Padang, Panjang, Javanusa—Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Padang Panjang menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan dengan bertekad menjadi Sekolah Adiwiyata.
Seperti menggalakkan berbagai kegiatan ramah lingkungan, mulai dari pemanfaatan sampah plastik, kampanye pemilahan sampah, hingga pembinaan kader Adiwiyata dari kalangan siswa.
“Sekolah ini telah banyak berkontribusi dalam pelestarian lingkungan. Bahkan sebelum berkonsentrasi pada Adiwiyata, sekolah ini sudah sejak lama memanfaatkan beragam sampah plastik bekas sebagai tempat pensil, menjadi polibag tanaman, pagar blok di parkiran sekolah dan lainnya,” ungkap Kepala SMPN 2 Padang Panjang, Rita Yanti, Jumat (9/2/2024).
Menurutnya, kertas bekas pun tak luput dari pemanfaatan. Seperti penggunaan kertas bekas menjadi frame foto, pajangan, dan kertas bekas untuk kegiatan administrasi.
Baca Juga: Kuota 120 orang, SMAN 1 Padang Panjang Buka PPDB Kelas Asrama
“Sekolah kita belum ini juga melaksanakan fashion show dengan kostum dari barang bekas, plastik, kertas, dan kantong kresek bekas,” sebutnya.
Inovasi dan Pengembangan Berkelanjutan
Rita melanjutkan, sebenarnya kegiatan ini sudah terintegrasi ke dalam pembelajaran siswa dalam mata pelajaran. “Para siswa kita latih memanfaatkan barang bekas menjadi barang lebih berguna,” tuturnya.
“Tak hanya itu, kita membina siswa agar melestarikan dan menjaga lingkungan. Sehingga hal itu menjadi kebiasaan, sesederhana memilah sampah mereka. Hal ini akan menjadi rutinitas berkelanjutan di rumah masing-masing,” ujarnya.
Sampai saat ini, katanya, kegiatan di SMPN Padang Panjang 2 terus berjalan seperti tekad awal bahkan lebih intens dan konsisten.
“Saat ini kita mengembangkan kompos cair yang diprakarsai Tim Pengelolaan Sampah. Kemudian pada Tim Penanaman juga sedang mengembangkan kunyit sebagai ikon SMPN Padang Panjang 2 yang diolah menjadi beragam produk, mulai dari produk kecantikan hingga kesehatan,” terangnya.
Ia mengharapkan, kegiatan yang sedang berlangsung ini, dapat menambah nilai keberadaan sekolah yang telah selama dua tahun ini menjadi titik pantau Piala Adipura dan mewujudkan sekolah Adiwiyata hingga tingkat nasional.
“Akhir Januari lalu, SMPN Padang Panjang 2 mendapat kunjungan Tim Adipura untuk penilaian dan menjadi sekolah prioritas mewakili SMP negeri. Semoga ini menjadi kabar baik,” harapnya. (*/jn02)






