Ketua DPRD Sumbar Muhidi Dorong Guru Aktif Gali Potensi Anak dalam Pendidikan Inklusif

Penulis -

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPRD Sumbar Muhidi saat kegiatan peningkatan kompetensi guru se-Kota Padang, Senin (10/8/2026). (Foto: Ist)

Ketua DPRD Sumbar Muhidi saat kegiatan peningkatan kompetensi guru se-Kota Padang, Senin (10/8/2026). (Foto: Ist)

Padang, Javanusa—Ketua DPRD Sumbar Muhidi meminta guru tidak hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga aktif menemukan dan mengembangkan potensi setiap peserta didik.

Menurutnya, pendidikan inklusif menjadi fondasi penting untuk menyiapkan SDM Sumbar yang berkualitas dan berdaya saing.

Hal itu disampaikan Muhidi saat menghadiri kegiatan peningkatan kompetensi guru se-Kota Padang, Senin (10/8/2026).

Menurutnya, penguatan kompetensi guru menjadi bagian penting dalam membangun pendidikan yang mampu menjangkau seluruh anak.

Muhidi menilai guru memiliki peran strategis dalam memastikan setiap peserta didik mendapat kesempatan berkembang sesuai kemampuannya.

Ia menekankan bahwa pendidikan merupakan hak setiap warga negara. Prinsip tersebut juga berlaku bagi anak berkebutuhan khusus yang memiliki potensi dan membutuhkan dukungan untuk mengembangkannya.

“Pendidikan khusus bukan sekadar layanan sosial. Ini adalah investasi pembangunan sumber daya manusia Sumatera Barat,” ujar Muhidi.

Pendidikan Inklusif Perlu Diperkuat

Menurut Muhidi, pendidikan inklusif harus memberikan kesempatan yang setara kepada seluruh peserta didik. Sistem tersebut juga perlu mendorong anak tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan bermartabat.

Sumbar, kata dia, terus berupaya memperluas layanan pendidikan khusus. Pertumbuhan jumlah Sekolah Luar Biasa (SLB) menjadi salah satu bagian dari langkah tersebut.

Meski demikian, Muhidi melihat masih ada sejumlah tantangan. Pemerintah dan pemangku kepentingan perlu memperhatikan pemerataan akses, ketersediaan guru pendidikan khusus, serta fasilitas yang ramah bagi penyandang disabilitas.

Pemanfaatan teknologi pembelajaran juga perlu mendapat perhatian. Selain itu, pendidikan harus membekali peserta didik berkebutuhan khusus agar memiliki kesiapan ketika memasuki dunia kerja.

“Jangan sampai ada anak yang merasa berbeda hanya karena memiliki kebutuhan khusus. Tugas kita adalah membuka kesempatan agar setiap anak bisa tumbuh sesuai dengan potensi yang dimilikinya,” katanya.

Baca Juga :  Dorong Ekonomi Pesisir, Muhidi Salurkan 2.565 Bibit Kerapu ke Pokdakan Teluk Buo
Guru Bukan Sekadar Pengajar

Muhidi juga mengingatkan guru agar tidak memaknai profesinya sebatas menyampaikan materi pelajaran. Menurutnya, guru memiliki tanggung jawab membentuk karakter sekaligus menentukan arah masa depan peserta didik.

“Guru datang ke sekolah bukan hanya untuk mengajar. Kalau datang hanya mengajar, bisa jadi kualitas anak didik kita berada di bawah kita. Tetapi kalau guru hadir sebagai pendidik, inspirator dan motivator, maka kita bisa membentuk anak-anak yang hebat,” tegasnya.

Karena itu, ia mendorong guru menjadi teladan sekaligus agen perubahan di sekolah. Nilai kejujuran, kemandirian, tanggung jawab, dan keberanian perlu ditanamkan sejak dini.

