Hari Anak Nasional 2026, Kementerian Ekraf Perkuat Ruang Kreatif Ramah Anak untuk Cetak Talenta Indonesia Emas 2045

Penulis -

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementerian Ekraf memperkuat ruang kreatif ramah anak untuk mencetak talenta Indonesia Emas 2045. (Foto: Kementerian Ekraf)

Kementerian Ekraf memperkuat ruang kreatif ramah anak untuk mencetak talenta Indonesia Emas 2045. (Foto: Kementerian Ekraf)

Jakarta, Javanusa—Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 menjadi momentum bagi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) untuk memperkuat ekosistem kreatif yang berpihak pada anak.

Sejalan dengan tema HAN 2026, “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, kementerian menegaskan pembangunan ekonomi kreatif harus berjalan seiring dengan perlindungan, pemenuhan hak, dan peningkatan partisipasi anak.

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menilai anak merupakan aset sekaligus calon pelaku ekonomi kreatif masa depan. Karena itu, mereka membutuhkan ruang yang aman untuk belajar, berekspresi, dan mengembangkan inovasi sejak usia dini.

“Hari Anak Nasional mengingatkan bahwa salah satu investasi bagi bangsa yaitu memastikan setiap anak dapat belajar dan berkarya menuju Indonesia Emas 2045. Kementerian Ekraf senantiasa berkomitmen menghadirkan kreatif hub yang ramah anak sehingga talenta-talenta muda Indonesia dapat berkembang menjadi generasi inovatif dari local champion menuju national champion hingga berdaya saing go global,” ujar Teuku Riefky Harsya.

Kolaborasi Heksaheliks Dorong Ruang Kreatif Aman

Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Kementerian Ekraf mengembangkan kolaborasi heksaheliks dengan pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, serta lembaga keuangan.

Sinergi itu diarahkan untuk menghadirkan ruang kreatif yang bebas dari diskriminasi maupun eksploitasi terhadap anak.

Upaya tersebut juga mendukung Gerakan Nasional #RamahAmanNyamanAnak (GERNAS #RANA) yang mendorong seluruh elemen masyarakat menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak di berbagai daerah.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menegaskan ekonomi kreatif tidak hanya berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menghadirkan dampak sosial yang berkelanjutan.

“Ekonomi kreatif tidak hanya menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga nilai sosial berkelanjutan sebagai sarana edukasi, kolaborasi lintas sektor, hingga penciptaan peluang baru bagi para pejuang ekraf. Kementerian Ekraf senantiasa memastikan ekosistem kreatif tumbuh dalam mendorong kreativitas, menghargai keberagaman, serta membangun karakter anak yang siap menghadapi tantangan masa depan,” kata Irene Umar.

Baca Juga :  Wamen Ekraf Dorong Lahirnya Wirausaha Muda Lewat Prestasi Junior Indonesia
Bonus Demografi Jadi Modal Penguatan Ekonomi Kreatif

Data Profil Anak Indonesia 2025 dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menunjukkan jumlah anak di Indonesia mencapai 79,9 juta jiwa, atau sekitar 28,38 persen dari total penduduk.

Melalui peringatan Hari Anak Nasional 2026, Kementerian Ekraf mengajak seluruh pemangku kepentingan meningkatkan literasi, memperkuat narasi kreativitas, serta membangun ketahanan mental generasi muda agar siap menghadapi perkembangan teknologi dan era digital.

Potensi tersebut menjadi modal penting bagi keberlanjutan industri ekonomi kreatif yang terus berkembang.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor ekonomi kreatif menyerap 27,4 juta tenaga kerja sepanjang 2025 atau setara 18,7 persen dari total tenaga kerja nasional.

Investasi Talenta Kreatif untuk Masa Depan

Besarnya kontribusi ekonomi kreatif terhadap penciptaan lapangan kerja menunjukkan pentingnya investasi pada generasi muda. Penguatan pendidikan, literasi digital, kreativitas, dan penyediaan ruang berekspresi yang aman dinilai menjadi strategi untuk melahirkan talenta kreatif yang mampu bersaing di tingkat internasional.

Melalui pengembangan 21 subsektor ekonomi kreatif, Kementerian Ekraf terus mendorong lahirnya berbagai karya dan aktivitas kreatif yang tidak hanya meningkatkan daya saing ekonomi, tetapi juga membentuk karakter, kreativitas, dan kemampuan literasi digital anak Indonesia. (*)

Berita Terkait

Fadly Amran Apresiasi West Sumatera Youth Fest 2026, Kota Tua Padang Jadi Pusat Kreativitas Anak Muda
RSBG 2026 Resmi Dibuka, Empat Hari Pesta Budaya Siap Semarakkan Kota Solok
PYDC 2026 Jadi Ruang Regenerasi Desainer dan Pelestarian Budaya Minangkabau
PFS 2026 Hadirkan 23 Desainer, Dorong Ekosistem Fesyen Kota Padang
Talk on Taste HJK Padang ke-357, Menteri Ekraf Dukung Padang Jadi City of Gastronomy UNESCO
Kementerian Ekraf Irene Umar Dorong The Local Market SCBD Jadi Agenda Bulanan, Buka Akses Lebih Luas bagi UMKM Kreatif
Wamen Ekraf Dorong Lahirnya Wirausaha Muda Lewat Prestasi Junior Indonesia
Kementerian Ekraf Dukung Promosi Kuliner Indonesia di Belanda, Bidik Pasar Global Lewat S’RASA

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:12 WIB

Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:39 WIB

Dinas PUPR Padang Tambal Jalan Kampung Jao Dalam, Jaga Kenyamanan dan Keselamatan Pengguna Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:17 WIB

BPK Periksa Kepatuhan Belanja Pemko Padang, Maigus Nasir Minta OPD Transparan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Reaktivasi Kereta Api Kayu Tanam–Padang Panjang Dimulai 2027, Ini Tantangannya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:42 WIB

Satpol PP Padang Tertibkan Bangunan di Fasilitas Umum dan PKL Pasar Belimbing

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:08 WIB

Mahyeldi Dorong Pesantren Jadi Motor Ekonomi Syariah dan Pariwisata Halal Sumbar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Maigus Nasir Tinjau Seleksi Kafilah MTQN Padang, Target Juara Umum Sumbar 2027

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:39 WIB

Jamin Seleksi Dikbang Polri 2027 Bersih, Polda Sumbar Tegaskan Pakta Integritas Bukan Sekadar Formalitas

Berita Terbaru