Ingin Pasang Veneer Gigi? Kenali 6 Efek Samping yang Bisa Muncul Setelah Pemasangan

Penulis -

Selasa, 16 Juni 2026 - 00:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pemasangan veneer gigi pada gigi seorang wanita. (Foto: Pexels)

Ilustrasi pemasangan veneer gigi pada gigi seorang wanita. (Foto: Pexels)

Javanusa.com—Memiliki senyum yang lebih rapi dan menarik menjadi alasan banyak orang memilih veneer gigi. Namun di balik manfaat estetik yang ditawarkan, prosedur ini juga menyimpan sejumlah risiko yang perlu dipahami sejak awal.

Mulai dari gigi yang menjadi lebih sensitif hingga kemungkinan veneer retak atau lepas. Setiap calon pasien perlu mengetahui dampak yang dapat muncul setelah pemasangan.

Mengenal Risiko di Balik Prosedur Veneer Gigi

Veneer gigi merupakan lapisan tipis berbahan porselen atau resin komposit yang ditempelkan pada permukaan depan gigi untuk memperbaiki warna, bentuk, maupun celah antargigi.

Perawatan ini banyak diminati karena mampu memberikan hasil yang alami dan dapat bertahan bertahun-tahun jika dirawat dengan baik.

Meski demikian, veneer bukan prosedur tanpa risiko. Efek samping yang muncul dapat berbeda pada setiap orang, tergantung kondisi gigi, teknik pemasangan, hingga perawatan setelah tindakan dilakukan.

1. Gigi Menjadi Lebih Sensitif

Keluhan yang paling sering muncul setelah pemasangan veneer adalah meningkatnya sensitivitas gigi. Kondisi ini terjadi karena dokter perlu mengikis sebagian lapisan email agar veneer dapat menempel dengan baik.

Akibatnya, saraf gigi menjadi lebih mudah merespons makanan atau minuman panas, dingin, maupun asam. Pada sebagian orang, sensitivitas hanya berlangsung beberapa minggu. Namun, ada pula yang mengalaminya lebih lama tergantung kondisi gigi dan jumlah email yang dikikis.

2. Gigi Asli Berisiko Mengalami Kerusakan

Pemasangan veneer yang kurang presisi dapat menimbulkan celah kecil antara lapisan veneer dan gigi asli. Celah tersebut berpotensi menjadi tempat masuknya sisa makanan dan bakteri.

Jika tidak ditangani, kondisi itu dapat memicu gigi berlubang, infeksi, hingga kerusakan saraf. Risiko juga meningkat ketika kebersihan mulut tidak terjaga dengan baik sehingga plak menumpuk di sekitar veneer.

Baca Juga :  Bukan Sekadar Menyiapkan Makanan, Ini Dampak Positif Memasak Bareng Pasangan
3. Veneer Bisa Retak atau Terlepas

Meski cukup kuat, veneer tetap memiliki batas ketahanan. Kebiasaan menggigit benda keras seperti es batu atau membuka kemasan dengan gigi dapat menyebabkan lapisan veneer retak maupun lepas.

Selain itu, kebiasaan menggemeretakkan gigi saat tidur atau bruxism juga meningkatkan risiko kerusakan. Ketika veneer terlepas, permukaan gigi yang telah dikikis bisa terlihat dan menimbulkan rasa tidak nyaman.

4. Memicu Iritasi pada Gusi

Sebagian pasien mengalami iritasi gusi setelah pemasangan veneer. Kondisi ini dapat dipicu oleh bentuk veneer yang kurang sesuai dengan garis gusi, sisa bahan perekat, atau reaksi tubuh terhadap material tertentu.

Gejalanya meliputi gusi kemerahan, bengkak, nyeri, hingga mudah berdarah saat menyikat gigi. Jika dibiarkan, iritasi dapat berkembang menjadi infeksi atau penyakit gusi.

5. Warna Veneer Dapat Berubah

Perubahan warna juga menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Veneer porselen umumnya lebih tahan terhadap noda dibandingkan resin komposit.

Meski demikian, konsumsi kopi, teh, minuman berwarna, serta kebiasaan merokok tetap dapat memengaruhi penampilan veneer dalam jangka panjang. Kurangnya perawatan kebersihan mulut juga membuat bagian tepi veneer tampak kusam atau menghitam.

