuk semakin dikenal sebagai destinasi panjat tebing dunia.
“Sudah resmi masuk kalender iven UIAA. Ke depan, agenda HICFEST diselenggarakan 2 tahun sekali. Kita akan kumpulkan seluruh climber dunia di Lembah Harau. Dengan begitu, gaung pariwisata Sumatera Barat akan semakin mendunia dan mendatangkan lebih banyak dukungan,” ujar Zuhrizul, Rabu (4/11/2026).
HICFEST Dorong Panjat Tebing Ramah Keluarga
Selain memperkuat posisi Sumatera Barat di kancah internasional, FPTI Sumbar juga ingin memperluas akses masyarakat terhadap olahraga panjat tebing.
Zuhrizul menilai, selama ini panjat tebing kerap dipandang sebagai olahraga ekstrem yang hanya diminati pemanjat profesional dan pegiat olahraga alam.
Untuk mengubah pandangan tersebut, FPTI Sumbar bersama tim pembuat jalur atau route setter profesional telah menyiapkan rute pemanjatan yang ramah bagi pemula dan anak-anak.
Inovasi ini bisa membuka pengalaman wisata baru bagi keluarga yang berkunjung ke Lembah Harau. Orang tua tidak hanya menikmati panorama tebing purba, tetapi juga dapat mengenalkan olahraga panjat tebing kepada anak-anak melalui jalur yang dirancang sesuai kemampuan mereka.
“Pasca masuk dalam kalender iven UIAA, ke depan kita ingin panjat tebing bukan cuma bagi mereka yang profesional. Anak-anak pun bisa menikmatinya. Kita proyeksikan akan semakin banyak orang tua yang membawa anak-anaknya berwisata dan mengenalkan karena tim pembuat jalur kita telah menyiapkan rute yang ramah bagi pemula dan anak-anak,” jelas Zuhrizul.
Lembah Harau Jadi Hub Panjat Tebing Sumatera
Mengusung konsep sport tourism, HICFEST juga menargetkan peningkatan kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara ke kawasan Lembah Harau.
Zuhrizul mengatakan, FPTI Sumbar berkomitmen menjadikan kawasan tersebut sebagai pusat perkembangan olahraga panjat tebing alam, khususnya di wilayah Sumatera.
Menurutnya, potensi alam Lembah Harau menjadi modal utama untuk mengembangkan destinasi olahraga sekaligus pariwisata berkelas internasional.
Kombinasi tebing curam berusia jutaan tahun, fasilitas pemanjatan yang inklusif, serta agenda internasional yang berkelanjutan dapat memperkuat daya tarik kawasan tersebut.
Dengan masuknya HICFEST ke kalender UIAA, Lembah Harau memiliki peluang untuk bersaing dengan berbagai destinasi panjat tebing ternama di dunia.
HICFEST 2026 Hadirkan 110 Peserta dari Berbagai Negara
Harau International Climbing Festival 2026 merupakan inisiatif FPTI Sumatera Barat yang bekerja sama dengan Pengurus Pusat FPTI.
Festival ini menghadirkan 110 peserta dari sejumlah provinsi di Indonesia dan negara sahabat. Peserta internasional berasal dari China, Vanuatu, Malaysia, Bangladesh, dan Nigeria.
Sejumlah tokoh panjat tebing dan olahraga internasional turut menghadiri kegiatan tersebut.
Di antaranya Stave Long, Master Rock Climbing, Educator and Author dari Inggris, serta Prof. Mohd Salleh Aman, akademisi dan profesional olahraga dari University Malaysia.
HICFEST 2026 juga menghadirkan Harry Suliztiarto dan Kang Mamay S. Salim, dua tokoh senior panjat tebing Indonesia.
Melalui penyelenggaraan festival ini, FPTI Sumbar berharap Lembah Harau semakin berkembang sebagai destinasi sport tourism sekaligus pusat aktivitas panjat tebing alam yang menarik perhatian komunitas internasional. (*)






