Padang, Javanusa—Pelaku UMKM di Sumatera Barat (Sumbar) perlu terus meningkatkan kemampuan agar tidak sekadar bertahan, tetapi mampu menangkap peluang dan memperluas pasar.
Ketua DPRD Provinsi Sumbar, Muhidi, menilai kemampuan sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan perkembangan usaha. Pelaku UMKM perlu memperkuat keterampilan, membangun jaringan, serta menjaga kepercayaan.
Pesan tersebut ia sampaikan saat kegiatan bimbingan teknis peningkatan kapasitas pengusaha, Selasa (15/9/2026).
“Kalau ingin sukses, kita harus mau belajar. Banyak membaca, menambah ilmu, karena orang yang berilmu akan lebih mudah melihat peluang,” ujar Muhidi.
Produk Lokal Sumbar Punya Peluang Pasar Luas
Muhidi menyebut UMKM memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian Sumatera Barat. Karena itu, pemerintah daerah, DPRD, dan pelaku usaha perlu membangun kolaborasi untuk memperkuat sektor tersebut.
Menurutnya, Sumbar memiliki beragam produk lokal yang dapat dikembangkan ke pasar nasional hingga internasional. Rendang, tenun, kerajinan kayu, dan kuliner khas daerah menjadi contoh produk yang memiliki nilai ekonomi sekaligus mencerminkan identitas daerah.
“Produk-produk khas kita sebenarnya memiliki potensi besar, termasuk untuk pasar ekspor. Tinggal bagaimana kita meningkatkan kualitas, kemasan, pemasaran dan kemampuan pelaku usahanya,” katanya.
Pengembangan produk, lanjut Muhidi, tidak cukup hanya mengandalkan keunggulan bahan atau cita rasa. Pelaku usaha juga perlu memahami kualitas produk, strategi pemasaran, kemasan, serta kebutuhan konsumen.
DPRD Dorong Kebijakan yang Mendukung UMKM
Muhidi mengatakan DPRD Sumbar memiliki peran dalam membangun ekosistem usaha yang mendukung pertumbuhan UMKM. Peran tersebut mencakup penyusunan regulasi dan dukungan anggaran.
Ia menyinggung Perda Nomor 5 Tahun 2021 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan UMKM sebagai salah satu landasan kebijakan daerah. Regulasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat perlindungan dan pemberdayaan pelaku usaha.
Selain regulasi, DPRD mendorong kemudahan perizinan dan penguatan lembaga pendamping UMKM. Pemerintah juga perlu memperhatikan berbagai persoalan yang muncul dari pengalaman pelaku usaha di lapangan.
Muhidi menekankan pentingnya penganggaran yang tepat sasaran. Pelatihan, inkubasi bisnis, promosi, pameran, digitalisasi, teknologi, dan akses pembiayaan mikro menjadi beberapa sektor yang perlu mendapat perhatian.
“Anggaran yang disiapkan untuk UMKM harus benar-benar memberikan manfaat kepada pelaku usaha. Pengawasan juga penting agar program yang dijalankan tepat sasaran,” tegasnya.
Lima Modal Penting dalam Mengembangkan Usaha
Dalam kesempatan tersebut, Muhidi juga menyampaikan lima modal yang menurutnya penting untuk membangun karier dan mengembangkan usaha.
Kelima modal itu meliputi skill, soft skill, experience, networking, dan reputasi.
Skill berkaitan dengan kemampuan teknis yang dibutuhkan dalam menjalankan pekerjaan. Sementara soft skill mencakup komunikasi, kemampuan meyakinkan orang lain, pemecahan masalah, hingga manajemen waktu.
Muhidi menilai kedua kemampuan tersebut dapat terus berkembang melalui pendidikan, pelatihan, dan pengalaman.
“Experience itu diperoleh dengan banyak melakukan usaha dan kegiatan. Semakin banyak pengalaman, semakin banyak pula yang kita pelajari,” katanya.
Networking dan Reputasi Jadi Modal Kepercayaan
Selain kemampuan dan pengalaman, Muhidi menilai jaringan memiliki posisi penting dalam perjalanan sebuah usaha.
Pelaku UMKM, menurutnya, tidak dapat mengembangkan bisnis seorang diri. Hubungan baik dengan berbagai pihak dapat membuka akses terhadap informasi, peluang usaha, hingga dukungan permodalan.
“Kalau ingin berusaha tetapi belum punya modal, jaringan bisa menjadi jalan. Dengan silaturahmi dan komunikasi yang baik, kita bisa mendapatkan kepercayaan dari orang lain, termasuk dalam mencari dukungan permodalan,” ujarnya.
Ia menambahkan, peluang bisnis sering muncul dari hubungan yang dibangun secara konsisten. Karena itu, networking perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga reputasi.
Muhidi menilai reputasi menjadi modal penting karena kepercayaan menentukan keberlangsungan hubungan dalam dunia usaha.
“Kalau orang melihat kita secara positif, insyaallah usaha kita juga akan berkembang. Tetapi menjaga reputasi itu yang berat,” tuturnya.
Ia pun mengingatkan pelaku usaha agar membangun karakter yang kuat. Kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan konsistensi perlu menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari.
Muhidi Minta Pelaku UMKM Terus Belajar
Muhidi juga mengajak peserta untuk tetap bersyukur dalam setiap proses pengembangan usaha.
“Dapat sedikit, bersyukur. Dapat banyak, Alhamdulillah. Kenapa kita harus bersyukur? Karena dengan bersyukur, insyaallah nikmat akan ditambah,” katanya.
Ia berharap bimbingan teknis peningkatan kapasitas pengusaha tidak berhenti sebagai kegiatan pelatihan. Peserta diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh untuk membaca peluang, memperluas jaringan, dan mengembangkan bisnis.
Muhidi optimistis penguatan keterampilan, jaringan, dan reputasi dapat membantu UMKM Sumbar berkembang. Langkah tersebut juga membuka peluang bagi produk lokal untuk menjangkau pasar yang lebih luas. (*)