6. Prosedurnya Bersifat Permanen

Berbeda dengan beberapa perawatan estetika lainnya, veneer termasuk prosedur permanen. Pengikisan email gigi yang dilakukan sebelum pemasangan tidak dapat dikembalikan seperti semula.

Karena itu, seseorang yang telah memasang veneer akan memerlukan perawatan lanjutan atau penggantian veneer jika lapisan tersebut rusak di kemudian hari.

Cara Mengurangi Risiko Efek Samping Veneer Gigi

Meski memiliki sejumlah risiko, efek samping veneer gigi dapat diminimalkan dengan langkah yang tepat.

1. Pilih Dokter Gigi yang Kompeten

Pastikan prosedur dilakukan oleh dokter gigi berpengalaman di klinik yang memiliki izin resmi. Tenaga profesional dapat menentukan jenis veneer yang sesuai sekaligus meminimalkan risiko komplikasi.

Baca Juga :  Kursi Wali Kota Padang Kosong, Andree Algamar Ditunjuk Jadi Plh
2. Lakukan Pemeriksaan Menyeluruh

Sebelum pemasangan, konsultasikan seluruh kondisi kesehatan gigi dan mulut kepada dokter. Pemeriksaan ini membantu mendeteksi masalah seperti karies, penyakit gusi, atau kebiasaan menggemeretakkan gigi yang perlu ditangani terlebih dahulu.

3. Rutin Kontrol Setelah Pemasangan

Pemeriksaan berkala penting untuk memastikan veneer tetap melekat dengan baik. Kontrol rutin juga membantu mendeteksi lebih awal jika muncul iritasi, infeksi, atau kerusakan pada gigi asli.

4. Jaga Kebersihan Mulut

Menyikat gigi dua kali sehari, menggunakan benang gigi, dan mengikuti anjuran dokter merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan veneer serta gigi asli.

Hindari Kebiasaan yang Merusak Veneer

Batasi konsumsi makanan keras dan minuman yang mudah meninggalkan noda. Selain itu, hindari kebiasaan menggigit es batu, kuku, atau menggunakan gigi untuk membuka kemasan.

Bagi yang memiliki kebiasaan menggemeretakkan gigi saat tidur, dokter dapat merekomendasikan penggunaan pelindung gigi atau mouthguard untuk menjaga veneer tetap awet.

Pada akhirnya, keputusan memasang veneer gigi perlu dipertimbangkan secara matang. Memahami manfaat dan risiko sejak awal dapat membantu seseorang menentukan pilihan terbaik bagi kesehatan serta penampilan giginya. (*/red)

Berita Terkait

9 Olahraga untuk Mengecilkan Perut Buncit, Efektif dan Aman Dilakukan
Sebelum Lari, Jangan Asal Makan! Ini 8 Makanan dan Minuman yang Bantu Jaga Stamina
Mengapa Pria Sering Buncit Setelah Menikah? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Jangan Asal Makan, Ini Waktu yang Tepat untuk Sarapan hingga Makan Malam
Orang yang Jarang Aktif di Media Sosial Punya 9 Hobi yang Membuat Hidup Lebih Bahagia
7 Kebiasaan Malam yang Bikin Hidup Lebih Tenang bagi Orang yang Suka Tidur Sebelum Jam 9
5 Karier yang Cocok untuk Leo, dari Pengusaha hingga CEO
Ciri Parfum yang Bikin Baju Kuning dan Cara Mencegah Nodanya

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Uji Coba MBG Sistem Prasmanan, BGN Ingin Makanan Lebih Hangat dan Segar di Sekolah

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:01 WIB

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:11 WIB

Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 Dorong Peternak Perkuat Genetik dan Produktivitas

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Mentan Amran Sambut Wamentan Saleh Mustafa: Speed Kerja Pertanian Harus Meningkat

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Presiden Prabowo Anugerahkan Bintang Mahaputera kepada 7 Tokoh TNI, Ini Daftarnya

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:29 WIB

Presiden Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru TNI pada HUT ke-81, Ini Daftar dan Rinciannya

Berita Terbaru