Javanusa.com—Cristiano Ronaldo akhirnya mengungkap alasan di balik keputusannya meninggalkan Timnas Portugal saat jeda internasional.
Kapten Portugal itu mengaku kecewa karena merasa dua kali dibohongi pelatih Jorge Jesus. Dalam pernyataan panjang yang dimuat A Bola, Selasa (6/10/2026), Ronaldo menjelaskan kronologi perselisihannya dengan sang pelatih.
Masalah bermula dari pertandingan Portugal melawan Norwegia. Pemain berusia 41 tahun tersebut menyebut Jesus sempat menjanjikan kesempatan bermain selama 30 menit. Namun, Ronaldo hanya menjalani pemanasan dan tidak pernah masuk ke lapangan.
Menurut Ronaldo, rencana awal sebenarnya tidak mengharuskannya bermain dalam pertandingan tandang menghadapi Norwegia dan Denmark. Jesus bahkan sempat menyarankan agar dirinya tidak mengikuti dua laga tersebut.
Ronaldo memilih tetap bersama skuad meski menerima rencana untuk beristirahat. Situasi kemudian berubah pada hari pertandingan melawan Norwegia.
Saat makan siang, seorang asisten pelatih menyampaikan bahwa Jesus ingin berbicara dengannya. Dalam pertemuan tersebut, Ronaldo mengaku mendapat permintaan untuk bermain selama 30 menit.
“Pada waktu makan siang pada hari pertandingan di Norwegia, asisten pelatih tim nasional datang ke meja di mana tim sedang makan siang dan mengatakan kepada saya, pelatih ingin berbicara dengan saya. Yang mengejutkan, pelatih bertanya apakah saya siap bermain 30 menit,” kata Ronaldo.
Ia mengaku permintaan tersebut berada di luar program pemulihan fisik yang sudah disusun. Meski demikian, pemilik lima Ballon d’Or itu menyatakan kesiapannya.
“Permintaan ini berada di luar rencana pemulihan fisik dan pelatihan saya, karena saya hanya akan bermain pada laga keempat bulan di Estádio do Dragão (melawan Norwegia). Tetapi tentu saja saya setuju,” ujarnya.
Menurut Ronaldo, Jesus kemudian memintanya bersiap karena akan mendapat waktu bermain selama 30 menit.
Sudah Pemanasan, Ronaldo Tak Kunjung Dimainkan
Ronaldo lantas melakukan pemanasan sejak babak pertama. Namun, kesempatan yang ia tunggu tidak pernah datang hingga pertandingan berjalan semakin jauh.
“Dan sisanya sudah tahu semuanya. Saya mulai melakukan pemanasan dari babak pertama, menyaksikan menit-menit berlalu, dan tidak ada yang memanggil saya. Pelatih melanggar janjinya,” ungkap Ronaldo.
Kejadian itu menjadi sumber utama kekecewaan Ronaldo. Namun, persoalan tidak berhenti setelah pertandingan melawan Norwegia.
Sekitar 48 jam kemudian, Ronaldo mengaku menggelar pembicaraan dengan Jesus. Simo Coutinho, direktur Al Nassr, juga mengikuti pertemuan tersebut.
Menurut Ronaldo, mereka membicarakan masalah secara terbuka. Pertemuan itu kemudian menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri polemik.
Ronaldo Klaim Ada Kesepakatan Sebelum Konferensi Pers
Ronaldo mengatakan Jesus bersedia menjelaskan persoalan tersebut secara terbuka dalam konferensi pers. Sang pelatih, menurut Ronaldo, juga akan mengakui kesalahannya.
“Empat puluh delapan jam kemudian, kami mengadakan pembicaraan, saya, sang pelatih, dan Simo Coutinho (direktur Al Nassr), karena dia mengikuti percakapan kami. Itu adalah momen yang sangat mendalam dan jujur, tanpa ada keraguan sedikit pun,” ujar Ronaldo.
Ronaldo menjelaskan, mereka sepakat Jesus akan membuka konferensi pers dengan klarifikasi mengenai situasi tersebut.
Dalam penjelasan itu, Jesus disebut akan menegaskan bahwa Ronaldo tidak pernah meminta waktu bermain. Sang pelatih juga akan mengakui keputusan melakukan pemanasan tanpa memainkan Ronaldo sebagai sebuah kesalahan.
“Kami sepakat hanya ada satu cara untuk mengakhiri ‘kasus’ ini: sang pelatih akan mengulangi apa yang baru saja dia sampaikan kepada saya secara pribadi, di hadapan Simo Coutinho, namun di ruang konferensi pers,” kata Ronaldo.
Menurutnya, kesepakatan tersebut juga mencakup penjelasan mengenai rencana pemusatan latihan dan pembagian waktu bermain.
Namun, Ronaldo menilai komitmen itu kembali tidak terpenuhi. Inilah yang ia sebut sebagai janji kedua yang dilanggar Jesus.
Ronaldo Sebut Janji Kedua Kembali Dilanggar
Ronaldo mengatakan pertemuan tersebut sebenarnya berakhir dalam suasana baik. Jesus bahkan disebut meminta berpelukan dengannya sebagai tanda masalah telah selesai.
“Dia berjanji kepada saya, dia akan mengatakan dalam konferensi pers apa yang baru saja dia sampaikan kepada saya, serta masalah tersebut telah terselesaikan,” kata Ronaldo.
Dalam rencana tersebut, Ronaldo tidak akan tampil menghadapi Denmark. Ia kemudian dijadwalkan bermain dalam pertandingan berikutnya di Estádio do Dragão.
Namun, Ronaldo menganggap Jesus kembali mengingkari kesepakatan yang telah dibuat.
“Semua ini terjadi di hadapan Simo Coutinho, seperti biasa. Ini adalah kali kedua dia mengingkari janjinya,” ujarnya.
Cristiano Ronaldo Minta Maaf kepada Publik Portugal
Di tengah kritik terhadap Jorge Jesus, Ronaldo juga mengakui tindakannya meninggalkan skuad bukan keputusan yang ideal.
Ia meminta maaf kepada masyarakat Portugal atas sikapnya setelah pertandingan melawan Norwegia. Namun, Ronaldo mengatakan kekecewaan akibat janji yang tidak ditepati memengaruhi keputusannya.
“Saya sekali lagi meminta maaf kepada rakyat Portugal, namun pelanggaran janji saya itu sangat memengaruhi saya,” katanya.
Ronaldo menilai keberadaannya di dalam skuad dalam kondisi tersebut justru berpotensi merugikan tim. Karena itu, ia memilih meninggalkan pemusatan latihan.
“Saya merasa jika saya tetap bertahan di tim mulai saat itu, hal itu hanya akan merugikan tim, jadi saya melakukan apa yang selalu saya katakan akan saya lakukan jika saya merasa tidak berguna: saya mengemasi barang-barang saya dan pergi,” ujar Ronaldo.
Pernyataan terbuka tersebut memperjelas akar konflik Cristiano Ronaldo dan Jorge Jesus di Timnas Portugal. Ronaldo menempatkan persoalan kepercayaan dan dua janji yang ia anggap dilanggar sebagai alasan utama di balik keputusannya meninggalkan skuad. (*)






