Petani Tanah Datar Terdampak Erupsi Terima BLT dan Beras

Penulis -

Selasa, 26 Maret 2024 - 11:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Datar, Javanusa—Dampak dari erupsi Gunung Api Marapi yang terjadi beberapa waktu lalu berakibat rusaknya lahan pertanian masyarakat atau gagal panen. Terkhusus petani yang bergerak di bidang perkebunan sayur-mayur.

Mereka umumnya berkebun cabai, tomat, bawang, kubis-kubisan, seledri, wortel dan juga kentang.

Guna meringankan beban petani, Pemkab Tanah Datar memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp 700 ribu per KK. Dan bantuan beras per jiwa.

Bupati Eka Putra berawal dari kunjungannya ke posko pengungsian erupsi Marapi beberapa waktu lalu. Terdapat lima kecamatan yang terdampak yaitu Kecamatan X Koto, Batipuh, Batipuh Selatan, Pariangan dan Lima Kaum.

Baca Juga: 13.55 Km Jalan dari Pasar Rabaa-Simpang Sikaladi Diperbaiki

Dari itu, ia menginstruksikan Kepala Dinas Pertanian untuk mendata lahan pertanian masyarakat yang terdampak untuk mendapat BLT.

Bupati Eka Putra juga menyampaikan pada saat bersamaan, ada tiga kelompok tani yang gagal panen dan mendapatkan bantuan Rp 78 juta.

Ini sesuai dengan Progul Daerah Asuransi Tani yaitu penggantian hasil pertanian yang gagal panen akibat bencana alam.

“Sekali lagi saya sampaikan kepada Wali Nagari, wali jorong dan juga PPL jangan sampai ada warga atau petani yang terdampak. Namun tidak terdaftar sehingga tidak mendapatkan bantuan,” ujarnya.

1.114 Ha Lahan Terdampak Erupsi

Sebelumnya Kepala Dinas Pertanian Sri Mulyani menyampaikan luas lahan yang terdampak erupsi Marapi seluas 1.114 Ha khusus lahan hortikultura.

“Dari 1.114 Ha lahan tersebut, 660 Ha adalah perkebunan cabai, sisanya tomat, bawang merah dan sayuran lain,” ucapnya.

Ada 3.545 petani yang terdampak dan yang sudah lengkap administrasinya sebanyak 1.917. Dan saat ini juga telah masuk kurang lebih 500 KK petani. Sebagiannya lagi dalam proses di Bank Nagari.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Berhentikan Wamenaker Immanuel Ebenezer

“Bantuan ini dua jenis, ada BLT dan cadangan pangan pemerintah daerah. Kita berikan hanya satu kali,” tuturnya.

Wali Nagari Sabu Edri Fauzen Dt. Kayo mengatakan pasca erupsi 3 Desember lalu hingga saat ini lahan masyarakat belum bisa bertanam sayuran. Jadi masih menunggu beberapa bulan untuk bisa ditanami kembali.

Ia mengucapkan terima kasih kepada Bupati Eka Putra yang telah mengupayakan BLT dan cadangan pangan bagi masyarakat terdampak. Dan berharap kepada masyarakat untuk dapat mempergunakan dengan sebaik-baiknya. (*/jn04)

Berita Terkait

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat di Pasaman Barat dan Pesisir Selatan Hari Ini
Kepala BGN Sudaryono: Insentif MBG Kini Lebih Adil, Proporsional dan Efisien
Uji Coba MBG Sistem Prasmanan, BGN Ingin Makanan Lebih Hangat dan Segar di Sekolah
MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres
Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi
Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya
Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 Dorong Peternak Perkuat Genetik dan Produktivitas
Mentan Amran Sambut Wamentan Saleh Mustafa: Speed Kerja Pertanian Harus Meningkat

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 13:57 WIB

Berbagi Pengalaman di Unand, Fadly Amran Ajak Mahasiswa Jadi Pemimpin Berintegritas dan Peduli Sesama

Senin, 14 September 2026 - 20:33 WIB

Dies Natalis ke-70 Unand, Mahyeldi Minta Riset Tak Berhenti di Publikasi

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:24 WIB

Buka PKKMB PNP 2026, Fadly Amran Dorong Mahasiswa Aktif Berorganisasi dan Kejar Prestasi

Senin, 2 Maret 2026 - 08:06 WIB

Cegah Sejak Dini, FK Unbrah Edukasi Mahasiswa Baru tentang Bahaya Infeksi Menular Seksual

Jumat, 15 November 2024 - 07:02 WIB

Dosen PA Unbrah dan RSUD dr. Rasidin Padang Gelar Deteksi Dini Kanker Serviks Gratis

Senin, 4 November 2024 - 15:15 WIB

FK Unbrah Edukasi Masyarakat Padang Pariaman tentang Diabetes Melitus

Berita Terbaru