Kementerian Ekraf Bidik Nigeria sebagai Gerbang Ekspor Industri Kreatif Indonesia ke Pasar Afrika

Penulis -

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar (tengah), berbincang dengan Dubes RI untuk Nigeria, Bambang Suharto (kiri), saat menerima audiensi dari Dubes RI untuk Republik Federal Nigeria di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Rabu (22/7/2026). (Foto: Kementerian Ekraf)

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar (tengah), berbincang dengan Dubes RI untuk Nigeria, Bambang Suharto (kiri), saat menerima audiensi dari Dubes RI untuk Republik Federal Nigeria di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Rabu (22/7/2026). (Foto: Kementerian Ekraf)

Jakarta, Javanusa—Pemerintah memperkuat langkah ekspansi ekonomi kreatif Indonesia ke Afrika dengan menjajaki kerja sama strategis bersama Nigeria.

Negara tersebut memiliki potensi besar sebagai pintu masuk bagi produk dan industri kreatif Indonesia. Mulai dari perfilman hingga kuliner, kriya, dan fesyen.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, membahas peluang kerja sama tersebut saat bertemu Duta Besar Republik Indonesia untuk Nigeria, Bambang Suharto, di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Rabu (22/7).

Pertemuan itu berfokus pada strategi memperluas akses pasar ekonomi kreatif Indonesia di Nigeria. Sekaligus menjadikan negara tersebut sebagai gerbang menuju pasar Afrika yang lebih luas.

Menurut Irene Umar, Nigeria menawarkan peluang besar, terutama melalui industri perfilmannya, Nollywood. Industri ini memproduksi sekitar 2.500 film setiap tahun dengan nilai ekonomi mencapai sekitar US$6,4 miliar.

Jaringan distribusi Nollywood yang menjangkau banyak negara di Afrika juga membuka kesempatan bagi film Indonesia untuk memperluas pasar internasional melalui kolaborasi industri.

“Nigeria memiliki potensi menjadi entry point bagi perfilman Indonesia di kawasan Afrika. Selain membangun kolaborasi industri, kita juga perlu memahami tren pasar, kebutuhan masyarakat, dan produk kreatif yang memiliki peluang besar di sana. Dengan begitu, pejuang ekraf Indonesia dapat lebih siap memasuki pasar Afrika secara berkelanjutan,” ujar Irene Umar.

Peluang Ekspor Kuliner, Kriya, dan Fesyen

Selain perfilman, Kementerian Ekraf melihat peluang ekspor yang besar pada subsektor kuliner, kriya, dan fesyen berbasis kearifan lokal.

Dengan jumlah penduduk yang besar serta pertumbuhan ekonomi yang terus berkembang, Nigeria dinilai menjadi pasar potensial bagi produk kreatif Indonesia dalam jangka panjang.

Karakteristik demografi dan keberagaman budaya kedua negara juga dinilai menjadi modal penting untuk memperkuat hubungan ekonomi dan kebudayaan.

Baca Juga :  PYDC 2026 Jadi Ruang Regenerasi Desainer dan Pelestarian Budaya Minangkabau

Duta Besar RI untuk Nigeria, Bambang Suharto, mengatakan perhatian Nigeria terhadap Indonesia terus meningkat. Kondisi tersebut menjadi momentum yang perlu dimanfaatkan untuk memperluas kerja sama yang saling menguntungkan.

“Nigeria saat ini mulai memberikan perhatian lebih kepada negara-negara seperti Indonesia. Hal ini menjadi peluang yang perlu kita manfaatkan, tidak hanya untuk membangun persepsi positif terhadap Indonesia, tetapi juga menghadirkan nilai ekonomi melalui berbagai bentuk kerja sama di sektor ekonomi kreatif,” kata Bambang Suharto.

KBRI Abuja Dorong Pelaku Ekraf Tembus Pasar Afrika

Sebagai tindak lanjut, Kementerian Ekraf bersama KBRI Abuja akan mendorong partisipasi pelaku ekonomi kreatif Indonesia dalam berbagai pameran dan ajang promosi internasional.

Salah satu agenda yang menjadi fokus adalah keikutsertaan pada Lagos International Trade Fair. Pameran tersebut diharapkan mampu memperluas jaringan bisnis, meningkatkan nilai ekspor, sekaligus memperkuat posisi produk ekonomi kreatif Indonesia di pasar Afrika. (*)

Berita Terkait

Fadly Amran Apresiasi West Sumatera Youth Fest 2026, Kota Tua Padang Jadi Pusat Kreativitas Anak Muda
RSBG 2026 Resmi Dibuka, Empat Hari Pesta Budaya Siap Semarakkan Kota Solok
PYDC 2026 Jadi Ruang Regenerasi Desainer dan Pelestarian Budaya Minangkabau
PFS 2026 Hadirkan 23 Desainer, Dorong Ekosistem Fesyen Kota Padang
Talk on Taste HJK Padang ke-357, Menteri Ekraf Dukung Padang Jadi City of Gastronomy UNESCO
Kementerian Ekraf Irene Umar Dorong The Local Market SCBD Jadi Agenda Bulanan, Buka Akses Lebih Luas bagi UMKM Kreatif
Wamen Ekraf Dorong Lahirnya Wirausaha Muda Lewat Prestasi Junior Indonesia
Kementerian Ekraf Dukung Promosi Kuliner Indonesia di Belanda, Bidik Pasar Global Lewat S’RASA

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:12 WIB

Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:39 WIB

Dinas PUPR Padang Tambal Jalan Kampung Jao Dalam, Jaga Kenyamanan dan Keselamatan Pengguna Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:17 WIB

BPK Periksa Kepatuhan Belanja Pemko Padang, Maigus Nasir Minta OPD Transparan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Reaktivasi Kereta Api Kayu Tanam–Padang Panjang Dimulai 2027, Ini Tantangannya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:42 WIB

Satpol PP Padang Tertibkan Bangunan di Fasilitas Umum dan PKL Pasar Belimbing

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:08 WIB

Mahyeldi Dorong Pesantren Jadi Motor Ekonomi Syariah dan Pariwisata Halal Sumbar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Maigus Nasir Tinjau Seleksi Kafilah MTQN Padang, Target Juara Umum Sumbar 2027

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:39 WIB

Jamin Seleksi Dikbang Polri 2027 Bersih, Polda Sumbar Tegaskan Pakta Integritas Bukan Sekadar Formalitas

Berita Terbaru