Padang, Javanusa—DPRD Provinsi Sumbar menggelar rapat paripurna untuk mengikuti Sidang Tahunan MPR RI bersama DPR RI dan DPD RI. Agenda tersebut juga mencakup penyampaian pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia, Jumat (14/8/2026).
Sidang Tahunan MPR menjadi agenda penting menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Forum ini menjadi ruang bagi lembaga negara untuk menyampaikan kinerja sekaligus melihat perkembangan bangsa selama satu tahun terakhir.
Ketua DPRD Sumbar Muhidi menilai forum tersebut memiliki arti penting dalam menjaga akuntabilitas penyelenggaraan negara. Menurutnya, masyarakat perlu mengetahui kinerja lembaga negara yang menjalankan mandat rakyat.
“Sidang tahunan ini merupakan bentuk akuntabilitas dan transparansi lembaga negara dalam menyampaikan kinerjanya kepada masyarakat. Ini penting karena seluruh lembaga negara menjalankan tugas berdasarkan amanat rakyat,” ujar Muhidi.
Menurut Muhidi, MPR RI memiliki posisi strategis sebagai representasi masyarakat Indonesia. Karena itu, laporan kinerja lembaga negara perlu tersampaikan secara terbuka melalui forum kenegaraan tersebut.
“Lembaga-lembaga negara perlu menyampaikan laporan kinerjanya kepada masyarakat melalui MPR RI. Ini merupakan bagian dari tanggung jawab kepada rakyat yang telah memberikan mandat,” katanya.
Muhidi: Kemerdekaan Harus Diisi dengan Kerja Nyata
Memasuki momentum peringatan kemerdekaan, Muhidi mengingatkan masyarakat agar tidak melihat 17 Agustus sebatas agenda tahunan. Ia menilai generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk meneruskan perjuangan para pendiri bangsa.
“Kemerdekaan tidak diraih dengan mudah. Ada perjuangan, pengorbanan bahkan tetesan darah para pahlawan. Karena itu, kemerdekaan harus kita isi dengan karya, inovasi dan kerja keras untuk mewujudkan cita-cita para pendiri bangsa,” tegasnya.
Ia menyebut Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan sejak merdeka. Namun, sejumlah tantangan pembangunan masih membutuhkan perhatian serius.
Muhidi menilai tantangan tersebut mencakup pertumbuhan ekonomi, kualitas sumber daya manusia, pemerataan pembangunan, daya saing, dan kesejahteraan masyarakat. Indonesia juga perlu memperkuat kemampuan menghadapi perubahan global yang bergerak cepat.
“Kita saat ini masih berada dalam kelompok negara menengah. Artinya, masih banyak pekerjaan yang harus kita lakukan. Kita harus terus meningkatkan kualitas pembangunan agar Indonesia mampu mencapai posisi yang lebih kuat dan sejahtera,” tuturnya.
Semangat Bung Karno dan Bung Hatta
Muhidi juga menekankan pentingnya menerjemahkan semangat para proklamator ke dalam tindakan nyata. Ia menyebut Bung Karno dan Bung Hatta mewariskan semangat perjuangan yang tetap relevan bagi generasi saat ini.
“Semangat Bung Karno dan Bung Hatta harus terus kita hidupkan. Bukan hanya dengan mengenang sejarah, tetapi dengan berinovasi, berkarya dan memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara,” ujarnya.
Menurutnya, generasi sekarang dapat melanjutkan perjuangan melalui pendidikan, inovasi, pengabdian, serta pembangunan yang berpihak pada kepentingan masyarakat.
Pidato Kenegaraan Jadi Evaluasi Pembangunan
Muhidi menilai pidato kenegaraan Presiden menjadi bagian penting dalam rangkaian Sidang Tahunan MPR RI. Pidato tersebut memberi gambaran mengenai capaian pemerintah dan bangsa Indonesia selama satu tahun terakhir.
Selain itu, masyarakat dapat melihat berbagai kekurangan dan tantangan yang masih perlu pemerintah selesaikan. Arah pembangunan ke depan juga menjadi bagian penting dari momentum tersebut.
“Pidato kenegaraan ini menjadi momentum bagi kita semua untuk melihat apa yang sudah dicapai, apa yang masih menjadi kekurangan, sekaligus menentukan langkah yang harus kita lakukan ke depan,” katanya.
Muhidi berharap peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dapat memperkuat semangat kebersamaan. Ia menilai pemerintah, lembaga negara, dan masyarakat perlu bergerak bersama untuk mendorong kemajuan Indonesia.
“Semangat kemerdekaan harus menjadi energi untuk terus bergerak maju. Kita harus bekerja bersama, menjaga persatuan dan memastikan pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkas Muhidi. (*)