Pendidikan, menurut Muhidi, tidak cukup mengejar prestasi akademik. Karakter yang kuat juga menjadi bekal penting bagi anak dalam menghadapi masa depan.

“Jadilah inspirator, jadilah motivator. Bentuk karakter anak-anak didik kita. Guru harus menjadi agen of change, agen perubahan,” ujarnya.

Guru Diminta Fokus pada Potensi Anak

Lebih jauh, Muhidi mengingatkan bahwa kemampuan setiap anak tidak selalu terlihat sejak awal. Guru perlu mengenali kekuatan peserta didik dan memberikan ruang agar kemampuan tersebut berkembang.

“Peran kita adalah mengaktifkan apa yang bisa diaktifkan. Jangan melihat keterbatasannya, tetapi lihat potensi yang bisa dikembangkan,” katanya.

Pendekatan tersebut menjadi semakin penting dalam pendidikan inklusif. Guru perlu melihat peserta didik secara utuh, termasuk kemampuan, minat, karakter, dan kebutuhan belajarnya.

Pendidikan untuk Melanjutkan Tradisi Intelektual Sumbar

Muhidi juga mengaitkan penguatan pendidikan dengan sejarah Sumatera Barat sebagai daerah yang melahirkan banyak tokoh nasional.

Ia menyebut Buya Hamka, Mohammad Hatta, Sutan Syahrir, dan Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi sebagai sejumlah tokoh yang lahir dari tradisi intelektual Sumbar.

“Sumbar adalah daerah sumber otak. Kita memiliki banyak tokoh besar seperti Buya Hamka, Bung Hatta, Sutan Syahrir dan Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi. Ini menjadi motivasi bagi kita untuk terus membangun pendidikan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Ketua DPRD Sumbar Muhidi Ajak Masyarakat Jadikan Tahun Baru Islam 1448 H Momentum Hijrah Nyata dan Penguatan Keluarga

Menurut Muhidi, tradisi tersebut harus diteruskan melalui peningkatan kualitas guru dan pembangunan sistem pendidikan yang memberikan ruang bagi seluruh anak.

“Kalau kita ingin Sumbar maju, maka investasi terbesar kita adalah manusia. Dan untuk membangun manusia yang berkualitas, kita harus memperkuat pendidikan,” pungkasnya.

Peningkatan kompetensi guru diharapkan dapat memperkuat komitmen untuk membangun pendidikan inklusif di Sumbar. Pendidikan tidak hanya ditujukan untuk mencerdaskan peserta didik, tetapi juga memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang setara dalam meraih masa depan.

Berita Terkait

Gustami Hidayat Salurkan Bantuan Pangan untuk Ibu Hamil dan Balita di Padang
Muhidi Dorong Satu Kelurahan Satu Masjid Ramah Anak di Sumbar
Ketua DPRD Sumbar Muhidi Dorong Mahasiswa Perkuat Literasi, Kuasai Teknologi dan Berpikir Kritis
Kejurprov Tenis Meja Sumbar 2026 Diikuti 156 Peserta, Gustami Hidayat Tekankan Sportivitas
Monev KI Sumbar 2026, DPRD Sumbar Paparkan 19 Inovasi Layanan Informasi Publik
Ketua DPRD Sumbar Muhidi Dorong Guru Fisika Cetak Generasi Unggul dan Berkarakter
Ketua DPRD Sumbar Muhidi Dorong Gerakan Satu Kelurahan Satu Masjid Ramah Anak
Evi Yandri Ajak Warga Sumbar Aktif Cegah Penyalahgunaan Narkoba

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:28 WIB

BGN Wajibkan 21.527 SPPG Perbarui SPK, Perketat Pengawasan Program MBG

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:57 WIB

Promotor Pastikan Visa Andrea Bocelli Terbit, Berbeda dengan Pernyataan Dirjen Imigrasi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:07 WIB

Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani, Bulog Siap Beli Hasil Panen

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:50 WIB

Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:41 WIB

Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan

Berita Terbaru