BGN Aktifkan 480 SPPG di 16 Provinsi, Sasar Wilayah 3T dengan Stunting Tinggi

Penulis -

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 05:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BGN mengaktifkan 480 SPPG di 16 provinsi untuk memperluas layanan MBG di wilayah 3T dan stunting tinggi. (Foto: Biro Hukum dan Humas BGN)

BGN mengaktifkan 480 SPPG di 16 provinsi untuk memperluas layanan MBG di wilayah 3T dan stunting tinggi. (Foto: Biro Hukum dan Humas BGN)

Jakarta, Javanusa—Badan Gizi Nasional (BGN) mulai mengaktifkan 480 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di 16 provinsi pada Jumat (2/9/2026).

Langkah ini menyasar wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), termasuk daerah dengan prevalensi stunting tinggi dan sangat tinggi.

Kepala BGN Sudaryono atau Mas Dar mengatakan, aktivasi tersebut menjadi bagian dari perluasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke wilayah Timur Indonesia.

“Pada Jumat, 2 Oktober ini, kami akan melaksanakan aktivasi dapur SPPG yang siap beroperasi di wilayah 3T, wilayah yang stuntingnya tinggi dan wilayah yang stuntingnya tinggi sekali. Kita mulai dari wilayah Timur Indonesia,” ujar Mas Dar di Jakarta, Kamis (1/10).

480 SPPG Tersebar di 16 Provinsi

Dari total 480 SPPG yang masuk tahap aktivasi, sebanyak 211 merupakan SPPG mitra mandiri. Sementara itu, 269 lainnya merupakan SPPG terpencil.

BGN menjadwalkan aktivasi secara serentak di 16 provinsi. Wilayah tersebut mencakup Papua Pegunungan, Papua Tengah, Papua Selatan, Papua, Sulawesi Tengah, Papua Barat Daya, dan Papua Barat.

Selanjutnya, cakupan aktivasi meliputi Maluku Utara, Maluku, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur.

Mas Dar akan memantau langsung proses aktivasi di Provinsi Maluku. Sementara itu, Wakil Kepala BGN, para deputi, serta pejabat eselon II akan bertugas di sejumlah provinsi lainnya.

Penempatan pejabat tersebut bertujuan memastikan seluruh proses aktivasi berjalan sesuai tahapan yang telah ditetapkan BGN.

SPPG Jalani Pelatihan Sebelum Layani Penerima Manfaat

Aktivasi pada 2 Oktober belum langsung menandai dimulainya pelayanan MBG bagi seluruh penerima manfaat. BGN masih menyiapkan sejumlah tahapan sebelum setiap dapur SPPG beroperasi.

Salah satu tahap penting ialah pelatihan bagi penjamah makanan. BGN juga akan menentukan jumlah penerima manfaat secara bertahap berdasarkan kesiapan masing-masing SPPG.

Baca Juga :  Dorong Sport Tourism Nasional, Menpora Erick Apresiasi Teladan Metropolitan City Rally

“Selanjutnya, setelah kita aktivasi, akan ada tahapan-tahapan, termasuk tahapan pelatihan. Penjamah makanan harus dilatih, termasuk juga nanti penerima manfaatnya dimulai dari sekian jumlah, jumlahnya makin ditambah, dan seterusnya,” kata Mas Dar.

Menurut proyeksi BGN, dapur SPPG yang menjalani aktivasi pada 2 Oktober dapat mulai beroperasi sekitar tiga hingga empat minggu kemudian.

Namun, jadwal tersebut tetap bergantung pada kesiapan setiap dapur dan penyelesaian seluruh persyaratan sebelum pelayanan MBG berjalan.

“Kami prediksi tahapan-tahapan ini akan langsung dimulai pada tanggal 2 itu, kemudian dapur-dapur tersebut siap beroperasi pada tiga sampai empat minggu setelah dilakukan aktivasi pada tanggal 2,” ujar Mas Dar.

BGN Perluas MBG ke Daerah Sulit Terjangkau

Setelah aktivasi tahap awal, BGN akan melanjutkan perluasan layanan MBG secara bertahap. Prioritas utama tetap berada di wilayah 3T dan daerah dengan prevalensi stunting tinggi serta sangat tinggi.

BGN juga menyasar wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap layanan MBG. Fokus tersebut mencakup daerah yang jauh dari pusat pemerintahan dan belum memperoleh layanan program tersebut.

“Kami prioritaskan di wilayah 3T, wilayah stunting tinggi, wilayah stunting tinggi sekali, dan wilayah-wilayah lain yang memang banyak sekali kami mendapatkan aduan. Sekolah-sekolah itu masih banyak yang belum mendapatkan pelayanan MBG, tetapi khususnya yang berada di daerah-daerah yang jauh dari Ibu Kota. Ini kemudian akan kami sisir terus,” tutup Mas Dar. (*)

Berita Terkait

BGN Catat Efisiensi Rp44 Triliun, Program MBG Masuki Transformasi 2.0
Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani, Bulog Siap Beli Hasil Panen
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya
Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya
Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak
Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan
Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Stadion Haji Agus Salim Padang Punya Kapasitas 12.067 Penonton, Ini Fasilitasnya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Genoa Bungkam Juventus 2-0, Bianconeri Tertahan di Peringkat 8

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Hasil Carabao Cup: Manchester City Singkirkan Brighton Lewat Adu Penalti 4-3

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Tanpa Harry Kane, Bayern Munich Bantai Magdeburg 6-1 di DFB Pokal

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Liverpool Singkirkan Chelsea Lewat Adu Penalti, Lolos ke Perempat Final Carabao Cup

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Fortuna Sittard Singkirkan Sparta Rotterdam, Justin Hubner Cs Lolos ke Babak Kedua Piala KNVB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:55 WIB

AC Milan Dibantai Bologna 2-4 di San Siro, Samuel Mbangula Cetak Hattrick

Berita Terbaru

Sumsel United siap menghadapi Semen Padang di Pegadaian Championship 2026/2027. (Foto: ileague.id)

Liga 2

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Okt 2026 - 18:26 WIB